Category Archives: Ikan Cichlid

Ikan Red Severum Cichlid

Mengenal Ikan Red Severum Cichlid

Ikan Red Severum Cichlid atau yang juga disebut Heros Severus lebih dulu dikenal sebagai Cichlasoma Severum. Ikan cichlid ini merupakan spesies cichlid air tawar tropis yang berasal dari Orinoco atas. Ikan ini juga ditemukan di cekungan Rio Negro atas di Amerika Selatan.

Menurut catatan, Heros Severus sempat dikacaukan oleh beberapa spesies lain dalam genus, yakni The mouthbrooder. Ikan ini jarang ditemukan dalam perdagangan akuarium. Alih-alih Heros Severus, Heros Efasciatus justru lebih dikenal sebagai ikan hias akuarium.

Sejarah Singkat Heros Severus

  • Pada tahun 1840, Heros Severus pertama kali diidentifikasi. Namun, agak kacau, sebab identifikasi awal salah. The mouthbrooder dianggap sebagai Heros Severus. Mirisnya, kesalahan ini tidak dikoreksi hingga ratusan tahun berlalu.
  • Tepat pada  tahun 2015, Heros Severus barulah dianggap sebagai ikan hias yang cocok dipelihara dalam akuarium.
  • Pada awal tahun 1840, Heros Severus diidentifikasi memiliki pita ketujuh yang terbentuk sebagian. Namun, ciri ini dianggap sebagai anomali.
  • Pada tahun 2015, Heros Severus akhirnya ditemukan. Ikan ini memiliki ciri berupa pita parsial yang sudah digambarkan sejak tahun 1840. Di tahun ini pula, Heros Severus secara resmi disebut sebagai severus sejati. Sementara, The mouthbrooder yang mulanya dianggap sebagai Heros Severus digolongkan sebagai Heros Liberifer oleh Staeck, Wolfgang & I. Schindler.

Tentang Red Severum Cichlid

Red Severum Cichlid merupakan spesies asli dari Amerika Selatan. Habitat alami ikan ini meliputi danau, sungai, daerah banjir dengan pohon, dan juga vegetasi bawah air. Red Severum Cichlid dapat mengonsumsi buah-buahan yang jatuh di perairan.

Sebenarnya, cukup banyak Cichlids Severum yang terjadi secara alami. Beberapa di antaranya adalah Heros severus, Heros efasciatus, dan Heros liberifer. Namun, sejak pembiakan selektif dilakukan, ikan Cichlids Severum memiliki lebih banyak varian, mulai dari Red Severum, Yellow Severum, Green Severum, hingga Golden Severum.

Tubuh severum dapat tumbuh hingga delapan inci. Severum dapat diletakkan dalam akuarium bersama dengan ikan Cichlid Amerika Selatan dan Cichlid lain yang memiliki parameter air yang sama dan juga temperamen yang sama.

Dari banyaknya jenis severum, Red Severum Cichlid menjadi yang paling banyak disukai, di samping Golden Severum Cichlid. Red Severum Cichlid memiliki banyak keunggulan. Tidak hanya mengenai ukurannya saja, melainkan juga warnanya yang indah dan menawan. 

Red Severum Cichlid tergolong semi agresif, tetapi mudah dikalahkan jika ada ikan lain yang menantang atau  ingin mengambil alih wilayahnya. Red Severum Cichlid sangat memahami perilakunya.

Semua Severum Cichlids Heros Severus sangat mudah dikenali dan sangat populer di kalangan akuarist lanjutan maupun pemula. Red Severum Cichlid cenderung menyerupai Discich Cichlids. Red Severum Cichlid memiliki bentuk tubuh ramping berbentuk oval yang indah.

Perbedaan mencolok dengan Discich Cichlids terletak pada warna dan ukurannya. Panjang Red Severum Cichlid maksimal hanya 7 inci atau sekitar 18 cm, sedangkan Discich Cichlids dapat mencapai 12 inci sekitar 31 cm.

Dalam bentuk alaminya, Severum Cichlid sebenarnya berwarna kehijauan dengan corak warna kuning atau keemasan di bagian perut. Severum Cichlid remaja memiliki delapan pita vertikal hitam tampak jelas, tetapi akan memudar ketika dewasa.

Red Severum Cichlid memiliki warna oranye dengan bintik merah yang tampak seperti pola di seluruh tubuhnya kecuali sirip punggung dan sirip ekor. Red Severum Cichlid memiliki perilaku unik dan watak yang hebat.

Ikan Red Severum Cichlid cenderung kurang agresif dibandingkan dengan jenis cichlids lainnya. Namun, Red Severum Cichlid justru membutuhkan banyak ruang, terutama jika ikan ini dipelihara di dalam akuarium.

Red Severum Cichlid dapat dipelihara bersama dengan ikan lain yang seukuran ataupun memiliki watak sama, yakni kurang begitu agresif. Meskipun demikian, Red Severum Cichlid  akan sangat agrefis ketika pemijaha berlangsung.

Oleh karena itu, ketika pemijahan terjadi, Red Severum Cichlid  jantan dan betina harus dipisahkan dari kawanan lainnya untuk mencegah terjadinya “perang”. Red Severum Cichlid juga tidak boleh ditempatkan dalam satu akuarium bersama dengan ikan kecil.

Red Severum Cichlid cukup sulit dirawat, tetapi tidak sesulit Discus dan jenis ikan cichlid lainnya. Selama Anda rajin mengganti air, Red Severum Cichlid dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Red Severum Cichlid akan merasa aman dan nyaman selama tinggal di dalam akuarium.

Red Severum Cichlid lebih menyukai air yang lembut. Lantaran Red Severum Cichlid sering merasa terkejut, pastikan untuk menutup akuarium. Hal ini dilakukan untuk mencegah Red Severum Cichlid keluar akuarium. Pasalnya, ketika terkejut ikan akan melompat ke udara.

Untuk membuat Red Severum Cichlid lebih senang dan bahagia, pastikan untuk menambahkan dekorasi batu dan potongan kayu apung yang dapat tenggelam.

Atur dekorasi akuarium sebaik mungkin dan pastikan untuk memberi semacam “penghalang” alami sehingga Red Severum Cichlid merasa seperti memiliki “wilayah” jelas yang aman untuk bertahan hidup.

Red Severum Cichlid menikmati hidup di akuarium yang memiliki banyak tanaman. Maklum saja, Red Severum Cichlid suka menghabiskankan waktunya dengan bersembunyi di balik dedaunan. Red Severum Cichlid merasa  aman berada di balik bayang-bayang dedaunan.

Habitat Red Severum Cichlid

Baik Red Severum Cichlid  maupun Golden Severum merupakan morf dari Severum Cichlid yang dikurung. Inilah mengapa Red Severum Cichlid  tidak ditemukan hidup di alam liar. Pada tahun 1840, Heckel Severum mendeksripsikan bahwa Heros Severus tergolong ikan liar yang tidak terdaftar dalam Daftar Merah IUCN.

Nama lain Severum Cichlid, meliputi Diakon, Ikan Terpidana, Hero, Sedate Cichlid, dan Striped Cichlid. Ikan-ikan ini berasal dari Sungai di Amerika Selatan, seperti DAS Orinoco, DAS Amazon, DAS Negro bagian atas, drainase di Kolombia, dan drainase di Venezuela.

Severum Cichlid, termasuk Red Severum Cichlid mengonsumsi tanaman hijau, zooplankton, serangga, ganggang, dan detritus.

  • Nama Ilmiah: Heros Severus
  • Pengelompokan Sosial: Pasangan
  • Daftar Merah IUCN: Tidak masuk lantaran tidak muncul di alam liar.
  • Kerajaan: Animalia
  • Phylum: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Order: Cichliformes
  • Family: Cichlidae
  • Genus: Heros
  • Species: H. Severus
  • Nama binomial: Heros Severus (Heckel, Tahun 1840)
  • Nama lain: Cichlasoma Severum (Heckel, Tahun 1840)

Masa Hidup Red Severum Cichlid dan Perbedaan Jantan dan Betina

Red Severum Cichlid  dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun. Bahkan, tak sedikit Red Severum Cichlid  yang berhasil mencapai angka sepuluh tahun.,

Red Severum Cichlid jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar besar dengan sirip punggung dan kloaka. Beberapa jenis severum jantan memiliki tanda khas yang terletak di sekitar insang.

Red Severum Cichlid  betina memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari Red Severum Cichlid   jantan. Umumnya, Red Severum Cichlid   memiliki tanda kurang di sekitar insang, sirip, punggung, dan kloaka.

Red Severum Cichlid  betina memiliki bintik hitam di  bagian punggung. Berbeda dengan Red Severum Cichlid   jantan, Red Severum Cichlid   betina tidak memiliki pola di kepalanya.

Red Severum Cichlid  jantan memiliki sirip dubur dan punggung yang lebih runcing dibandingkan betina. Agar punuk nuchal dapat berkembang dengan baik, Red Severum Cichlid   jantan dewasa harus diberi makan bergizi tinggi.

Kendati disebut sebagai ikan yang tidak agresif, faktanya beberapa Red Severum Cichlid  cenderung semi agresif. Namun, hal ini sangat dipengaruhi oleh kepribadian dan perilaku Red Severum Cichlid.

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mencari tahu lebih dulu bagaimana perangai Ikan Red Severum Cichlid  sebelum Anda pelihara. Pastikan pula untuk mendekorasi akuarium sesuai dengan kepribadian ikan. 

Lantaran setiap Red Severum Cichlid   memiliki perilaku yang berbeda dan unik, tak sedikit ikan jenis ini yang menyukai ruang besar. Banyak juga yang menyukai ruang kecil, malahan ada juga yang senang tinggal secara sembunyi-sembunyi di balik bebatuan atau tanaman.

Hambatan Dalam Memelihara Red Severum Cichlid

Mengingat Ikan Red Severum Cichlid termasuk salah satu jenis cichlid hias paling populer sebagai ikan hias penghuni akuarium rumah, ikan ini sangat cocok dipelihara oleh pemula maupun tingkat lanjut.

Sangat penting untuk memahami bahwa Red Severum Cichlid merupakan ikan besar yang memiliki banyak kebutuhan. Ikan ini termasuk sangat cepat tumbuh sehingga membutuhkan perawatan ekstra, terutama masa bayi hingga remaja.

Makanan Red Severum Cichlid

Red Severum Cichlid adalah omnivora yang sangat menyukai ikan kecil. Meskipun demikian, ikan ini juga menyukai pelet atau makanan lengket yang biasanya dikonsumsi oleh cichlid besar.

Red Severum Cichlid dapat diberi kacang hijau, zucchini, cacing makan, cacing darah, cacing tanah, dan krustasea laut. Namun, hindari memberi Red Severum Cichlid jantung atau hati daging sapi karena kedua jeroan ini sangat sulit dicerna dan dapat menyebabkan penyakit.

Beri Red Severum Cichlid makan sebanyak dua hingga lima kali sehari dengan porsi kecil. Pemberian makan ini tidak hanya menjaga asupan Red Severum Cichlid, melainkan juga dapat menjaga kualitas air agar tetap bersih dan lebih tinggi dalam waktu lama.

Jika ingin Red Severum Cichlid dapat berkembang dengan baik, maka perut ikan kosong selama satu hari, setiap satu minggu sekali. Sebagai pendukung, Anda bisa memberi Red Severum Cichlid makanan tambahan berupa suplemen khusus yang tersedia di pasaran.

Perawatan Akuarium Red Severum Cichlid

Red Severum Cichlid  cukup mudah dirawat selama air di dalam akuarium tetap bersih. Mengingat akuarium  menerapkan sistem tertutup, semua jenis ikan yang dipelihara di dalamnya harus dirawat dengan baik, tak terkecuali Ikan Red Severum Cichlid.

Untuk mengatasi kondisi air yang terus berubah lantaran pembusukan bahan organik, fosfat dan nitrat yang menumpuk, air haruslah diganti secara teratur, minimal setiap tujuh hari sekali. Lakukan penggantian air dengan persentase sekitar sepuluh hingga dua puluh persenatau tergantung pada jumlah ikan.

Agar panel tampilan akuarium tetap terjaga kebersihannya, gunakan magnet ganggang atau scraper. Pastikan pula untuk memperhatikan hal-hal yang harus dihindari dan berikan perawatan maksimal agar Ikan Red Severum Cichlid tumbuh sempurna.

Pengaturan Akuarium Red Severum Cichlid

Red Severum Cichlid membutuhkan akuarium berukuran besar, setidaknya 45 galon untuk satu ikan dan 100 galon untuk pasangan pengembangbiakan. Semakin besar akuarium, semakin rendah tingkar keagresifan Red Severum Cichlid.

Red Severum Cichlid dapat hidup dengan baik di air tawar biasa maupun air tawar payau. Red Severum Cichlid lebih menyukai air yang bergerak sangat lambat dengan pencahayaan rendah.

Agar Red Severum Cichlid  merasa nyaman, tambahkan dekorasi berupa batu, gua, lorong-lorong, dan kayu apung. Dengan dekorsi ini, Red Severum Cichlid akan menganggap akuarium sebagai habitat aslinya.

Lantaran Red Severum Cichlid sangat menyukai tanaman, masukkan beberapa jenis tanaman hidup  yang mengambang di air sebagai tempat bersantai. Anda bisa memilih Anubias dan Cryptocoryne untuk mempercantik tampilan akuarium, tanpa menghilangkan fungsi aslinya.

Agar nuansa alami terasa lebih kental, Anda bisa menambahkan beberapa genggam daun kering dan gambut alami ke dalam filter untuk mensimulasikan kondisi air hitam.

Perilaku Sosial Red Severum Cichlid

Red Severum Cichlid hanya boleh ditempatkan bersama  ikan jenis lain sama ukuran dan temperamen. Dilarang keras menempatkan Red Severum Cichlid dengan ikan yang lebih kecil apalagi ikan yang agresif.

Jika Anda ingin menempatkan Red Severum Cichlid dengan ikan lain, maka Anda wajib menyiapkan akuarium ukuran besar, setidaknya 45 galon.

Sementara bagi Anda yang hendak menempatkan dua atu lebih ikan, termasuk untuk pemijahan, pastikan untuk menyiapkan akuaroum dengan ukuran minimal 100 galon. Semakin besar akuarium, semakin baik.

Red Severum Cichlid memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap Severum. Keadaan akuarium yang besar dan memiliki banyak ruang membuat Red Severum Cichlid  lebih terkendali. Bahkan, ketika pemijahan berlangsung, tingkat keagresifannya dapat ditekan dengan baik.

Red Severum Cichlid sangat cocok disandingkan dengan cichlid lain seperti Flag Cichlid, spesies Aequidens, Angelfish besar, dan Eartheaters seperti Pearl Cichlid. Red Severum Cichlid juga dapat bergaul dengan ikan lele yang berasal dari genus Loricariid dan Callichyid dengan baik.

Teman lainnya yang tak kalah cocok adalah spesies cyprinid, seperti loaches, duri dan hiu, characins besar, seperti Dolar Perak, dan ikan gurami berukuran sama seperti Red Severum Cichlid.

Pemijahan Red Severum Cichlid 

Pada dasarnya, pemijahan Red Severum Cichlid hampir mirip dengan pemijahan Oskar. Bedanya, Red Severum Cichlid membutuhkan pakan hidup, seperti udang segar atau anak ikan yang banyak. Kekurangan pakan dapat menyebabkan induk mudah sakit.

Hal tersebut juga memengaruhi kualitas telur. Bukan hanya kualitasnya buruk, tetapi juga terancam gagal.

Ketika pemijahan berlangsung, Anda harus memastikan tempat pengembangbiakkan dalam keadaan kondusif. Sarang telur haruslah terbuat dari batu datar, potongan paralon, atau potongan keramik.

Sebelum pemijahan berlangsing, baik Red Severum Cichlid jantan maupun betina akan membersihkan sarangnya lebih dulu. Setelah pemijahan berlangsung, telur harus dipindah bersama dengan sarangnya ke dalam akuarium yang aman dari gangguan spesies lain.

Umumnya, penetasan telur Red Severum Cichlid berlangsung selama dua hingga tiga hari. Setelah telur menetas, Red Severum Cichlid bayi masih dalam tahap larva praberenang sehingga orang tuanya masih akan membawanya ke mulut mereka.

Setelah empat hari, larva Red Severum Cichlid mulai bisa berenang secara mandiri, tidak lagi berada di dalam mulut orang tuanya. Ukuran larva Red Severum Cichlid cukup besar. Bahkan, larva Red Severum Cichlid boleh diberi pakan kutu air atau cacing sutera.

Begitu mereka berenang bebas, orang tua Red Severum Cichlid akan merawat bayinya hingga enam minggu. Di masa ini, bayi Red Severum Cichlid dapat berburu makanan, seperti cacing mikro, udang air asin yang baru menetas, serpihan makanan, pelet, dan daphnia.

Jika panjang Red Severum Cichlid  sudah mencapai 3 hingga 4 cm, maka Anda boleh memberinya udang kecil. Pemberian udang kecil dilakukan agar warna merah Red Severum Cichlid cepat muncul.

Biasanya, selain dijadikan sebagai hiasan, Red Severum Cichlid  yang telah mencapai 4 cm akan dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan selama proses pemijahan berlangsung? Berikut uraiannya.

  • Perhatikan suhu air. Air haruslah lebih hangat dengan aliran yang lembut dan lebih asam agar telur dapat berkembang dengan baik.
  • Untuk pemijahan yang optimal, pertahankan air pada kekerasan total 50 ppm dengan pH di 6 dan suhu antara 78.8 °F hingga 80.6 °F  atau 26 °C hingga 27 °C.
  • Tambahkan jangkrik sebagai pengumpan hidup ke dalam air untuk membantu Red Severum Cichlid  bertelur. Nantinya, Red Severum Cichlid jantan akan menggelap dan mengintensifkan warna ketika pemijahan berlangsung. Red Severum Cichlid  betina akan mengatupkan bibir dan menampar ekor sebelum benar-benar bertelur.
  • Akuarium yang hangat lengkap dengan bebatuan akan meningkatkan persentase keberhasilan pemijahan Red Severum Cichlid.
  • Siapkan batu datar, bundar, dan potongan-potongan kayu untuk memudahkan Red Severum Cichlid  betina bertelur. Biasanya Red Severum Cichlid  betina akan bertelur hingga seribu ekor telur oval. Namun, jumlah ini bervariasi, tergantung usia dan ukuran Red Severum Cichlid.

Penyakit Ikan Red Severum Cichlid 

Red Severum Cichlid sangat rentan terkena infeksi danpenyakit lain biasanya menyerang ikan air tawar. Salah satu masalah yang paling umum adalah Ich. Meskipun demikian, Anda tak perlu khawatir, sebab masalah ini dapat diatasi dengan cara mudah, yakni dengan meningkatkan suhu tangki.

Ketika Red Severum Cichlid terserang Ich, atur suhu hingga 86 °F  atau sekitar 30 °C selama beberapa hari ke depan. Hal ini sangat penting karena suhu tinggi dapat meningkatkan toleransi suhu yang lebih tinggi.

Red Severum Cichlid cukup sensitif terhadap obat-obatan kimia yang dijual bebas di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum membeli, Anda harus melakukan riset dan uji kelayakan.

Selain Ich, Red Severum Cichlid  juga rentan terkena Head and Lateral Line Erosion atau yang lebih dikenal dengan “hole-in-the-head“. Penyakit ini akan muncul ketika akuarium dalam kondisi kotor.

Air yang kotor dapat menjadi sarang kuman penyakit, termasuk Head and Lateral Line Erosion. Tak hanya kualitas air yang buruk, gizi yang kurang seimbang pun dapat menyebabkan Red Severum Cichlid  terkena penyakit ini.

Tanda ikan terkena Head and Lateral Line Erosion akan memiliki rongga atau lubang di bagian kepala dan wajah. Penyakit lain yang juga menyerang Red Severum Cichlid meliputi infeksi bakteri, infeksi jamur, dan infeksi parasit.

Cara Pencegahan Terhadap Serangan Penyakit

Untuk mencegah serangan penyakit dan infeksi tersebut, dianjurkan untuk memperbanyak informasi mengenai penyebab dan cara pencegahan penyakit Red Severum Cichlid. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah meminimalisasi peluang terjadinya serangan penyakit.

Bagi Anda yang baru pertama kali memelihara ikan hias, pastikan untuk menerapkan sejumlah tips mudah untuk mencegah ikan terserang penyakit.

  • Pastikan akuarium dalam kondisi yang bersih.
  • Jika Anda hendak menambahkan aksesoris, pastikan untuk menggunakan aksesoris berbahan aman.
  • Lakukan karantina terhadap ikan yang disinyalir terserang penyakit untuk mencegah penyebaran.
  • Cek gejala penyakit yang menyerang Red Severum Cichlid. Apakah termasuk gejala ringan, sedang, atau parah? Catat di sebuah kertas. Jika gejala yang dialami Red Severum Cichlid termasuk serius, maka Anda sebaiknya berkonsultasi pada ahlinya.
  • Lantaran Red Severum Cichlid cukup sensitif terhadap obat, Anda tak bisa asal memberinya obat yang dijual di pasaran.
  • Alih-alih menggunakan obat kimia, lebih baik lakukan tindakan preventif, yakni menggunakan antibiotik alami. Antibiotik alami dapat diperoleh dengan mudah. Anda hanya perlu mencari mikroba atau tanaman yang mengandung antibiotik. Selain aman, cara ini menghemat pengeluaran Anda.
  • Selalu pastikan bahwa air yang ada di dalam tangki terjaga kebersihannya. Jika terdapat banyak sisa makanan menumpuk, maka Anda tak perlu menunggu, segera bersihkan akuarium meskipun belum genap satu minggu.
  • Kendati Red Severum Cichlid sangat menyukai cahaya yang temaram, bukan berarti Anda menyimpan akuarium di tempat yang gelap.
  • Beri Red Severum Cichlid pakan sesuai dengan usia. Hindari memberi pakan terlalu sedikit karena dapat menyebabkan Red Severum Cichlid kelaparan. Rasa lapar yang terlalu besar dapat meningkatkan agresifitasnya. Sementara makanan yang terlalu banyak dapat memicu obesitas.
  • Pilih pakan terbaik. Tidak masalah jikaAnda ingin menggunakan kombinasi antara makanan alami dengan buatan, asalkan pakan yang Anda berikan sesuai dengan nilai gizi yang dibutuhkan oleh Red Severum Cichlid.
  • Pastikan suhu air tetap dalam kondisi yang stabil. Dengan cara ini, kuman penyakit dapat ditekan semaksimal mungkin.
  • Jika Red Severum Cichlid mulai berubah, seperti kurang lincah atau tidak nafsu makan, maka segera beri vitamin khusus untuk pencegahan. Jika cara ini tidak berhasil dan mulai muncul gejala penyakit, maka segera lakukan antisipasi dengan memberikan pertolongan pertama.
  • Jika Red Severum Cichlid tidak menunjukkan keanehan, tetapi tiba-tiba kondisinya menurun drastis, maka Anda wajib untuk menghubungi ahlinya. Penanganan yang terlambat bisa memperparah kondisi ikan. Bahkan dapat memyebabkan ikan mati.

Ketersediaan Red Severum Cichlid di Pasaran

Lantaran keunikan dan keindahan warna yang dimiliki oleh Red Severum Cichlid, ikan ini semakin populer. Tidak hanya di benua Amerika, melainkan juga di Indonesia. Meskipun harganya tergolong tinggi, keindahan yang ditawarkan Red Severum Cichlid membuat akuaris rela merogoh kantongnya.

Serupa dengan ikan hias lainnya, Red Severum Cichlid dapat Anda temukan di toko ikan his besar. Sangat sulit mencari keberadaan ikan ini di toko ikan kecil. Pasalnya, Red Severum Cichlid termasuk dalam jenis ikan impor yang masih jarang dipelihara.

Lantaran cukup ekslusif, biasanya toko ikan hias memerlukan waktu sekitar tiga hingga satu minggu untuk memenuhi pesanan Anda. Jika Anda ingin mendapatkan Red Severum Cichlid lebih cepat, maka Anda bisa membelinya secara online.

Cukup banyak penjual online yang menawarkan Red Severum Cichlid dengan harga terjangkau. Namun, pastikan untuk memilih penjual yang dapat dipercaya. Sebelum memesan, akan lebih baik untuk bertanya mengenai kondisi Red Severum Cichlid.

Jangan sampai ikan yang Anda beli cacat atau memiliki penyakit bawaan. Jika perlu minta penjual Anda untuk memperlihatkan gambar terbaru. Dengan cara ini, Anda tidak perlu merasa ragu ataupun takut berbelanja online.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Ikan Red Severum Cichlid yang perlu untuk diketahui. Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk memeliharanya? Pastikan untuk mempersiapkan habitatnya dengan baik, ya! Ayo, bagikan artikel ini melalui media sosial!

Ikan Red Atebapo Cichlid

Mengenal Ikan Red Atebapo Cichlid

Ikan Red Atebapo Cichlid merupakan salah satu jenis ikan hias yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ikan ini memiliki warna merah yang cantik dengan bentuk ramping memanjang.

Red Atebapo Cichlid tergolong ke dalam jenis ikan dengan tingkat perawatan menengah. Artinya, tidak mudah, tetapi tidak sesulit yang dibayangkan. Red Atebapo Cichlid memiliki temperamen semi agresif.

Ikan cichlid merah nan cantik yang hidup di alam terbuka ini memiliki ukuran panjang maksimal sekitar 14 inci. Meskipun tinggal di alam terbuka, ikan ini pun dapat dipelihara di dalam rumah menggunakan akuarium.

Hanya saja, pertumbuhan maksimal Red Atebapo Cichlid akuarium sedikit berbeda dengan yang tumbuh di alam bebas. Rata-rata, perbedaaan panjang tubuh ikan yang hidup di akuarium akan berbeda sekitar satu hingga tiga inci lebih pendek.

Red Atebapo Cichlid  sangat cocok dipelihara dalam akuarium yang cukup luas dengan ukuran minimal 180 galon. Agar Red Atebapo Cichlid nyaman di dalam akuarium, pastikan bahwa suhunya tepat, yakni sekitar 76 oF hingga 84 oF.

Selain suhu air, perhatikan pula pH air yang cocok untuk Red Atebapo Cichlid, yakni sekitar 5.5 hingga 7.0 dengan dH sekitar 3 hingga 20. Red Atebapo Cichlid yang masuk dalam keluarga Cichliadae ini berasal dari Rio Tapajos, Brazil, Amazon, Amerika.

Informasi Umum Red Atebapo Cichlid

Red Atebapo Cichlid dikenal juga dengan nama Red Tapajos Pike atau Crenicichla sp. Tapajos Red merupakan jenis ikan yang cukup baru untuk akuaris. Secara ilmiah, ikan ini dikategorikan sebagai Crenicichla sp. Tapajos I. Namun, ikan ini sering dijual sebagai ikan hias dengan nama Tapajos Red Pike, Red Tapajos Pike, Tapajos I Pike, dan Ikan Red Atebapo Cichlid.

Ikan ini kerap disalahartikan sebagai Cobra Pike Crenicichla sp. Tapajos II. Meskipun hampir serupa dan berasal dari wilayah yang sama, Red Atebapo Cichlid lebih bervariasi dalam hal warna dan pola.

Red Atebapo Cichlid berasal dari Rio Tapajos dan dapat ditemukan di sekitar anak-anak sungai di sekitar Amazon Brasil bagian utara. Sungai Tapajos mengalir sekitar 1.200 mil dari pedalaman pegunungan di Amerika melalui lembah yang lembab dan panas.

Aliran air tersebut mengarah ke Sungai Amazon. Lembah tropis dengan volume air sungai yang besar berkontribusi membuat suhu air sungai sangat stabil dan hangat sepanjang tahun. Inilah mengapa Red Atebapo Cichlid terbiasa dengan perairan yang sangat hangat dengan kualitas air terbaik dan parameter yang stabil.

Bagi Anda yang ingin memelihara Red Atebapo Cichlid atau jenis ikan yang asalnya dari sungai Amazon wajib menjaga kondisi air agar tetap berkualitas tinggi dengan kadar nitrat rendah dan tingkat oksigen terlarut yang tinggi.

Perawatan Akuarium Red Atebapo Cichlid

Untuk merawat Ikan Red Atebapo Cichlid, Anda harus melakukan pengaturan akuarium esuai dengan habitat sungai aslinya. Meskipun Red Atebapo Cichlid tumbuh dengan panjang sekitar dua belas hingga empat belas inci, ikan ini tercatat sebagai perenang cepat.

Itulah salah satu alasan mengapa Red Atebapo Cichlid membutuhkan akuarium berukuran besar yang memungkinkannya berenang dengan bebas. Idealnya, ukuran akuarium untuk Red Atebapo Cichlid haruslah memiliki panjang minimal enam kaki dengan lebar dua kaki.

Ukuran tersebut sangat pas karena dapat memberikan ruang gerak ikan untuk berenang. Ruang yang ada juga memungkinkan Red Atebapo Cichlid menandai wilayahnya. Bahkan, ruang kosong yang ada dapat digunakan untuk menampung jenis ikan lainnya.

Dengan menempatkan Red Atebapo Cichlid di akuarium yang besar, tingkat keagresifannya pun akan lebih menurun. Lain halnya jika Red Atebapo Cichlid ditempatkan dalam akuarium kecil. Selain ruang gerak menjadi terbatas, ikan akan lebih agresif terhadap teman di sekitarnya.

Ketika Red Atebapo Cichlid ditempatkan di akuarium berukuran tepat, ikan ini tidak akan terlalu agresif. Namun, Red Atebapo Cichlid sering menjadi lebih agresif terhadap ikan sejenis, termasuk jenis Pike serupa lainnya.

Jenis Cichlid berukuran lebih besar, seperti Plecos, Light, dan Lele besar merupakan pasangan teman akuarium yang sangat tepat untuk Red Atebapo Cichlid. Anda bisa menempatkan kelompok ini ke dalam akuarium besar berukuran minimal 180 atau lebih.

Tambahkan substrat berpasir, kerikil kecil, atau campuran pasir dengan kerikil, kayu apung dengan bentuk menyerupai gua alami, kayu apung potongan kecil, bebatuan, dan tanaman hidup yang biasa ditemukan di sekitar aliran Sungai Amazon.

Ikan Red Atebapo Cichlid memiliki toleransi cahaya yang cukup baik. Anda bisa menerangi akuarium, tempat tinggalnya dengan lampu tiga watt per galonnya. Ikan ini sangat menyukai wilayah yang diarsir melalui vegetasi mengambang dengan tambahan kayu apung dan gua batu.

Ikan Red Atebapo Cichlid membutuhkan air bersih yang stabil dengan suhu sekitar 84 °F dan pH rendah sekitar 5.5 hingga 6. Lantaran Red Atebapo Cichlid cepat besar, ikan ini membutuhkan ruang terbuka yang luas untuk berburu dan berenang.

Makanan dan Gizi Red Atebapo Cichlid 

Sebenarnya Red Atebapo Cichlid lebih menyukai makanan berupa mangsa hidup. Maklum saja, ikan kecil menjadi sumber makanan utama di habitat alaminya. Namun, Red Atebapo Cichlid dapat menyesuaikan diri dengan baik dan belajar dengan cepat ketika dipindahkan ke dalam akuarium.

Red Atebapo Cichlid dapat dilatih untuk menerima makanan hidup lain yang belum pernah dikonsumsinya, seperti cacing tanah dan udang hantu.

Red Atebapo Cichlid juga dapat dilatih untuk menerima makanan berupa daging beku atau makanan segar lainnya, seperti udang air asin, krill cincang, dan potongan ikan cincang.

Kendati tidak selalu berhasil, sebagian besar Red Atebapo Cichlid yang telah terbiasa hidup di dalam akuarium dapat menerima palet buatan khusus yang kaya gizi dan nutrisi.

Jika Red Atebapo Cichlid menolak untuk mengonsumsi palet, maka Anda tak perlu khawatir, sebab udang hantu, udang air asin, maupun cacing tanah diperkaya vitamin yang nilai gizinya seimbang dan setara dengan makanan bervariasi.

Manfaat Memelihara Ikan Hias Red Atebapo Cichlid

Memelihara ikan hias memang tampak sepele. Namun, tahukah Anda bahwa kegiatan ini ternyata memberikan manfaat yang sangat luar biasa?

Lantas, apa saja manfaat memelihara Red Atebapo Cichlid ? Berikut uraiannya!

  • Membuat Anda Lebih Tenang

Memelihara ikan dapat membuat Anda lebih tenang. Ketika Anda tengah jenuh atau memiliki banyak pikiran, cobalah untuk menikmati suara aliran air. Lihatlah bagaimana Red Atebapo Cichlid meliuk dengan indahnya. Lambat laun, perasaan kacau Anda pun akan berubah menjadi ketenangan yang menyenangkan.

  • Menjernihkan Pikiran

Memelihara Red Atebapo Cichlid juga sangat bermanfaat untuk menetralkan pikiran Anda. Hal ini pun erat kaitannya dengan kesehatan. Dengan melihat gerakan alami Red Atebapo Cichlid selama sepuluh menit saja, Anda akan mendapatkan rasa tenang.

Saraf yang tegang akan kembali kendur. Tidak ada lagi tekanan atau beban, yang tersisa hanyalah rasa tenteram, hangat, dan nyaman.

  • Menginspirasi

Tak banyak yang menyadari bahwa hanya dengan melihat ikan hias berenang ke sana ke mari dapat memberikan inspirasi. Ketika Anda merasa suntuk atau tidak memiliki ide, jangan ragu untuk mendekati akuarium.

Nikmati setiap gerakan Red Atebapo Cichlid. Lambat laun, pikiran Anda yang semula buntu akan kembali segar. Di saat inilah, ide-ide yang baru akan bermunculan. 

  • Menambah Pendapatan

Memelihara Red Atebapo Cichlid juga bisa menambah pendapatan Anda. Bagaimana caranya? Anda bisa memulainya dengan merawat bayi Red Atebapo Cichlid hingga tumbuh dewasa dan dapat berkembang biak dengan baik.

Beri Red Atebapo Cichlid makanan yang bergizi sehingga pertumbuhannya sempurna. Ketika Red Atebapo Cichlid telah dewasa, Anda bisa menjualnya dengan harga tinggi.

Semakin banyak Red Atebapo Cichlid yang berhasil dikembangbiakkan, semakin banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

  • Meningkatkan Keindahan Ruangan

Memelihara Red Atebapo Cichlid di dalam akuarium ecara tidak langsung telah meningkatkan keindahan ruangan. Ruangan yang semula kosong menjadi lebih hidup dan hangat berkat keberadaan Red Atebapo Cichlid.

  • Menjaga Alam Tetap Lestari

Secara tidak langsung, memelihara Red Atebapo Cichlid dapat memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Hal ini juga menjaga Red Atebapo Cichlid dari kepunahan akibat eksplorasi besar-besaran.

Dengan memelihara ikan hias, Anda telah berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Red Atebapo Cichlid

Memelihara ikan memang tampak terdengar sangat sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya, merawat ikan, utamanya Red Atebapo Cichlid membutuhkan kesabaran yang tinggi. Mengingat Red Atebapo Cichlid   termasuk sulit dirawat.

Kendati demikian, merawat ikan hias akan memberikan Anda kehidupan yang lebih menyenangkan. Dibandingkan dengan hewan peliharaan lainnya, memelihara ikan dianggap lebih berguna dan menantang, terutama jika ikan yang Anda pilih merupakan tipe agresif.

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ikan hias Red Atebapo Cichlid di dalam akuarium, terdapat sejumlah hal penting yang wajib Anda perhatikan. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

  • Cari Informasi Mengenai Ikan Hias Pilihan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih ikan hias yang kuat. Salah satu pilihan terbaik adalah Red Atebapo Cichlid . Ikan ini cukup agresif, lincah, pandai berenang, memiliki kekuatan yang bagus, dan tampilan sangat menawan dengan warna merah yang berkilau.

Alih-alih membeli akuarium lebih dulu, Anda lebih baik menggali lebih dulu informasi mengenai Red Atebapo Cichlid. Dengan cara ini, Anda tidak akan salah dalam memilih ukuran akuarium, mengatur suhu, pH, dan memberinya makanan.

Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan mengenai Red Atebapo Cichlid, semakin baik karena akan memudahkan Anda dalam merawatnya.

  • Sediakan Tempat yang Pas

Setelah menentukan jenis ikan yang akan Anda pelihara dan menggali informasi lengkapnya, langkah selanjutnya adalah menyediakan wadah yang tepat. Sebagaimana Anda ketahui, Red Atebapo Cichlid sangat menyukai tempat yang luas.

Ukuran minimal akuarium Red Atebapo Cichlid terbaik adalah sekitar 180 galon. Dengan ukuran ini, Red Atebapo Cichlid akan hidup layak, nyaman, dan aman. Meskipun nantinya Anda akan menambahkan jenis ikan lainnya, Red Atebapo Cichlid akan tetap hidup damai.

  • Siapkan Peralatan dan Dekorasi

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan peralatan dan dekorasi. Akuarium yang telah disediakan haruslah disempurnakan dengan alat dan dekorasi memadai. Anda wajib memasang filter air, pengatur suhu, dan pencahayaan.

Selain kelengkapan tersebut, tambahkan dekorasi untuk mempercantik akuarium. Dekorasi yang sangat disukai Red Atebapo Cichlid adalah gua batu, tanaman hijau, dan kerikil halus. Agar Red Atebapo Cichlid lebih cepat beradaptasi, pastikan akuarium Anda menyerupai habitat aslinya.

Langkah-langkah Menyiapkan Akuarium Red Atebapo Cichlid 

Bagi Anda yang sudah terbiasa memelihara ikan hias, menyiapkan akuarium bukanlah perkara yang sulit. Lain halnya dengan para pemula. Meskipun hal ini tampak mudah, faktanya menyiapkan akuarium diperlukan ketelitian.

Agar Anda tidak salah langkah, pastikan untuk mengikuti sejumlah tips berikut ini.

  • Siapkan Akuarium

Pertama, siapkan akuarium, termasuk substrat dan dekorasi. Bersihkan akuarium, substrat, dan seluruh dekorasi menggunakan sabun pembersih yang aman. Bilas hingga bersih dan keringkan lebih dulu dengan bantuan cahaya matahari.

Selain prosesnya lebih cepat, pengeringan alami menggunakan bantuan matahari sangat efektif membunuh kuman penyakit yang mungkin saja menempel di akuarium atau dekorasi. Sembari menunggu kering, siapkan seluruh peralatan, mulai dari filter, lampu, selang air, hingga pengatur suhu air.

Hias akuarium yang telah kering dan pasang kelengkapan yang dibutuhkan. Setelah semuanya sesuai, tambahkan air hingga batas aman. Gunakan de-klorinator untuk menghilangkan klorin di di dalam air.

Setelah akuarium penuh, Anda bisa menyalakan filter air dan pengatur suhu. Diamkan akuarium selama tiga hingga enam minggu. Hindari menambahkan ikan ke dalam akuarium satu hari setelah persiapan, sebab akuarium membutuhkan waktu untuk menyelesaikan siklus nitrogen.

Artinya, kurun waktu tersebut, secara alami air yang telah ditambahkan de-klorinator akan membangun lapisan bakteri baik yang berguna untuk memecah senyawa berbahaya pemicu kematian ikan, seperti nitrit dan amonia.

  • Perkenalkan Ikan

Setelah mendiamkan air selama tiga hingga enam minggu, lakukan pengukuran kadar nitrit, nitrat, dan amonia mengguna alat khusus untuk mengetes air. Saat pengecekan, kadar amonia dan nitrit akan memuncak lalu turun drastis hingga menyentuh angka nol, sedangkan kadar nitrat akan mendekati angka nol.

Setelah proses di atas selesai, lanjutkan dengan mengapungkan kantong plastik berisi Red Atebapo Cichlid dalam akuarium selama tiga pulu menit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa air telah menghangat dengan pas sehingga Red Atebapo Cichlid mudah beradaptasi.

Tambahkan segelas air ke dalam plastik berisi Red Atebapo Cichlid setiap lima hingga sepuluh menit hingga air penuh. Setelahnya, gunakan jaring untuk mengeluarkan Red Atebapo Cichlid dari kantong ke dalam akuarium.

  • Jaga Kondisi Air

Hal penting dalam memelihara ikan adalah bagaimana cara Anda merawat air. Sebagaimana Anda ketahui, air adalah kebutuhan pokok semua jenis ikan. Tanpa air, ikan akan mati secara perlahan.

Lantaran Red Atebapo Cichlid terbiasa hidup di lingkungan dengan air yang bersih dan terjaga ketabilannya, maka Anda wajib menjaga kualitas air. Tidak hanya bersih, tetapi juga aman dari senyawa berbahaya yang dapat menyebabkan kematian ikan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan parameter air agar kadar amonia, nitrat, dan nitrit tetap dalam batas wajar. Pastikan pula untuk rutin mengganti air. Namun, hindari mengganti air secara keseluruhan karena dapat menghancurkan bakteri baik yang ada di dalam air.

Sebaiknya, ganti air sekitar dua puluh hingga lima puluh persen setiap satu minggu sekali atau ketika diperlukan. Misalnya, air keruh karena sisa makanan padahal baru dibersihkan kurang dari seminggu yang lalu, maka Anda wajib menggantinya segera. Tak perlu menunggu jadwal selanjutnya.

  • Perawatan Akuarium

Selain memastikan air dalam kondisi bersih, Anda pun wajib memastikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan ikan dengan rutin melakukan pengecekan filter air, saluran air, pengatur suhu air, dan pencahayaan akuarium.

Cek apakah semua alat tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak? Jika terjadi kerusakan, maka segera lakukan perbaikan atau ganti dengan yang baru.

Bagaimana Cara Memelihara Red Atebapo Cichlid?

Lantas, bagaimana cara memelihara Red Atebapo Cichlid?

  • Sesuaikan Akuarium

Sesuaikan ukuran akuarium dengan jenis ikan yang hendak dipelihara. Jika Anda memelihara Red Atebapo Cichlid, maka Anda membutuhkan akuarium minimal 180 galon.

  • Pisahkan Ikan

Kendati Red Atebapo Cichlid termasuk semi agresif dan dapat hidup berdampingan dengan ikan jenis lainnya dalam satu akuarium, Anda perlu memisahkannya dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika Red Atebapo Cichlid hendak memasuki masa pemijahan dan saat terserang penyakit.

Red Atebapo Cichlid yang akan memasuki masa pemijahan biasnaya lebih agresif dibandingkan hari biasa. Ketika Red Atebapo Cichlid tampak lesu, tidak lincah, dan sulit makan, segera pisahkan di wadah lain untuk menghindari penularan pada ikan lain.

  • Atur Arus Air

Red Atebapo Cichlid hanya dapat tinggal di tempat dengan arus air yang sesuai dengan habitat aslinya, yakni lembah sungai Amazon.

Penyesuaian arus air tidak hanya berguna untuk memudahkan Red Atebapo Cichlid berdaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga menjaga agar sistem pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem peredaran darah ikan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat bertahan hidup.

  • Lakukan Pembersihan Setiap Minggu

Sebagaimana Anda ketahui, air merupakan komponen utama bagi ikan. Tanpa keberadaan air, ikan tidak dapat bertahan hidup. Mengingat pentingnya air, Anda wajib menjaga kebersihannya. Ingat, semakin baik kualitas air, semakin panjang pula angka harapan hidup.

Belum lagi, Red Atebapo Cichlid terbiasa hidup di alam terbuka dengan air yang sangat bersih. Oleh karena itu, gantilah air setiap seminggu sekali.

  • Beri Makan Teratur

Layaknya manusia, ikan juga membutuhkan makanan untuk hidup. Anda tidak perlu memberi Red Atebapo Cichlid makanan dalam jumlah besar.

Sangat dianjurkan untuk memberi pakan Red Atebapo Cichlid dengan porsi kecil, tetapi teratur. Misalnya setiap tiga jam atau empat jam sekali. Selain berguna untuk menjaga kesehatan pencernaan ikan, cara ini efektif mencegah air kotor karena sisa makanan.

Makanan untuk Ikan Hias Tawar

Pada dasarnya, alam telah menyediakan pakan untuk Red Atebapo Cichlid. Namun, ketika Red Atebapo Cichlid dijadikan sebagai ikan hias, sudah kewajiban Anda untuk memberinya pakan. Tersedia dua jenis pakan untuk Red Atebapo Cichlid, yakni pakan alami dan pakan buatan.

  • Pakan alami adalah makanan untuk ikan yang berasal dari bahan alami tanpa tambahan ataupun pengolahan yang rumit. Nilai gizi dari makanan ini dua kali lipat lebih bagus daripada makanan ikan kemasan.
  • Pakan buatan adalah makanan ikan dibuat dari bahan baku alami yang diolah menggunakan mesin. Selain dibuat di pabrik besar, tersedia pakan buatan hasil olahan rumahan.

Jenis pakan alami untuk Red Atebapo Cichlid 

Adapun makanan alami yang dapat disantap oleh Red Atebapo Cichlid, di antaranya sebagai berikut.

  • Udang kecil – pakan alami ini sangat cocok dikonsumsi oleh bayi Red Atebapo Cichlid dan ikan hias lainnya.
  • Daphina – pakan alami ini cocok dikonsumsi oleh Red Atebapo Cichlid yang telah beranjak dewasa. Kandungan di dalamnya mampu mengeluarkan warna Red Atebapo Cichlid.
  • Cacing sutera – pakan alami ini sangat baik untuk ikan Red Atebapo Cichlid karena mengandung banyak organik yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhannya.
  • Jentik nyamuk – Bisa dibilang makanan ini merupakan favorit banyak orang karena kandungan protein di dalamnya sangat tinggi. Kandungan protein dapat mempercepat sistem reproduksi menjadi lebih maksimal.
  • Phytoplankton –  organisme air berukuran kecil yang melayang mengikuti arus air ini merupakan makanan yang baik untuk Red Atebapo Cichlid . Tidak hanya menyehatkan, pakan alami ini juga dapat membantu mempercepat pertumbuhan ikan hias.
  • Zooplankton – organisme yang disebut juga dengan plankton hewani ini juga sangat baik untuk pertumbuhan Red Atebapo Cichlid.
  • Infusoria –  makanan alternatif berupa protozoa yang cocok untuk burayak. Biasanya makanan ini diberikan setelah cadagannya habis. Meskipun tergolong jarang, protozoa yang dapat ditemukan di sawah, kolam, rawa, dan perairan tawar ini dapat dijadikan pilihan untuk Red Atebapo Cichlid.
  • Rotifera – makanan berupa sekumpulan jasad renik ini termasuk ke dalam salah satu kelas udang renik dengan ukuran sekitar 50 sampai 300 mikron.  Jenis rotifera yang paling banyak ditemukan adalah Brachionus. Makanan ini sangat baik untuk pertumbuhan ikan hias tawar, termasuk Red Atebapo Cichlid.
  • Moina – merupakan salah satu jenis kutu air yang memiliki bentuk tubuh agak bulat, dengan warna kemerahan. Makanan ini sering dijadikan sebagai piliha alternatif yang baik untuk tumbuh kembang ikan hias.

Selain sejumlah pakan alami yang telah disebutkan di atas, hampir sebagian besar ikan hias juga dapat menyantap tumbuhan di sekitarnya. Namun, tentunya tidak semua tumbuhan, sebab hal ini mengikuti habitat asli ikan hias tersebut berasal.

Kendati demikian, sejumlah ikan hias tawar dapat mengonsumsi sayuran dan tumbuhan, seperti wortel. Wortel merupakan salah satu makanan favorit ikan louhan. Kandungan di dalam wortel efektif mempercepat proses pengeluaran warna dan pembentukan jidat atau nonong.

Selain wortel, timun juga dapat sering dijadikan sebagai makanan alternatif. Salah satu ikan hias yang sangat menyukai timun adalah catfish. Maklum saja, selain harganya murah dan mudah ditemukan, kandungan di dalam timun dapat meningkatkan nafsu makan ikan. Sangat cocok diberi untuk ikan yang tengah sakit atau dalam pemulihan. 

Jenis Pakan Buatan untuk Red Atebapo Cichlid 

Selain pakan alami, terdapat pakan buatan untuk ikan. Pakan ini lebih praktis karena dikems dengan baik. Nilai gizinya pun setara dengan makanan alami.

Kabar baiknya, Red Atebapo Cichlid juga dapat mengonsumsi makanan buatan, yakni pelet ikan yang dijual di pasaran. Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua Red Atebapo Cichlid bisa menerima pakan buatan.

Oleh karena itu, pastikan untuk memberinya pelet berkualitas yang dikhususkan untuk Red Atebapo Cichlid. Meskipun harganya relatif mahal, pelet ini dapat memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi Red Atebapo Cichlid .

Sangat dianjurkan untuk tetap memberi Ikan Red Atebapo Cichlid pakan alami untuk mencegah kebosanan. Pemberian pakan alami dan pakan buatan secara seimbang dapat mempercepat perkembangan Red Atebapo Cichlid.

Demikianlah informasi mengenai Ikan Red Atebapo Cichlid lengkap yang perlu untuk diketahui. Dengan informasi ini Anda akan lebih mudah memelihara Red Atebapo Cichlid. Jangan lupa sebarkan artikel ini, ya!

Recent search terms:

  • ikan chiclid warna merah (1)

Ikan Uaru Cichlid

Mengenal Ikan Uaru Cichlid

Ikan Uaru Cichlid atau dikenal juga dengan Uaru Amphiacanthoides merupakan jenis ikan yang memiliki bentuk tubuh dan warna paling unik di dalam keluarga ikan cichlid.

Umumnya, ikan Uaru Amphiacanthoides dewasa berwarna abu-abu keperakan dengan satu bintik hitam besar menyerupai sobekan di tengah tubuh dan pangkal ekor.

Sebenarnya, Juvenile Uaru Cichlids memiliki kesamaan dalam warna, tetapi bintiknya berbeda, yakni putih di sebagian besar tubuh dengan pinggiran emas yang tersebar di titik tetesan air mata.

Uaru Cichlid juga dikenal sebagai Triangle Cichlid. Meskipun memiliki ciri khusus, hal ini akan memudar ketika Uaru Amphiacanthoides bertambah tua dan menghilang sama sekali ketika ukurannya mencapai tiga hingga empat inci.

Asal Usul Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides berasal dari daerah di pedalaman lembah Amazon, Amerika Selatan. Uaru Amphiacanthoides merupakan makanan pokok bagi penduduk asli lembah Amazon.

Lantaran hidup penduduk setempat sangat bergantung dengan ikan ini, para penduduk sangat jarang menjadiukan Uaru Amphiacanthoides sebagai ikan hias akuarium. Meskipun demikian, Uaru Amphiacanthoides tercatat sebagai salah satu jenis ikan yang dapat beradaptasi dengan baik.

Uaru Amphiacanthoides juga memiliki toleransi tinggi terhadap berbagai kondisi air dan beragam jenis makanan.

Ikan Uaru Amphiacanthoides sangat unik, sebab warnanya akan berubah seiring waktu. Ketika Uaru Amphiacanthoides berada dalam masa muda, sebagian besar warnanya cokelat dengan garis hitam horisontal yang menonjol dan menutupi bagian tengah.

Sementara Uaru Amphiacanthoides yang belum mencapai usia matang berwarna coklat dan hitam. Uaru Amphiacanthoides biasanya akan memasuki fase dewasa yang ditandai dengan perubahan warna, yakni abu keperakan setelah mencapai ukuran empat inci.

Uaru Amphiacanthoides membutuhkan akuarium dengan ukuran minimal 70 galon atau lebih. Akuarium Uaru Amphiacanthoides  harus didasari dengan kerikil halus dan diberi banyak bebatuan, kayu apung, dan pot bunga untuk perersembunyian.

Uaru Amphiacanthoides  tergolong ikan yang damai dan tidak agresif, kecuali pada saat pemijahan. Hal ini memudahkan Anda menempatkan Uaru Amphiacanthoides  dengan jenis ikan cichlid lain berukuran sedang. seperti Firemouth, Narapidana, dan Beo.

Uaru Amphiacanthoides Jantan dan Betina

Lantaran keunikannya, Uaru Amphiacanthoides jantan dan betina cukup sulit dibedakan. Namun, jantan Uaru Amphiacanthoides dewasa memiliki papilla genital yang lebih runcing dan lebih besar dibandingkan dengan betina.

Cara yang paling banyak digunakan oleh pemelihara ikan Uaru Amphiacanthoides untuk membedakan jantan dan betina adalah dengan memasukkan empat hingga enam ekor remaja ke dalam akuarium.

Hal tersebut dilakukan agar jantan dan betina dapat menemukan pasangannya secara alami dan membuat keluarga inti. Cara lain yang dapat dilakukan untuk membedakan Uaru Amphiacanthoides jantan dengan betina adalah bertanya langsung pada penjual ikan hias.

Uaru Amphiacanthoides tergolong jenis ikan yang sulit berkembang biak. Ikan ini tidak mudah bercinta sehingga harus diusahakan oleh pemiliknya.

Secara umum, Uaru Amphiacanthoides betina lebih menyukai daerah yang gelap. Meskipun demikian, tak masalah untuk membiarkan lampu menyala, selama intensitasnya rendah. Lampu yang terlalu terang dapat menyebabkan ketidaknyamanan Uaru Amphiacanthoides.

Pencahayaan yang tepat dapat menurunkan risiko Uaru Amphiacanthoidesm memakan telur mereka. Maklum saja, Uaru Amphiacanthoides cenderung mengalami stres tinggi selama masa pemijahan sehingga rentan memakan telurnya sendiri.

Untuk mengurangi tingkat stres, pisahkan pasangan Uaru Amphiacanthoides  dengan telurnya. Letakkan jarring-jaring khusus ikan yang tersedia di pasaran untuk mencegah telur dimakan oleh Uaru Amphiacanthoides dewasa.

Umumnya, Uaru Amphiacanthoides  betina akan bertelur cukup banyak dalam satu kali masapemijahan, yakni sekitar 100 hingga 400 telur. Telur Uaru Amphiacanthoides akan menetas dalam rentang waktu selama empat hari. Dalam waktu hanya beberapa bulan saja, bayi Uaru Amphiacanthoides  akan tumbuh mencapai dua inci.

Bayi Uaru Amphiacanthoides  biasanya diberi makan udang air asin. Bayi Uaru Amphiacanthoides  akan hidup sekitar satu atau dua minggu setelah mereka menetas.

Bayi Uaru Amphiacanthoides  yang baru menetas mulanya akan berwarna gelap dan berubah menjadi kuning atau emas dengan bintik-bintik putih setelah mencapai panjang dua inci. Warna tubuh Uaru Amphiacanthoides akan kembali berubah seiring berjalannya waktu.

Klasifikasi Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides ditemukan di Amerika Selatan, tepatnya di lembah Sungai Amazon sepanjang drainase Sungai Amazon – Solimoes. Jangkauan Uaru Amphiacanthoides di daerah ini membentang dari Sungai Japura hingga Sungai Tapajos dan lembah Sungai Negro bagian tengah dan bagian bawah.

Nama umum Ikan Uaru Cichlid adalah Triangle Cichlid, Chocolate Cichlid dan Waroo. Ikan ini dideskripsikan oleh Heckel pada tahun 1840 dan tidak terdaftar dalam Daftar Merah IUCN.

Ikan yang dikonsumsi penduduk asli Lembah Sungai Amazon ini dapat hidup di dalam air bersoh  dengan pH 6.8. Untuk bertahan hidup, Uaru Amphiacanthoides akan memakan detritus, cacing, serangga, krustasea, buah, dan tanaman.

  • Nama Ilmiah: Uaru amphiacanthoides
  • Pengelompokan Sosial: Soliter – Sebagian besar merupakan predator alami.
  • Daftar Merah IUCN: LC – Least Concern
  • Kerajaan: Animalia
  • Divisi: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Order: Cichliformes
  • Keluarga: Cichlidae
  • Genus: Uaru
  • Jenis: U. Amphiacanthoides
  • Nama binomial: Uaru Amphiacanthoides (Heckel, Tahun 1840 )
  • Nama lain: Pomotis Fasciatus (Jardine, Tahun 1843), Uaru obscurum (Günther, Tahun 1862), dan Acara imperialis (Steindachner, Tahun 1879)

Habitat Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides dapat bertahan hidup di dalam air dengan pH 5.5 hingga 7.0. Sementara suhu idealnya berkisar antara 79 °F hingga 83 °F. Uaru Amphiacanthoides termasuk jenis ikan peternak terbuka. Rata-rata betina Uaru Amphiacanthoides dapat menghasilkan 100 hingga 1000 telur.

Uaru Amphiacanthoides betina akan mengalirkan air di atas telur dengan cara mengipasi telur menggunakan siripnya. Dengan hati-hati Uaru Amphiacanthoides akan menjaga telur-telurnya dalam lubang.

Setelah telur menetas, benih Uaru Amphiacanthoides akan mendapatkan makanan dari lapisan lendir induknya hingga mereka tumbuh cukup besar untuk menerima makanan siap saji. Umumnya, Uaru Amphiacanthoides bayi akan diberi makan berupa udang air asin, makanan serpihan giling, dan makanan khusus untuk benih ikan air tawar.

Uaru Cichlids adalah ikan omnivora yang akan memakan sebagian besar makanan siap saji, termasuk makanan beku, seperti cacing darah beku – kering, tubifex, plankton laut, makanan serpihan, dan pelet Cichlid.

Karakteristik Uaru Amphiacanthoides

  • Ukuran ikan: 12 inci atau sekitar 30.48 cm
  • Ukuran tangki minimum: 70 gal atau sekitat 265 L
  • Temperamen: Damai dan santai
  • Suhu: 79 °F hingga 82. °F  atau 26.1 °C hingga 27.8 °C

Uaru Amphiacanthoides merupakan ikan peliharaan yang hebat. Bahkan, Uaru Amphiacanthoides disamakan dengan diskus dan dijuluki “diskus orang miskin“. Seperti halnya Discus, Uaru Amphiacanthoides adalah spesies yang sangat menantang untuk dipelihara dan berkembang biak.

Salah satu daya tarik utama Uaru Amphiacanthoides adalah ketika sedang bertelur. Uaru Amphiacanthoides akan tampak lebih memesona dan mengagumkan. Tetesan air mata di tubuhnya menjadi besar dan lebih hitam dengan sedikit warna cokelat atau abu-abu di sekitar tepi. Matanya menyala seperti lentera dengan warna merah oranye cerah.

Uaru Amphiacanthoides memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ikan ini cepat dalam menanggapi dan merespons pemiliknya. Bahkan, cukup banyak pemilik yang melaporkan bahwa Uaru Amphiacanthoides adalah salah satu jenis ikan hias akuarium yang paling cerdas.

Uaru Amphiacanthoides juga mudah beradaptasi. Uaru Amphiacanthoides bukan termasuk ikan komunitas, tetapi ikan ini dapat dipelihara bersama dalam satu akuarium bersama dengan cichlid Amerika Tengah dan Selatan yang santai, bukan predator.

Uaru Amphiacanthoides tergolong spesies yang tak boleh dibiarkan sendirian. Lantaran Uaru Amphiacanthoides  termasuk jenis ikan dengan sosial tinggi, sangat dianjurkan untuk memeliharanya sebanyak dua atau tiga dalam satu akuarium sehingga perkembangannya optimal.

Selama Uaru Amphiacanthoides diberikan banyak ruang dan dekorasi tepat, pengelompokan ikan, baik sesama jenis maupun beda jenis ikan dapat bekerja dengan baik. Namun, pastikan bahwa ukuran minimal akuarium tidak kurang dari seratus galon.

Informasi Umum Uaru Amphiacanthoides

Panjang Uaru Amphiacanthoides dewasa biasanya mencapai sekitar 10 inci jika dipelihara di akuarium. Sementara ikan Uaru Amphiacanthoides yang dipelihara di alam liar dapat mencapai panjang tubuh hingga 12 inci.

Kendati ukurannya sedang hingga besar, Uaru Amphiacanthoides termasuk spesies yang damai dan santai sehingga dapat  dipelihara bersama dengan berbagai spesies Cichlid menengah atau besar lainnya.

Uaru Amphiacanthoides menyukai lingkungan air yang hangat dengan pH sekitar 5.5 dan suhu air antara 80 °F dan 84 °F. Namun, mereka dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi akuarium secara perlahan-lahan.

Uaru Amphiacanthoides tidak terlalu agresif terhadap penghuni akuarium lainnya. Uaru Amphiacanthoides hanya akan memakan ikan kecil, invertebrata, krustasea, atau tanaman hidup yang dapat masuk ke dalam mulutnya.

Makanan dan Gizi Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides sangat berlimpah di lembah Amazon karena ikan ini memakan hampir seluruh makanan nabati atau daging-dagingan. Uaru Amphiacanthoides yang dipelihara di dalam akuarium pun mudah diberi pakan karena mereka dapat mengonsumsi sebagian besar makanan yang dijual di pasaran, termasuk makanan umum untuk ikan air tawar.

Makanan favorit Uaru Amphiacanthoides meliputi serpihan, tanaman hidup, cacing, keripik, makanan pelet, wafer, dan stik yang terbuat dari sayuran. Uaru Amphiacanthoides yang baru menetas akan mengkonsumsi lendir alami yang diproduksi oleh orang tuanya. 

Uaru Amphiacanthoides termasuk cepat berkembang pesat sehingga mudah mengonsumsi berbagai jenis makanan, baik udang air asin, serpihan, ganggang, dan Cyclop-eeze. Uaru Amphiacanthoides tidak hanya mengonsumsi berbagai jenis tanaman atau daun-daunan, tetapi juga dapat mengomsumsi batang dari beragam tanaman.

Ikan Uaru Cichlid yang hidup di alam bebas adalah hewan omnivore pemakan krustasea, cacing, detritus, serangga, buah, dan tanaman. Sementara di akuarium, Ikan Uaru Cichlid justru mengonsumsi cacing tanah hidup, cacing hitam hidup, cacing darah beku, udang air garam beku, selada, dan kacang polong rebus.

Kendati demikian, Anda dianjurkan untuk memasukkan makanan yang terbuat dari sayuran dalam diet reguler untuk mencegah penyakit seperti Hole-in-the-Head. Memberi makan sayuran hijau akan membantu Ikan Uaru Cichlid memadamkan keinginan alami untuk memakan tanaman yang ada di dalam akuarium.

Untuk menjaga berat badan dan kondisi tubuh tetap fit, beri Ikan Uaru Cichlid makan dalam jumlah kecil beberapa kali sehari. Bukan memberinya satu kali makan dalam jumlah banyak. Pemberian makanan dalam jumlah banyak hanya akan merusak kualitas air dan membuat pengeluaran Anda membengkak.

Sesekali, biarkan Uaru Amphiacanthoides puasa satu hari  dalam seminggu. Hal ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Anda bisa memberi Uaru Amphiacanthoides vitamin dan suplemen secara berkala untuk memaksimalkan pertumbuhan.

Pemijahan Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides termasuk spawner substrat yang akan bertelur hingga ratusan telur selama pemijahan berlangsung. Meskipun faktanya, Uaru Amphiacanthoides cukup sulit untuk berhubungan seks dan berpasangan.

Itulah salah satu alasan mengapa sebagian besar orang lebih menyukai memelihara ikan Uaru Amphiacanthoides sendiri di dalam akuarium atau membiarkannya berpasangan dengan sendirinya.

Setelah Uaru Amphiacanthoides  menemukan pasangan, ikan ini harus dipindahkan ke akuarium lain untuk pemijahan. Mengapa? Serupa dengan kebanyakan Cichlid, pasangan Uaru Amphiacanthoides yang hendak melakukan pemijahan akan sangat agresif terhadap Cichlids lain di akuarium.

Akuarium pemijahan haruslah memiliki substrat berpasir lunak yang dilengkapi dengan beberapa pot tanah liat atau kayu apung yang fungsinya sebagai penutup.

Setelah dua minggu bertelur, pasangan Uaru Amphiacanthoides wajib dipindahkan ke dalam akuarium lain. Selamadua minggu pertama, bayi Uaru Amphiacanthoides akan memakan lendir dari tubuh orang tuanya. Namun, bayi Uaru Amphiacanthoides akan tumbuh cepat sehingga mampu memakan Cyclop-eeze atau bayi air asin bayi.

Saat itulah, orang tua Uaru Amphiacanthoides harus dikeluarkan dari akuarium. Hal ini dilakukan untuk mencegahnya memangsa anaknya sendiri. Uaru Amphiacanthoides tumbuh cepat dan bisa mencapai ukuran satu hingga dua inci hanya dalam waktu empat hingga enam minggu.

Uaru Amphiacanthoides memiliki bentuk tubuh menyerupai cakram oval dengan panjang mencapai sekitar 12 inci atau 30 cm.  Jika Uaru Amphiacanthoides dirawat dengan baik di dalam akuarium, panjang tubuhnya 25.5 cm dengan masa hidup mencapai delapan hingga sepuluh tahun.

Uaru Amphiacanthoides  dewasa sangat menonjol karena warna tubuhnya sangat cantik, yakni paduan abu-abu dengan perak. Di bagian tubuh terdapat titik berupa tetesan air mata menyamping dengan ukuran besar berwarna cokelat gelap atau zaitun di tengah tubuh.

Ada juga Uaru Amphiacanthoides  yang memiliki bercak di pangkal ekor atau memiliki mata oranye kekuningan dengan bantalan lemak tebal di bagian leher.

Ketika pemijahan berlangsung, tetes air mata secara alami akan membesar dan menghitam. Alhasil, warna cokelat dan abu-abu di sekitar tepi menjadi lebih kecil. Warna mata Uaru Amphiacanthoides pun menjadi merah oranye cerah.

Uaru Amphiacanthoides  remaja tampak seperti ikan daun  dengan warna kuning menyerupai ikan mas berbintik putih. Nantinya, warna gelap di dekat area perut Uaru Amphiacanthoides akan berkembang dan membentuk tetesan air mata “samping” seperti pada ikan dewasa.

Hal tersebut akan dialami oleh semua Uaru Amphiacanthoides remaja yang telah mencapai panjang sekitar tiga hingga empat inci.

Semua jenis cichlids, termasuk ikan air asin wrasses dan parrotfish memiliki faring dan gigi biasa serta gigi yang terletak di tenggorokan. Ikan jenis Cichlids kecepatan berenang yang sangat baik. Seluruh jenis cichlids, termasuk Uaru Amphiacanthoides memiliki satu lubang hidung di setiap sisi.

Hambatan Dalam Memelihara Uaru Amphiacanthoides

Kendati Uaru Amphiacanthoides  sangat unik dengan warna yang cantik, faktanya ikan ini tidak mudah dipelihara. Namun, bagi Anda yang telah terbiasa memelihara ikan hias, hal ini bukanlah masalah. Lain halnya jika Anda pemula.

Uaru Amphiacanthoides bisa menjadi ikan yang sangat rewel dan merepotkan untuk dipelihara. Uaru Amphiacanthoides  juga tidak tahan terhadap perubahan yang terjadi di dalam air, termasuk reaksi kimia.

Oleh karena itu, pemilik Uaru Amphiacanthoides  harus bisa merespon perubahan air di dalam akuarium dengan cepat dan tepat. Anda pun wajib melakukan pembersihan rutin demi menjaga kualitas air dan meningkatkan kualitas hidup Uaru Amphiacanthoides.

Kendati ikan Uaru Amphiacanthoides tidak agresif, hindari menempatkan ikan ini dalam akuarium bersama dengan ikan kecil. Pasalnya, ikan kecil merupakan pakan alami Uaru Amphiacanthoides.

Sangat dianjurkan untuk menempatkan Uaru Amphiacanthoides dalam kelompok, minimal dua ekor berbeda jenis kelamin. Uaru Amphiacanthoides membutuhkan akuarium besar sekitar 100 galon, tetapi ukuran 70 galon pun cukup untuk hidup dua ekor Uaru Amphiacanthoides.

Kesulitan yang paling nyata dalam memelihara Uaru Amphiacanthoides  di dalam akuarium adalah menyempurnakan level air dan kimia akuarium. Setelah level ditemukan, Anda pun harus melakukan perawatan dan membersihkan akuarium secara berkala.

Perawatan Akuarium Uaru Amphiacanthoides

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Uaru Amphiacanthoides sangat sulit dirawat hingga level kimia tercapai sempurna. Namun, ketika Anda berhasil menemukan level kimia, Anda masih mendapatkan hambatan berupa perawatan dan pembersihan akuarium.

Akuarium merupakan tangki dengan sistem tertutup sehingga apa pun ukurannya memerlukan pemeliharaan yang tepat. Umumnya, akuarium akan menghasilkan nitrat dan fosfat seiring bertambahnya waktu. Keduanya akan menumpuk hingga menyebabkan kekerasan air meningkat karena penguapan.

Lantaran Uaru Amphiacanthoides sangat sensitif terhadap polutan dan ketidakstabilan pH, sangat pentung untuk mengganti air akuarium minimal seminggu sekali dengan persentase air sekitar 25%  hingga 50%.

Ketika proses penggantian air berlangsung, pstikan untuk menggunakan pembersih kerikil. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua bahan organik yang telah menumpuk setelah proses penguaraian dapat dibersihkan dengan baik.

Pengaturan Akuarium Uaru Amphiacanthoides

Ikan Uaru Amphiacanthoides membutuhkan banyak ruang. Uaru Amphiacanthoides sangat menyukai tempat yang luas sehingga mereka dapat berenang dengan santai. Mengingat Uaru Amphiacanthoides merupakan ikan dengan sosial tinggi, akuarium yang luas akan memberinya keleluasaan.

Uaru Amphiacanthoides lebih menyukai air yang bergerak lambat atau air yang bergerak sedang yang disempurnakan dengan filtrasi efisien yang baik. Uaru Amphiacanthoides sangat menyukai air yang bergerak tenang, nyaris lembut dengan pencahayaan moderat.

Agar Uaru Amphiacanthoides dapat berkembang dengan baik dan merasa nyaman layaknya berada di habitat aslinya, tambahkan kerikil untuk substrat lengkap dengan dekorasi batu. Selain bebatuan, Anda bis amenambahkan gua sebagai tempat persembunyian.

Uaru Amphiacanthoides sangat menikmati akuarium dengan cahaya yang tepat. Uaru Amphiacanthoides termasuk jenis ikan yang menyukai tanaman terapung karena dapat membantu mengurangi intensitas cahaya, terutama ketika hari terik.

Tanaman anacharis dan duckweed dapat digunakan untuk membantu menjaga air tetap bersih. Kedua jenis tanaman ini merupakan sumber makanan yang sangat baik untuk Uaru Amphiacanthoides.

Uaru Amphiacanthoides akan menolak dengan keras makanan seperti pakis Jawa atau lumut Jawa. Meskipun demikian, kedua jenis tanaman ini sangat berguna untuk memastikan semua aquascaping tidak dipotong.

Aturlah aquascaping dengan sebaik-baiknya sehingga menciptakan nuansa alami. Lingkungan yang menyerupai habitat asli Uaru Amphiacanthoides akan memberikan dampak positif berupa kekuatan untuk bertahan hidup. 

Untuk menjaga kesehatan dan warna Uaru Amphiacanthoides, terapkan metode oksigenasi tangki, seperti powerhead atau airstones.

  • Ukuran Tangki Minimum: 70 gal atau 265 L
  • Jenis substrat: Kerikil kecil
  • Kebutuhan Penerangan: Pencahayaan sedang atau normal
  • Suhu: 26.1 °C hingga 27.8 °C
  • Rentang ph: 5.0 hingga 7.5
  • Kisaran Kekerasan: 5 hingga 12 dGH
  • Gerakan Air: Sedang
  • Wilayah Air: Bagian tengah

Perilaku Sosial Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides memang tidak dianggap sebagai ikan komunitas, tetapi ikan ini dapat dipelihara dengan cichlid yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Cichlid Amerika Selatan memiliki kecenderungan yang kurang agresif dibandingkan dengan cichlid asal Afrika.

Lantaran termasuk santai dan tidak begitu agresif, Uaru Amphiacanthoides dapat ditempatkan bersama dengan Discus dan spesies Aequidens lainnya, seperti Angelfish, Pearl Cichlid, Eartheater, cichlid Amerika Tengah, dan cichlid Selatan.

Kendati demikian, jangan sekali-kali menempatkan Uaru Amphiacanthoides dengan ikan lainnya, terutama ikan kecil selama masa pemijahan berlangsung. Di masa ini, Uaru Amphiacanthoides tidak akan sanggup mengontrol emosinya sehingga lebih agresif. Bahkan, Uaru Amphiacanthoides tak segan melukai “temannya”.

Penyakit Ikan Uaru Amphiacanthoides

Uaru Amphiacanthoides rentan terkena infeksi danpenyakit lain yang menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Air yang kotor dapat mempercepat penyebaran penyakit di dalam tangki. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ikan lain pun akan terinfeksi.

Salah satu jenis penyakit yang banyak menyerang Uaru Amphiacanthoides adalah Ich. Masalah ini cukup mudah diatasi, yakni dengan meningkatkan suhu tangki hingga mencapai angka 86 °F atau sekitar 30 °C selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan toleransi ikan.

Sekain Ich, Uaru Amphiacanthoides juga rentan terhadap penyakit diskus. Head and Lateral Line Erosion (HLLE) atau yang disebut penyakit “hole-in-the-head” sering terjadi pada tangki dengan kualitas air yang buruk.

Head and Lateral Line Erosion (HLLE) tampak seperti rongga atau lubang di bagian kepala dan wajah. Selain kualitas air yang buruk, banyak ahi berpendapat bahwa hal ini juga dipicu oleh kurangnya asupan gizi, seperti fosfor, kalsium, Vitamin C dan D.

Head and Lateral Line Erosion (HLLE) juga disebabkan oleh kurangnya perubahan air parsial, pola makan buruk atau kurang variasi, atau penyaringan yang berlebihan menggunakan media kimia, seperti karbon aktif.

Uaru Amphiacanthoides rentan terhadap cacing kulit dan infeksi jamur, infeksi parasit protozoa, dan infeksi bakteri. Sangat disarankan untuk mempelajari tata cara penanggulangan dan perawatan penyakit ikan Uaru Amphiacanthoides untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Pastikan juga untuk menjaga kebersihan tangki. Anda perlu memilah aksesoris  yang boleh dan tidak boleh ditambahkan ke dalam tangki, mengingat benda asing berisiko membawa kuman penyakit.

Pastikan untuk melakukan seleksi terhadap substrat, tanaman, dan dekorasi. Hindari benda yang dapat menampung bakteri dan bahan kimia berbahaya. Jika Uaru Amphiacanthoides terkena penyakit, maka lakukan karantina hingga sembuh agar tidak mengganggu keseimbangan tangki.

Ketersediaan Uaru Amphiacanthoides di Pasaran

Ikan Uaru Cichlid tidak hanya dijual langsung di toko ikan hias, melainkan juga tersedia di toko online. Kendati demikian, beberapa toko ikan hias menerapkan sistem preorder, mengingat ikan ini merupakan jenis ikan impor yang unik.

Sebelum membeli pastikan untuk memeriksa ikan, apakah ada risiko cacat tulang belakang atau tidak. Jika ikan dibeli secara online, maka pastikan penjual ikan tersebut dapat dipercaya dan hanya menawarkan ikan Uaru Amphiacanthoides terbaik dengan kondisi sehat dan prima.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Ikan Uaru Cichlid yang perlu Anda ketahui. Apakah Anda tertarik? Pastikan untuk merawatnya dengan baik, ya! Jangan lupa bagikan artikel ini melalui media sosial!

Ikan Jendral Cichlid

Mengenal Ikan Jendral Cichlid Lebih Dekat

Ikan Jendral Cichlid atau yang dikenal dengan sebutan Dimidiochromis Compressiceps adalah ikan jenis cichlid yang menarik. Tubuhnya berukuran sangat besar, lincah, bergerak cepat, dan memiliki kilau metalik indah, perpaduan antara warna biru dan merah.

Dimidiochromis Compressiceps termasuk ikan cichlid predator yang tidak hanya tampak luar biasa, tetapi juga kuat. Dengan bentuk dan warnanya yang unik, ikan yang berasal dari Afrika ini sangat mengesankan. Dimidiochromis Compressiceps juga dinamis sehingga disebut sebagai cichlid paling rata di Danau Malawi.

Panjang Dimidiochromis Compressiceps mencapai 10 inci  sekitar 25 cm.  Ikan ini memiliki rahang bawah bergigi dan menonjol ke depan. Bentuk tubuh tipis Dimidiochromis Compressiceps memungkinkannya bergerak dengan kecepatan yang tinggi.

Dengan rahangnya yang kuat, menjadikan ikan yang juga dikenal dengan nama Malawi Eyebiter ini sebagai predator mematikan bagi ikan-ikan kecil di sekitarnya.

Kendati Ikan Jendral Cichlid merupakan predator yang cukup agresif, ikan ini dapat ditempatkan dalam satu tangki bersama dengan ikan lain. Asalkan, ukuran ikan dalam tangki sama besar dan tidak begitu agresif.

Hindari menempatkan Dimidiochromis Compressiceps dengan Mbuna atau ikan cichlid kecil lainnya. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh Mbunas yang berukuran lebih kecil darinya. Namun, ikan ini dapat  ditempatkan dalam satu tangki tanpa masalah dengan cichlids Peacock berukuran lebih besar.

Dimidiochromis Compressiceps sangat cocok dan menarik untuk dipelihara karena dapat menambah keragaman pada tangki di rumah Anda. Segala aspek fisik yang dimiliki Dimidiochromis Compressiceps membuat ikan ini begitu disukai. Bahkan, tak sedikit yang menjadikannya sebagai favorit.

Asal Usul Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps banyak ditemukan di wilayah sekitar Danau Rift di Afrika, hulu Sungai Shire Danau Malawi, Danau Malombe, dan Mozambik. Ikan ini juga banyak ditemukan di perairan dangkal di daerah terbuka, tepatnya di atas substrat berpasir dengan vegetasi alami atau yang memiliki bercak Vallisneria.

Kendati jarang, ikan ini juga dapat ditemukan di daerah berbatu. Termasuk, wilayah perairan yang tenang, nyaris tanpa ombak. Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa ikan kecil, utamanya spesies penyu, Mbuna dengan ukuran lebih kecil, dan Utaka berusia remaja.

Klasifikasi Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps tercatat dan terdaftar dalam Daftar Merah IUCN sebagai Lease Concern (LC). Ikan ini juga dikenal dengan nama lain, seperti Compressiceps, Haplochromis Compressiceps, dan Eyebiter.

  • Nama Ilmiah: Dimidiochromis Compressiceps
  • Pengelompokan Sosial: Soliter yang sebagian besar merupakan predator alami di alam.
  • Daftar Merah IUCN: LC – Least Concern
  • Kerajaan: Animalia
  • Divisi: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Order: Cichliformes
  • Keluarga: Cichlidae
  • Genus: Dimidiochromis
  • Jenis: D. Compressiceps
  • Nama binomial: Dimidiochromis Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908)
  • Nama lain: Paratilapia Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908), Cyrtocara Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908), dan Haplochromis Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908)

Habitat Malawi Eyebiter

Ikan ini tinggal di perairan dangkal di daerah terbuka yang banyak tumbuh-tumbuhan. Kebanyakan Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa ikan remaja, seperti cichlid Utaka dan ikan sejenis lainnya.

Di alam bebas, Dimidiochromis Compressiceps tidak berada di tempat yang sama dengan Mbuna kecil. Pasalnya, Mbuna  kecil tercatat sebagai salah satu “makanan ringan” bagi Dimidiochromis Compressiceps.

Ikan jenis ini paling baik dipelihara oleh pemelihara ikan yang berpengalaman atau setidaknya yang pernah memelihara ikan cichlid menengah. Maklum saja, Dimidiochromis Compressiceps cukup sulit dirawat karena membutuhkan sistem cukup rumit dengan sistem air yang sangat bersih.

Tak hanya itu saja, Dimidiochromis Compressiceps juga membutuhkan banyak tempat persembunyian, seperti bebatuan atau tanaman alami. Tangki yang terlalu terang, tanpa tanaman dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps dan sakit.

Menggunakan tandan padat tanaman asli atau palsu di sejumlah area tangki dapat meminimalisasi tingkat stres Dimidiochromis Compressiceps. Ikan ini paling baik ditempatkan dengan satu jantan dan beberapa betina.

Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh jantan lain dari spesies yang sama, kecuali tangki yang ada memiliki ratusan galon. Dimidiochromis Compressiceps akan menjadi ancaman bagi ikan yang memiliki ukuran dan usia lebih kecil darinya.

Karakteristik Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps memiliki tubuh yang tipis. Ikan ini memiliki kecepatan sangat bagus dalam menangkap mangsanya. Dimidiochromis Compressiceps memiliki rahang bawah bergigi yang menonjol ke bagian depan.

Panjang Dimidiochromis Compressiceps bisa mencapai dua puluh lima centimeter. Meskipun jarang, Dimidiochromis Compressiceps dapat bertambah besar di tangki. Rata-rata Dimidiochromis Compressiceps hidup selama tujuh hingga sepuluh tahun.

Dimidiochromis Compressiceps jantan memiliki warna hampir biru metalik. Kadang-kadang warnanya hijau dengan sirip anal oranye berpola telur khas. Dimidiochromis Compressiceps betina memiliki warna dasar perak, sedangkan ikan remaja berwarna terang.

Semua Dimidiochromis Compressiceps memiliki garis horizontal gelap di bagian tengah yang memanjang dari belakang mata hingga pangkal sirip ekor. Ikan ini memiliki fitur umum yang juga dimiliki sejumlah ikan air asin, yakni kumpulan gigi faring yang letaknya berada di tenggorokan bersama dengan gigi biasa.

Dimidiochromis Compressiceps memiliki tekstur yang tampak berduri di bagian belakang sirip dubur, dada, punggung, dan sirip perut yang berfungsi untuk mencegah pemangsa. Bagian depan sirip Dimidiochromis Compressiceps sangat lunak sehingga memudahkannya bergerak bebas di dalam air dengan luwes dan cepat.

Berbeda dengan ikan lainnya yang memiliki dua set lubang hidung, Dimidiochromis Compressiceps memiliki satu lubang hidung di setiap sisi. Untuk merasakan aroma atau bau di dalam air, Dimidiochromis Compressiceps akan menyedot air dan mengeluarkannya setelah melakukan deteksi.

Cepat lambatnya deteksi, tergantung seberapa banyak Dimidiochromis Compressiceps perlu untuk menghirup air.

Hambatan Dalam Memelihara Dimidiochromis Compressiceps

Ikan Jendral Cichlid merupakan ikan hias yang sangat cantik dan unik. Namun, cukup sulit dipelihara di dalam tangki. Meskipun demikian, dengan pengaturan yang tepat dan pengalaman cukup dalam memelihara ikan, Dimidiochromis Compressiceps dapat tumbuh dan hidup baik layaknya berada di alam bebas.

Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan tangki berukuran besar dengan sistem air yang baik. Tanpa sirkulasi air yang baik, Dimidiochromis Compressiceps akan sulit bertahan hidup.

Kendati ikan iniini merupakan predator ganas yang akan memangsa ikan-ikan kecil, Dimidiochromis Compressiceps termasuk dalam salah satu jenis cichlid dapat hidup berdampingan dengan ikan berukuran sama atau yang lebih besar.

Dalam pengaturan air yang baik dan diet yang tepat, Dimidiochromis Compressiceps akan lebih mudah beradaptasi dan berkembang biak.

Pakan Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps merupakan makhluk omnivora atau piscivore yang sebagian besar makanannya berupa ikan bertulang kecil. Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa, membunuh, dan memakan ikan dengan ukuran setengah dari badannya atau ikan kecil lainnya.

Dalam pemeliharaannya, Dimidiochromis Compressiceps tidak perlu diberi makan ikan feeder hidup karena dapat meningkatkan agresi. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps diberi makan ikan lancefish, ikan silversides, udang, kerang, dan sejumlah sayuran hijau.

Variasikan diet Dimidiochromis Compressiceps untuk mendapatkan warna yang indah. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan sejumlah makanan nabati untuk membantu mencegah terjadinya kembung.

Bayi-bayi Dimidiochromis Compressiceps dapat diberi makan jentik nyamuk (cacing darah). Namun, mereka akan membutuhkan makanan lebih banyak ketika tumbuh. Bayi-bayi Dimidiochromis Compressiceps juga dapat diberi makanan berupa pelet beku yang mengandung protein tinggi.

Diet Dimidiochromis Compressiceps yang tepat, bersama dengan pemberian vitamin dapat menjaga ikan Anda dalam kondi stabil. Hal ini juga dapat mempercepat proses pertumbuhannya. Perlu Anda ingat bahwa Dimidiochromis Compressiceps tidak dapat mengonsumsi daging sapi.

Akan lebih baik untuk memberi Dimidiochromis Compressiceps makan dalam prosi kecil beberapa kali sehari daripada memberi satu kali makan porsi besar. Pemberian makan yang tepat dapat menjaga kualitas air lebih tetap bersih dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tak perlu khawatir karena semua ikan di dalam tangki tetap mendapat manfaat dari vitamin dan suplemen yang Anda beri. Untuk memaksimalkan pertumbuhan Dimidiochromis Compressiceps, terapkan diet sehat. Jika Anda masih ragu, maka tanyakan pada ahlinya, penjual ikan hias, atau orang yang lebih berpengalaman.

Perawatan Akuarium Dimidiochromis Compressiceps

Lantas, bagaimana cara merawat ikan Dimidiochromis Compressiceps? Mengingat merawat ikan Ikan Jendral Cichlid bukan hal yang mudah, pastikan untuk mengutamakan kebersihan habitatnya. 

Kondisi kesehatan Dimidiochromis Compressiceps akan memburuk jika air di dalam tangki tercemar atau kotor karena sisa makanan yang dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, lakukan penggantian air, sekitar 20 hingga 50% dalam seminggu atau sesuaikan  dengan bio load.

Dengan menjaga kebersihan air, Dimidiochromis Compressiceps akan terhindar dari penyakit. Selain kondisi air yang kotor, Dimidiochromis Compressiceps  juga rentan terkena penyakit jika kebutuhan makanannya tidak terpenuhi. Pastikan untuk memberi Dimidiochromis Compressiceps makanan berkualitas baik agar tumbuh kembangnya maksimal.

Pengaturan Akuarium Dimidiochromis Compressiceps

Tahukah Anda bahwa aliran air yang mengalir ke Danau Malawi memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi? Adanya proses penguapan alami di danau tersebut menghasilkan air alkali yang telah termineralisasi.

Danau Malawi dikenal dengan kejernihan air dan juga stabilitasnya. Air di danau ini memiliki pH dan kimia air yang seimbang dan selalu stabil sepanjang tahun. Bahkan, pergantian musim pun tak memengaruhinya.

Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan parameter tangki, terutama jika Anda memelihara ikan yang berasal daru Danau Malawi seperti Dimidiochromis Compressiceps.

Sementara cichlid yang berasal Danau Rift membutuhkan air alkali keras. Anda dapat memanfatkan garam sebagai zat penyangga. Fungsinya sendiri adalah untuk meningkatkan kekerasan karbonat air.

Cichlid Danau Rift memiliki toleransi yang baik terhadap garam. Ikan jenis ini dapat hidup dalam kondisi air yang agak payau. Namun, tidak cocok untuk jenis tangki air payau penuh. Bisa dibilang, batas toleransi salinitas ikan Cichlid Danau Rift sekitar 10% dari tangki air asin normal dengan gravitasi spesifik kurang dari 1.0002.

Untuk memelihara Dimidiochromis Compressiceps kecil diperlukan tangki sebanyak 125 galon. Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan tangki yang besar untuk memaksimalkan kecepatanya.

Tangki yang lebih besar pun dapat Anda gunakan untuk merawat Dimidiochromis Compressiceps dengan cichlids lainnya. Dimidiochromis Compressiceps dapat bertahan hidup di dalam air tawar atau air tawar paya, tetapi dibutuhkan pergerakan air yang baik dan harus dulengkapi filtrasi yang kuat dan efisien.

Dimidiochromis Compressiceps memiliki toleransi pHapa pun di atas netral. Namun, level pH terbaik untuk Dimidiochromis Compressiceps adalah di kisaran pH 8. Dimidiochromis Compressiceps sangat menyukai substrat pasir atau kerikil halus.

Anda bisa menggunakan pasir untuk air tawar atau ikan air asin yang dapat dibeli di toko ikan hias. Dengan adanya pasir ini, pH air akan lebih terjaga dan tetap stabil. Selain pasir, karang yang sudah hancur atau pasir aragonit juga efektif menambah kekerasan karbonat air. Bahkan, cenderung lebih mudah larut daripada garam.

Menjaga pH tetap tinggi artinya kadar amonia lebih mematikan. Sangat penting untuk mengganti air secara berkala jika Anda ingin Dimidiochromis Compressiceps selalu dalam keadaan baik. Ingat, air dengan kadar amoonia tinggi dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps  keracunan dan mati mendadak.

Sediakan area kolam terbuka di bawah tangki dan di area tengah untuk meniru habitat alami Dimidiochromis Compressiceps. Tambahkan tandan tanaman hidup atau buatan untuk mengurangi risiko stress.

Tandan ini juga dapat berfungsi untuk menyembunyikan area bebatuan. Dimidiochromis Compressiceps akan menggunakan batu-batu yang ada di dalam tangki untuk bertelur.

Jika Anda ingin memiliki tangki yang menyerupai lingkungan asli Dimidiochromis Compressiceps, maka tambahkan Vallisneria. Selalu awasi level pH air karena tanaman yang membusuk dapat menurunkan tingkat PH.

Ukuran Tangki Minimum adalah 125 gal (473 L) dengan campuran pasir atau kerikil. Agar Dimidiochromis Compressiceps merasa nyaman, gunakan pencahayaan redup dan jaga suhu air tetap stabil, yakni kisaran 73 °F hingga 86 °Fatau sekitar 22,8 °C hingga 30 °C.

Sementara rentang pH untuk tangki Dimidiochromis Compressiceps berkisar antara 7.7 hingga 8.6 dengan pH 8 yang terbaik, sedangkan kisaran kekerasan sekitar 6 hingga 10 dGH dengan gerakan air sedang.

Perilaku Sosial Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps tidak tergolong dalam ikan komunitas. Dimidiochromis Compressiceps  memang predator, tetapi tidak begitu berbahaya, hanya cukup agresif. Selama tangki memiliki ukuran besar, tingkat keagresifan Dimidiochromis Compressiceps dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kendati demikian, Dimidiochromis Compressiceps tidak akan pernah bisa bersahabat dengan Mbuna. Ketika Dimidiochromis Compressiceps ditempatkan dalam satu tangki dengan Mbuna, ikan ini akan langsung menyerang dan membunuhnya.

Singkatnya, Dimidiochromis Compressiceps adalah pemburu alami yang senang menyerang jenis ikan apa pun selama ikan tersebut memiliki tubuh kecil untuk dimakan.

Jika Anda ingin menyimpan Ikan Jendral Cichlid dalam satu kelompok, maka cara paling baik adalah dengan menempatkan hanya satu jantan Dimidiochromis Compressiceps dengan beberapa betina.

Ingat! Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh jantan lain, meskipun itu berasal dari spesies yang sama. Namun, ada beberapa pengecualian jika Anda menggunakan tangki dengan ratusan galon.

Ikan Dimidiochromis Compressiceps jantan biasanya memiliki tubuh lebih menarik karena penuh warna dengan ukuran lebih besar. Semantara Dimidiochromis Compressiceps betina memiliki tubuh lebih kecil. Warnanya pun cantik, yakni perak.

Reproduksi Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps adalah salah satu jenis ikan yang membentuk keluarga matriarkal. Ikan ini telah lama dibiakkan di dalam penangkaran dengan satu kelompok jantan dengan beberapa betina. Hal ini dilakukan karena selama waktu pemijahan Dimidiochromis Compressiceps jantan akan sangat agresif terhadap betina.

Dimidiochromis Compressiceps sangat menyukai batu pipih atau batu tulis untuk dijadikan sebagai tempat bertelur. Pastikan bahwa tempat pengembangbiakan Dimidiochromis Compressiceps cukup jauh dari aliran air yang kuat, mengingat telur dibuahi secara eksternal.

Dimidiochromis Compressiceps betina akan mengambil dan menyimpan telurnya di dalam untuk diinkubasi. Selama proses ini berlangsung, Dimidiochromis Compressiceps  betina dapat membawa hingga dua ratus lima puluh telur selama 21 hingga 28 hari.

Jika Dimidiochromis Compressiceps berhenti makan dan memiliki mulut yang membesar, maka tandanya ikan tengah merenung. Untuk menjaga keamanan telur, pastikan Dimidiochromis Compressiceps betina terhindar dari stres. Ketika Dimidiochromis Compressiceps betina stres, ia akan lebih mudah meludahkan telurnya.

Sejumlah Dimidiochromis Compressiceps betina sangat menyukai batu pemijahan di dekat permukaan, tetapi sisanya menyukai tempat yang lebih tersembunyi. Jika Dimidiochromis Compressiceps tidak dapat melakukan pemijahan, maka lakukan relokasi batu datar.

Umumnya, beberapa orang lebih suka memisahkan betina selama kehamilannya. Namun, pemisahan yang terlalu lama dari tangki utama dapat memengaruhi status sosialnya dengan betina lain. Bahkan, tak jarang hal ini dapat memicu pertempuran.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan pengujian atau tes kepribadian ikan Dimidiochromis Compressiceps milik Anda.

Untuk mencegah benih dimakan oleh Dimidiochromis Compressiceps  jantan, pastikan untuk memisahkan telur ikan yang telah dilepaskan ke tangki lainnya. Dimidiochromis Compressiceps remaja membutuhkan udang air asin dan larva nyamuk sebagai makanan utama. Kedua makanan ini sangat baik untuk pertumbuhannya.

Dimidiochromis Compressiceps  remaja juga membutuhkan spirulina untuk kebutuhan sayuran. Beri spirulina satu hingga dua kali setiap minggu. Dengan cara ini Dimidiochromis Compressiceps remaja bisa mendapatkan nutrisi sempurna sehingga perkembangannya pun terjaga.

Penyakit Ikan Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps sangat rentan terhadap penyakit yang kerap menyerang ikan, terutama jika kebersihan airnya tidak terjaga. Air berkualitas rendah dengan oksigenasi yang buruk sangat cepat menyebarkan penyakit pada ikan.

Kembung Malawi merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang Dimidiochromis Compressiceps. Penyakit ini lebih banyak menyerang ikan Dimidiochromis Compressiceps yang tidak banyak mengonsumsi atau mengalami gizi buruk.

Selain kembung Malawi, penyakit lain yang patut diwaspadai adalah Ich. Penyakit ini diobati dengan menempatkan tangki ikan pada suhu sekitar 86 °F atau 30 °C selama tiga hari. Jika cara ini tidak membuat kondisi Dimidiochromis Compressiceps lebih baik, maka ikan perlu dirawat dengan tembaga. Pastikan untk melepaskan semua air conditioner.

Jika penyakit Ich yang menyerang Ikan Jendral Cichlid tergolong ringan, Anda dapat memberinya obat khusus yang dijual di pasaran. Pilih obat ikan berbasis tembaga. Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang tepat.

Sebelum digunakan, Anda bisa melakukan tes tembaga untuk mendapatkan level yang tepat. Anda juga boleh menggabungkan pengobatan obat Ich dengan peningkatan suhu. Cara ini cukup efektif mempercepat proses penyembuhan Dimidiochromis Compressiceps.

Seperti kebanyakan ikan hias lainnya, Dimidiochromis Compressiceps juga rentan terhadap cacing kulit dan infestasi parasit lain, mulai dari protozoa, infeksi jamur, hingga infeksi bakteri.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membaca tentang penyakit yang kerap menyerang Dimidiochromis Compressiceps, baik di habitat hidup asli maupun tangki. Dengan mengetahui tanda-tanda penyakit, Anda akan lebih mudah melakukan pencegahan dan mengobati ikan yang terserang penyakit. 

Ketersediaan Dimidiochromis Compressiceps di Pasaran

Serupa dengan ikan hias lainnya, Ikan Jendral Cichlid dapat Anda temukan secara online dengan harga bersahabat. Tinggi rendahnya harga ikan Dimidiochromis Compressiceps  tergantung dari jenis kelamin, apakah betina atau jantan, dan umurnya, apakah ikan masih bayi, remaja, atau telah dewasa. perempuan, atau remaja. Dimidiochromis Compressiceps juga dapat dibeli langsung di toko ikan hias. Beberapa toko menerapkan sistem pemesanan khusus, preorder

Tips Memelihara Ikan di Tangki atau Akuarium

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ikan hias di dalam rumah, pastikan untuk menerapkan beberapa tips sederhana berikut ini.

  • Sesuaikan Ukuran Tangki

Memelihara ikan hias menggunakan tangki memang cukup merepotkan bagi pemula. Namun, sebenarnya hal ini tidak begitu sulit jika Anda sudah mengetahui tipsnya. Salah satunya adalah memilih ukuran tangki.

Jika Anda memelihara Dimidiochromis Compressiceps, maka pertimbangkan untuk menggunakan tangki ukuran besar. Tangki yang besar dapat membuat ikan lebih nyaman. Selain itu, Anda pun tak perlu repot mengganti ukuran tangki setiap kali Dimidiochromis Compressiceps mengalami perubahan ukuran tubuh.

  • Hindari Meletakkan Tangki Dekat Jendela

Hindari meletakkan tangki dekat jendela karena dapat membahayakan ikan. Meskipun Dimidiochromis Compressiceps termasuk predator, ikan ini akan kalah dengan hewan pemangsa lainnya.

Selain itu, tangki yang terkena cahaya matahari berlebihan dapat menyuburkan pertumbuhan ganggang hijau. Hal ini dapat membahayakan kesehatan ikan Dimidiochromis Compressiceps dan membuat tangki cepat kotor. Sinar matahari berlebih juga meningkatkan temperatur air sehingga membuat ikan cepat mati.

  • Isi Tangki dengan Air Bersih

Tangki harus dibersihkan secara teratur untuk menjaga kualitas air. Ingat, kualitas air yang buruk tidak hanya menyebabkan penyakit bagi Dimidiochromis Compressiceps, tetapi juga memicu kematian.

Selalu gunakan air bersih dengan pH yang tepat. Saat air tampak keruh, Anda wajib menggantinya dengan air bersih. Umumnya, penggantian air dilakukan seminggu sekali. Namun, ketika air terlalu kotor, Anda tak perlu menunggu untuk menggantinya dengan air bersih.

  • Berilah Pakan Secara Teratur

Beri ikan Dimidiochromis Compressiceps pakan berkualitas. Terutama jika Anda memutuskan memelihara ikan Dimidiochromis Compressiceps bayi atau remaja yang masih membutuhkan banyak nutrisi.

Kendati demikian, bukan berarti Anda memberi Dimidiochromis Compressiceps pakan secara terus-menerus, sebab terlalu banyak memberi pakan dapat menyebabkan ikan obesitas. Kualitas air pun menurun dan mudah kotor. 

Sangat dianjurkan untuk memberi pakan sedikit demi sedikit, tetapi teratur. Misalnya setiap tiga jam sekali.

  • Tambahkan Aksesori dalam Akuarium

Tangki merupakan rumah bagi Dimidiochromis Compressiceps. Sebelum memelihara Dimidiochromis Compressiceps, Anda wajib mempelajari habitat aslinya. Dengan begitu, Anda bisa menghias tangki sesuai dengan lingkungan aslinya.

Tambahkan pasir, tanaman, dan bebatuan agar Dimidiochromis Compressiceps tidak merasa asing. Tanaman air dapat berfungsi sebagai tempat berteduh ikan ketika tidur. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter air dan penghasil oksigen.

Ingat! Semakin mirip kondisi tangki dengan habitat asli, semakin mudah Dimidiochromis Compressiceps menyesuaikan diri.

  • Atur Arus Air dalam Akuarium

Tak dapat dimungkiri bahwa memelihara ikan Dimidiochromis Compressiceps  membutuhkan perhatian khusus, utamanya masalah air. Selain kualitas dan kadar pH yang harus dijaga, Anda pun wajib mengatur arus air.

Sebagaimana Anda ketahui, Dimidiochromis Compressiceps memerlukan arus air yang menyerupai habitat aslinya agar sistem pernafasan, sistem ekskresi, dan sistem peredaran darahnya berjalan dengan baik.

Anda dapat memanfaatkan filter air otomatis yang dapat menyemburkan atau mengalirkan air ke dalam tangki. Tambahkan sejumlah batu karang untuk menjaga semburan air yang terlalu deras.aliran air yang terlalu kencang dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps  stress.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Ikan Jendral Cichlid yang perlu untuk Anda ketahui.  Apa pun ikan hias pilihan Anda, pastikan untuk menjaga kadar pH air, kebersihan tangki, dan memberinya pakan bergizi. Ayo, bagikan artikel ini!