Category Archives: Ikan Predator

Ikan Belida Albino

Bermacam Info tentang Ikan Belida Albino

Jenis ikan predator ada banyak macamnya. Salah satu ikan hias yang menarik untuk dijadikan peliharaan dan dikembangbiakkan adalah ikan belida albino. Ikan ini memiliki ciri yang sangat unik. Ikan ini bisa dipelihara di akuarium dan terlihat menarik. Ikan ini paling banyak dicari karena perawatan yang tidak terlalu sulit. Berikut ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan belinda albino.

Mengenal Ikan Belida

Ikan satu ini pada dasarnya adalah ikan yang bisa dijumpai di Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Ikan ini biasanya merupakan jenis ikan yang masih satu famili dengan Chitala dan Notopteride. Ikan ini banyak hidup di perairan yang ada di sungai besar yang berdekatan dengan rawa yang ada di sekitar Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.

Di Kalimantan ikan ini banyak dikenal sebagai ikan pipih. Di Sumatera ikan ini disebut dengan belido. Di Thailand ikan ini banyak dikenal sebagai belida bangkok. Berat ikan ini bisa mencapai 5 kg untuk setiap ekornya.

Di pasaran terutama di Indonesia ada dua jenis ikan belida yang cukup populer. Ikan tersebut adalah belido dengan warna abu-abu keperakan serta albino. Kedua jenis ikan belido tersebut memiliki belang hitam pada bagian garis tepi yang berwarna putih. Biasanya makin banyak belang pada ikan belida bangkok maka makin tinggi nilai jualnya. Ikan jenis ini juga sangat populer di masa 1995-1997.

Pada tahun tertentu tepatnya 1980-an, di Wilayah Sumatera selatan ikan belida masih banyak dijumpai di sekitar Sungai Musi seperti Sungai Meriak dan Sungai Arisan Belida. Kemudian saat tahun 1998, ada sekitar 6 ton ikan belida yang tertangkap hidup di Sungai Citarum, Jawa Barat. Akan tetapi, dalam beberapa tahun berikutnya, tidak ada ikan belida yang ditemukan di perairan tersebut.

Meski persebaran ikan satu ini memang cukup luas. Ikan ini termasuk jenis ikan sudah cukup jarang ditemukan terutama untuk beberapa jenis ikan belida. Oleh karena itu, di beberapa tempat ikan ini dihargai dengan nominal yang cukup mahal. Jadi, banyak juga orang yang memulai budidaya ikan satu ini.

Bentuk Tubuh Ikan Belida

Ikan belida merupakan jenis ikan dengan bentuk tubuh yang cukup unik. Ikan ini punya karakteristik badan yang pipih dengan lengkungan yang serupa dengan pisau. Pada bagian punggung belida terdapat lengkungan yang berada dari ujung kepala hingga ekor.

Pada dasarnya ikan ini memiliki warna serta bentuk tubuh yang beraneka macam. Warna ikan belida albino sendiri kebanyakan didominasi warna putih keperakan. Beberapa jenis ikan belida lainnya ada yang memiliki warna hitam kehijauan, hitam keperakan, hitam, dan lain sebagainya.

Ikan ini terlihat unik terlebih karena sirip pada bagian belakang yang bersatu dengan sirip di bagian ekor. Bentuk kepala dari ikan ini terlihat unik karena adanya bagian punggung yang cekung. Rahang ikan ini biasanya memanjang sejalan dengan pertambahan usia dari ikan ini.

Membedakan Jenis Kelamin Ikan Belida

Indukan biasanya bisa dipijah ketika berumur 2-3 tahun. Panjang ikan satu ini bisa mencapai 40-50 cm. Indukan betina dan jantan memiliki perbedaan secara fisik. Induk betina pada bagian belakang kepalanya terdapat punuk yang tebal dengan ukuran yang relatif cukup besar. indukan betina memiliki kelamin yang berbentuk bulat. Pada bagian perut terdapat sirip yang ukurannya relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital.

Indukan jantan mempunyai ciri tubuh yang berkesan beda terutama di bagian belakang kepala. Pada bagian tersebut, ada punuk yang cukup tipis. Kelamin dari pejantan ini biasanya berbentuk tipis dan menyerupai tabung. Pada bagian perut terdapat sirip yang memanjang dan menutup urogenital. Serta memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil.

Habitat dan Perilaku Ikan Belida

Ikan belida pada dasarnya merupakan jenis ikan yang suka dengan perairan sungai. Ikan ini sangat senang berlindung di area sekitar pohon yang tumbang atau rawa yang kebanjiran. Tempat-tempat tersebut dianggap sesuai oleh ikan belida karena biasanya dijadikan tempat persembunyian ikan kecil atau serangga air. Tempat tersebut juga sangat pas dijadikan tempat menempel telur yang sudah dibuahi.

Ikan ini pada dasarnya merupakan ikan predator. Ikan ini sangat suka dengan pakan hidup. Saat malam hari ikan ini bergerak dengan aktif. Waktu yang paling tepat untuk menjumpai ikan ini adalah saat sore hari sekitar jam 5 sampai malam hari. Ikan ini sangat suka dengan perairan yang memiliki vegetasi tinggi karena biasanya ikan ini mempergunakan lingkungan vegetasinya untuk tempat berlindung.

Selain beberapa tempat tersebut. Ikan belida juga suka sekali hidu di tepian sungai dan bersembunyi di akar pohon yang tumbang. Ikan belida termasuk jenis ikan yang suka hidup sendiri. Ikan tidak mudah berpindah tempat ketika merasa nyaman dengan habitatnya. Selain itu, ikan ini juga sangat suka dengan tempat menyendiri yang tidak ada pengganggunya. Karena habitatnya banyak dirusak, ikan ini jadi jarang ditemui di beberapa tempat.

Pola Makan Ikan Belida

Ikan satu ini sangat suka dengan udang, ikan kecil, katak, dan krustasea. Ikan belida merupakan jenis ikan yang bisa memakan berbagai jenis makanan alias ikan omnivora. Ikan belida saat siang hari biasanya bersembunyi di sela tumbuhan di sekitar sungai.

Ikan belida bisa memakan berbagai jenis makanan mulai dari udang hingga kepiting. Hal tersebut dikarenakan ikan satu ini memiliki usus yang relatif lebih panjang. Makanan ikan belida lebih aktif mencari makan saat sore hari. Ikan satu ini sangat suka dengan tempat yang gelap dan berada di sekitar sungai. Ikan ini juga sangat suka berada di bawah ranting pohon yang terjatuh di sungai.

Berdasarkan analisis ikan satu ini memang suka dengan makanan yang bervariasi. Ikan belida suka mencari makanan di tempat-tempat yang berada di sekitar aliran sungai yang berada di pertengahan. Pada saat tertentu ikan ini akan mencari makan di permukaan air kemudian atau terkadang berenang di dasar perairan.

Kualitas Air Dari Ikan Belida

Ikan belida termasuk ikan yang sensitif dengan kondisi air. Ikan ini biasanya hidup di perairan dengan banyak tumbuhan sebagai tempat berkembangbiak. Perairan tempat ikan belida hidup biasanya sangat terpengaruh dengan kedalaman air, arus sungai, suhu, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga faktor kimia yang menjadikan kondisi air sesuai atau tidak untuk ikan belida. Faktor tersebut antara lain masalah keasaman, tingkat oksigen, amoniak, dan lain sebagainya.

Suhu air ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pertumbuhan organisme, sintasan, tingkat reproduksi, dan lain sebagainya. ikan belida yang hidup di air tawar biasanya akan sangat sensitif dengan suhu air ketika musim hujan. Pada musim tersebut kualitas air akan menjadi suatu pertanda ikan belida siap untuk pemijahan, pencarian makan, dan beruaya.

Suhu perairan yang cocok untuk ikan belida hidup biasanya berada sekitar 27-30 derajat celcius. Kualitas air tersebut merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika budidaya. Untuk ikan belida yang dipelihara suhu air harus berkisar 26-30 derajat celcius.

Ikan belida biasanya tidak dapat bertahan dengan turbidity yang tinggi. Hal ini dikarenakan turbidity tinggi bisa mengganggu daya lihat, pernapasan, serta mengganggu penetrasi cahaya yang ada dalam air. Kondisi tersebutlah yang menjadikan perairan tempat hidup ikan belida jadi terhambat.

Arus yang cepat biasanya ditentukan karena kekasaran, kedalaman, kemiringan, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut tentu saja sangat berkaitan dengan kenyamanan ikan belida dalam menghuni perairan. Oksigen yang larut biasanya juga menjadi pertanda penting untuk memastikan suatu perairan nyaman untuk dihuni. Kadar oksigen biasanya terpengaruh oleh limbah organik yang ada di perairan tersebut.

Kadar oksigen yang sesuai, sangat membantu dalam menunjang masa hidup berbagai organisme di perairan tersebut. Oksigen sangat perlu untuk dimanfaatkan oleh organisme dalam air untuk keperluan pernapasan. Serta menjadi pengurai zat organik serta beberapa zat anorganik lainnya.

Konsentrasi oksigen yang larut biasanya bisa bergantian dari satu musim atau keharian tertentu. Adanya percampuran dan pergerakan masa air bisa membuat kondisi perairan menjadi lebih hidup. Karena oksigen tersebut bisa dimanfaatkan oleh berbagai organisme untuk melakukan fotosintesis, pernapasan, dan perlimbahan. Ikan belinda biasanya bisa bertahan hidup dengan baik ketika berada di perairan dengan kesadahan yang relatif lebih rendah.

Perawatan Ikan Belida

Ikan belida albino merupakan jenis ikan yang sangat populer untuk dipelihara. Ikan ini memiliki bentuk yang unik serta warna yang berbeda dari jenis ikan belida lainnya. Ikan ini bisa dipelihara di dalam akuarium. Pada dasarnya ikan ini tidak jauh berbeda dengan jenis ikan lainnya. Supaya mendapat gambaran lebih jelas tentang cara memelihara ikan ini. Berikut ini penjelasan tentang perawatan ikan belida dalam akuarium.

  1. Persiapan akuarium

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam perawatan ikan belida adalah persiapan akuarium. Dalam pemilihan akuarium untuk ikan belida sebaiknya dipilih ukuran yang sesuai. Akuarium dengan ukuran yang besar bisa sangat diperlukan karena ikan ini sangat suka bergerak dengan aktif. Pemilihan akuarium juga harus mempertimbangkan banyaknya ikan yang dipelihara.

Ukuran akuarium ikan belida bisa dipilih yang berukuran 100x60x45 cm. Pengisian air untuk akuarium perlu diukur hingga ¾ dari total volume akuarium. Pengukuran bisa menggunakan peralatan yang terstandar. Selain takaran air dan ukuran akuarium, suhu sekitar akuarium juga harus sesuai. Ikan ini bisa bertahan dengan baik apabila suku akuarium berada dalam kisaran 23-30 derajat celcius. Suhu yang tepat bisa mencegah ikan stres ketika berada dalam akuarium.

  1. Penambahan ornamen

Ikan belida albino pada dasarnya sangat sensitif dengan lingkungan sekitarnya. Ikan ini mudah mengalami stres dan mati apabila habitatnya mengalami perubahan secara drastis. Ikan belida biasa hidup di rawa-rawa, suasana alami yang mirip dengan rawa atau sungai bisa jadi pilihan yang tepat dalam mendesain akuarium.

Ikan belida albino sangat suka berada di sekitar tanaman air atau batang pohon pinggir sungai. Untuk membuat kondisi akuarium sama dengan habitat asli dari ikan ini, penambahan ornamen merupakan pilihan yang terbaik. Tambahan tanaman air serta batang kayu bisa jadi pilihan untuk membuat akuarium mirip dengan habitat asli.

Hiasan dalam akuarium bisa menjadi tempat ikan bersembunyi. Selain itu, pada bagian dasar akuarium bisa ditambahkan bebatuan kecil serta pasir. Tambahan ornamen tersebut tentu saja bisa membuat ikan menjadi lebih nyaman dan bisa bertahan hidup dengan baik.

Selain penambahan beberapa hiasan, akuarium untuk ikan belida albino bisa diberikan latar gelap pada bagian dinding akuarium. Selain itu, pemilihan lampu akuarium juga sebaiknya menggunakan lampu yang redup. Kondisi akuarium yang sedikit gelap bisa membuat ikan belida lebih betah berada dalam akuarium karena mirip dengan kondisi habitat aslinya.

  1. Memberikan pakan ikan

Di habitat aslinya ikan belida memang sangat suka mencari makannya sendiri. Sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ini. Pastikan untuk mengetahui jenis pakan yang paling sesuai untuk ikan ini.

Ikan belida yang hidup di akuarium bisa diberi makan ikan kecil seperti anakan ikan mas, ikan mujair, dan lain sebagainya. Ikan ini tidak boleh diberi makan ikan lele yang mempunyai patil tajam. Pilihan lain yang bisa di pilih sebagai pakan ikan belida adalah udang, katak, kelabang, dan lain sebagainya.

Ikan belida albino juga cukup sensitif dengan keberadaan ikan kecil lainnya. Jadi, untuk memastikan ikan belida bisa dipelihara dengan baik sebaiknya pilih ikan yang mempunyai postur tubuh yang lebih besar. Hal ini dilakukan untuk memastikan ikan belida tidak memakan ikan kecil lainnya. Jenis ikan lain yang bisa disandingkan dengan ikan satu ini adalah ikan arwana.

Jenis ikan jinak dengan postur yang kecil biasanya menjadi ancaman bagi ikan belida. Ikan ini jika disatukan dengan ikan kecil biasanya belida akan bertindak agresif dengan memakan bagian sirip ikan kecil tersebut. Jadi, pastikan untuk memberi makan ikan belida dalam takaran yang pas dan tidak dicampur dengan ikan kecil lainnya.

Beberapa hal terkait pemberian pakan mungkin akan sedikit berbeda apabila ikan yang dipilih ditujukan untuk dijadikan indukan. Ikan indukan yang sudah matang biasanya akan diberi pakan anakan ikan mas atau udang segar.

Jumlah konsumsi pakan untuk indukan tersebut biasanya berada dalam takaran 5% dari berat badan ikan dalam setiap harinya. Pakan indukan biasanya diberikan setiap dua kali dalam sehari yakni saat pagi dan sore hari. Takaran jumlah pakan tersebut biasanya diperbanyak pada saat pemberian pakan untuk sore hari. Hal itu dikarenakan ikan indukan lebih banyak merespon pemberian pakan saat menjelang malam.

  1. Menyembuhkan penyakit ikan belida

Ikan belida yang hidup di perairan jika dipindahkan ke akuarium  bisa saja mengalami penyakit tertentu. Ada berbagai jenis ikan yang bisa menyerang ikan jenis satu ini. Salah satu jenis penyakit yang bisa menyerang belida albino adalah penyakit white spot. Penyakit satu ini biasanya muncul dikarenakan kondisi akuarium yang tidak bersih dan kualitas air yang buruk.

Perawatan ikan belida menjadi suatu hal yang penting dalam mencegah ikan mengalami penyakit tertentu. Supaya terhindar dari penyakit tersebut, air dalam akuarium perlu dijaga dengan baik. Pastikan air bebas dari bahan kimia berbahaya. Selain itu, penggunaan sinar ultra violet juga bisa menjadi cara mencegah ikan belida terkena penyakit. Apabila ikan belida sudah mengalami penyakit, ikan tersebut bisa disembuhkan dengan mempergunakan methyl biru dengan takaran sesuai kebutuhan.

Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Melakukan Pembenihan Ikan Belida dalam Kolam

Bagi kebanyakan orang memelihara ikan bukanlah hal yang baru. Selain dijadikan peliharaan, ikan ini bisa juga dibudidayakan dengan melakukan pembenihan dalam kolam. Proses pembenihan yang tepat bisa menghasilkan anakan yang bagus. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat ikan berkembang biak dengan baik ketika dipelihara dalam kolam.

  1. Pemilihan indukan

Indukan untuk proses pemijahan bisa berupa betina yang memiliki kualitas yang baik. Betina tersebut biasanya bisa menghasilkan 288 telur. Walaupun dalam beberapa kondisi telur tersebut bisa lebih banyak, bahkan hingga dua kali lipat.

Pembuahan dalam derajat tertentu sekitar 30-100% dengan derajat penetasan 72,2% serta sintasan hingga 64,2%.  Larva yang menetas pada kisaran waktu 72-120 jam atau sekitar 3-5 hari harus berada dalam kondisi suhu air 29-30 derajat celcius. Belida yang hidup di malam hari biasanya merespon aktivitas sungai dengan sangat baik terutama saat ikan hidup di bawah pohon.

Indukan yang dipilih untuk pemijahan biasanya berumur 2-3 tahun. Serta ukuran tubuh sepanjang 40-50cm. Belida yang berasal dari Kalimantan atau Sumatera biasanya dipijah ketika beratya mencapai 1,5-5 kg dengan panjang tubuh 55 cm. Hal yang berbeda tentu berlaku untuk induk belida yang berasal dari jenis yang berbeda.

  1. Proses reproduksi

Ikan ini memerlukan proses produksi yang cukup lama. Reproduksi pada ikan dengan gonad dan fekunditas sebagai alat reproduksi bisa jadi pilihan yang tepat. Dalam beberapa hal, reproduksi ikan ini memang berkaitan dengan frekuensi pemijahan, rasio kelamin, waktu pemijahan, tempat pemijahan, dan ukuran ikan saat pertama kali mengalami kematangan.

Di habitat aslinya ikan belida kebanyakan melakukan pemijahan di hutan rawa. Proses pematangan biasanya dilakukan di bulan November-Januari. Dalam taraf tertentu indukan yang sudah matang akan menuju sungai di area rawa yang mengalami kebanjiran.

Indukan yang matang biasanya telah melalui proses pembentukan kuning telur. Pada fase tersebut pembentukan kuning telur akan menjadikan penumpukan kuning telur. Hal tersebut nantinya akan berkaitan dengan kuning telur yang nantinya berubah menjadi ukuran tertentu sehingga nucleolus akan tertarik ke bagian tengah.

Ketika fase pembentukan sudah berakhir. Sel telur akan mengalami perubahan selama beberapa waktu. Dalam tahapan tersebut, fase istirahat akan terjadi sehingga rangsangan pada fase tersebut akan bermigrasi dari perifer, ovulasi, inti pecah, dan oviposisi.

  1. Subtrat untuk telur

Dalam proses pembenihan ikan belida memerlukan tempat untuk penempelan telur. Subtrat yang bisa digunakan biasanya berupa kayu yang berdiameter 15-20 cm dengan ketinggian kurang lebih 20 cm. Proses pemijahan bisa juga dilakukan dengan menggunakan papan kayu ulin dengan ukuran tinggi 40 cm dan lebar 50 cm. Subtrat tersebut pada akhirnya bisa dimasukkan ke dalam kolam induk.

  1. Menebar benih ikan

Ketika indukan ikan belida sudah mengalami proses perkembangbiakan yang bagus. Pastikan untuk mengenali indukan jantan dan betina dengan benar. Hal ini akan sangat berkaitan dengan rasio penebaran benih indukan. Induk jantan pada dasarnya dicirikan dengan sirip memanjang di bagian perut dengan ukuran yang lebih kecil dari betina.

Indukan jantan yang sudah siap untuk dipijah biasanya akan menunjukkan ciri tertentu. Sebagai bantuan untuk proses pemijahan. Bambu dengan panjang 1 meter bias jadi media yang membantu proses pemijahan agar bisa berlangsung dalam sekali proses.

  1. Berikan makanan yang sesuai untuk indukan

Pada dasarnya pakan merupakan satu hal yang sangat diperlukan indukan supaya bisa tubuh dengan baik. Pakan untuk indukan yang dipelihara dalam kolam bisa berupa ikan yang berukuran kecil. Dalam kurun waktu tiga hari, larva belida bisa mulai memakan udang kecil. Pastikan untuk memilih pakan yang sesuai dengan ukuran mulut ikan ini. Perhatikan juga bahwa ikan tersebut mendapatkan makan yang teratur agar tidak menghambat pertumbuhannya.

Selain mempertimbangkan pemilihan pakan. Hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah pemberian pakan berupa katak kecil. Pemberian pakan akan sangat ideal jika diberikan paling tidak 3 kali dalam satu hari. Pakan hidup sangat membantu indukan ikan untuk bertumbuh dengan baik. Karena indukan ikan bisa mempertahankan sifat alaminya untuk mencari pakan hidup yang masih bergerak.

Ukuran indukan mungkin sangat beragam. Dalam beberapa kondisi jika indukan mengalami kesulitan untuk memakan pakan. Makanan bisa diberikan dalam bentuk potongan kecil-kecil. Ukuran pakan yang tepat tentu memudahkan indukan untuk mengambil pakan.

  1. Lakukan pemanenan

Berbeda dengan ikan jenis lainnya. ikan belida memiliki masa pemanenan yang relatif lebih lama. Masa panen yang paling ideal biasanya berlangsung selam 1 tahun. Panenan biasanya dilakukan ketika bobot ikan mencapai 500-700 gram. Pemanenan yang dilakukan secara satuan atau total biasanya lebih dikaitkan dengan permintaan dari pasar.

  1. Perhatikan kolam yang digunakan untuk pembenihan

Ikan belida merupakan jenis ikan yang berasal dari ikan air tawar. Jenis ikan satu ini merupakan ikan yang sangat menarik untuk dibudidayakan. Kolam untuk budidaya ikan satu ini bisa dibuat dalam bentuk kolam tanah ataupun kolam terpal. Pemilihan jenis kolam tentu saja memiliki perbedaannya sendiri-sendiri.

Kolam budidaya yang digunakan untuk pengembangbiakan ikan belida biasanya memiliki ukuran tersendiri. Biasanya kolam untuk pembenihan dibuat lebih besar karena bisa saja berpengaruh pada proses pertumbuhan ikan belida. Ikan ini pada dasarnya dapat bertumbuh hingga ukuran 1-7 kg.

Ukuran kolam untuk budidaya ikan belida pada dasarnya cukup beragam. Ukuran minimal yang biasanya diterapkan adalah 2 meter persegi dengan ketinggian kolam berkisar 30 cm. Jadi, pastikan kolam pembenihan memang bisa menampung ikan dalam jumlah yang memadai. Ikan belida pada dasarnya hidup di perairan yang mengalir. Oleh karena itu, pastikan kolam yang digunakannya memiliki saluran air yang sesuai dengan kebutuhan.

Hampir sama dengan proses budidaya pada umumnya. Kolam untuk pembenihan juga perlu diberi pemupukan. Proses pemupukan di bagian dasar kolam bisa menjadi cara untuk menyuburkan tanah. Selain itu, pemupukan di dasar kolam juga sangat berguna untuk mengusir hama yang mengganggu proses pemupukan.

Persiapan pengeringan kolam perlu dilakukan sebelum proses pemupukan. Pada bagian kolam yang telah dikeringkan, berikan sejumlah pupuk organik. Setelah itu, kolam bisa diisi air dengan cara yang bertahap. Apabila kolam yang dibuat sudah menggunakan plastik terpal, proses tersebut tidak perlu dilakukan. Jika menggunakan terpal, pastikan terpal yang dipakai sudah steril.

Pilihan ikan hias ada banyak macamnya. Ikan dengan keunikan warna dan bentuk biasanya menjadi pilihan pencinta ikan untuk jadi hewan peliharaan. Ikan belida albino merupakan pilihan ikan yang banyak diminati. Ikan ini cukup banyak dikenal dan bisa dijadikan peliharaan dalam akuarium atau dikembangbiakkan dalam kolam.

Ikan Red Atebapo Cichlid

Mengenal Ikan Red Atebapo Cichlid

Ikan Red Atebapo Cichlid merupakan salah satu jenis ikan hias yang cukup banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ikan ini memiliki warna merah yang cantik dengan bentuk ramping memanjang.

Red Atebapo Cichlid tergolong ke dalam jenis ikan dengan tingkat perawatan menengah. Artinya, tidak mudah, tetapi tidak sesulit yang dibayangkan. Red Atebapo Cichlid memiliki temperamen semi agresif.

Ikan cichlid merah nan cantik yang hidup di alam terbuka ini memiliki ukuran panjang maksimal sekitar 14 inci. Meskipun tinggal di alam terbuka, ikan ini pun dapat dipelihara di dalam rumah menggunakan akuarium.

Hanya saja, pertumbuhan maksimal Red Atebapo Cichlid akuarium sedikit berbeda dengan yang tumbuh di alam bebas. Rata-rata, perbedaaan panjang tubuh ikan yang hidup di akuarium akan berbeda sekitar satu hingga tiga inci lebih pendek.

Red Atebapo Cichlid  sangat cocok dipelihara dalam akuarium yang cukup luas dengan ukuran minimal 180 galon. Agar Red Atebapo Cichlid nyaman di dalam akuarium, pastikan bahwa suhunya tepat, yakni sekitar 76 oF hingga 84 oF.

Selain suhu air, perhatikan pula pH air yang cocok untuk Red Atebapo Cichlid, yakni sekitar 5.5 hingga 7.0 dengan dH sekitar 3 hingga 20. Red Atebapo Cichlid yang masuk dalam keluarga Cichliadae ini berasal dari Rio Tapajos, Brazil, Amazon, Amerika.

Informasi Umum Red Atebapo Cichlid

Red Atebapo Cichlid dikenal juga dengan nama Red Tapajos Pike atau Crenicichla sp. Tapajos Red merupakan jenis ikan yang cukup baru untuk akuaris. Secara ilmiah, ikan ini dikategorikan sebagai Crenicichla sp. Tapajos I. Namun, ikan ini sering dijual sebagai ikan hias dengan nama Tapajos Red Pike, Red Tapajos Pike, Tapajos I Pike, dan Ikan Red Atebapo Cichlid.

Ikan ini kerap disalahartikan sebagai Cobra Pike Crenicichla sp. Tapajos II. Meskipun hampir serupa dan berasal dari wilayah yang sama, Red Atebapo Cichlid lebih bervariasi dalam hal warna dan pola.

Red Atebapo Cichlid berasal dari Rio Tapajos dan dapat ditemukan di sekitar anak-anak sungai di sekitar Amazon Brasil bagian utara. Sungai Tapajos mengalir sekitar 1.200 mil dari pedalaman pegunungan di Amerika melalui lembah yang lembab dan panas.

Aliran air tersebut mengarah ke Sungai Amazon. Lembah tropis dengan volume air sungai yang besar berkontribusi membuat suhu air sungai sangat stabil dan hangat sepanjang tahun. Inilah mengapa Red Atebapo Cichlid terbiasa dengan perairan yang sangat hangat dengan kualitas air terbaik dan parameter yang stabil.

Bagi Anda yang ingin memelihara Red Atebapo Cichlid atau jenis ikan yang asalnya dari sungai Amazon wajib menjaga kondisi air agar tetap berkualitas tinggi dengan kadar nitrat rendah dan tingkat oksigen terlarut yang tinggi.

Perawatan Akuarium Red Atebapo Cichlid

Untuk merawat Ikan Red Atebapo Cichlid, Anda harus melakukan pengaturan akuarium esuai dengan habitat sungai aslinya. Meskipun Red Atebapo Cichlid tumbuh dengan panjang sekitar dua belas hingga empat belas inci, ikan ini tercatat sebagai perenang cepat.

Itulah salah satu alasan mengapa Red Atebapo Cichlid membutuhkan akuarium berukuran besar yang memungkinkannya berenang dengan bebas. Idealnya, ukuran akuarium untuk Red Atebapo Cichlid haruslah memiliki panjang minimal enam kaki dengan lebar dua kaki.

Ukuran tersebut sangat pas karena dapat memberikan ruang gerak ikan untuk berenang. Ruang yang ada juga memungkinkan Red Atebapo Cichlid menandai wilayahnya. Bahkan, ruang kosong yang ada dapat digunakan untuk menampung jenis ikan lainnya.

Dengan menempatkan Red Atebapo Cichlid di akuarium yang besar, tingkat keagresifannya pun akan lebih menurun. Lain halnya jika Red Atebapo Cichlid ditempatkan dalam akuarium kecil. Selain ruang gerak menjadi terbatas, ikan akan lebih agresif terhadap teman di sekitarnya.

Ketika Red Atebapo Cichlid ditempatkan di akuarium berukuran tepat, ikan ini tidak akan terlalu agresif. Namun, Red Atebapo Cichlid sering menjadi lebih agresif terhadap ikan sejenis, termasuk jenis Pike serupa lainnya.

Jenis Cichlid berukuran lebih besar, seperti Plecos, Light, dan Lele besar merupakan pasangan teman akuarium yang sangat tepat untuk Red Atebapo Cichlid. Anda bisa menempatkan kelompok ini ke dalam akuarium besar berukuran minimal 180 atau lebih.

Tambahkan substrat berpasir, kerikil kecil, atau campuran pasir dengan kerikil, kayu apung dengan bentuk menyerupai gua alami, kayu apung potongan kecil, bebatuan, dan tanaman hidup yang biasa ditemukan di sekitar aliran Sungai Amazon.

Ikan Red Atebapo Cichlid memiliki toleransi cahaya yang cukup baik. Anda bisa menerangi akuarium, tempat tinggalnya dengan lampu tiga watt per galonnya. Ikan ini sangat menyukai wilayah yang diarsir melalui vegetasi mengambang dengan tambahan kayu apung dan gua batu.

Ikan Red Atebapo Cichlid membutuhkan air bersih yang stabil dengan suhu sekitar 84 °F dan pH rendah sekitar 5.5 hingga 6. Lantaran Red Atebapo Cichlid cepat besar, ikan ini membutuhkan ruang terbuka yang luas untuk berburu dan berenang.

Makanan dan Gizi Red Atebapo Cichlid 

Sebenarnya Red Atebapo Cichlid lebih menyukai makanan berupa mangsa hidup. Maklum saja, ikan kecil menjadi sumber makanan utama di habitat alaminya. Namun, Red Atebapo Cichlid dapat menyesuaikan diri dengan baik dan belajar dengan cepat ketika dipindahkan ke dalam akuarium.

Red Atebapo Cichlid dapat dilatih untuk menerima makanan hidup lain yang belum pernah dikonsumsinya, seperti cacing tanah dan udang hantu.

Red Atebapo Cichlid juga dapat dilatih untuk menerima makanan berupa daging beku atau makanan segar lainnya, seperti udang air asin, krill cincang, dan potongan ikan cincang.

Kendati tidak selalu berhasil, sebagian besar Red Atebapo Cichlid yang telah terbiasa hidup di dalam akuarium dapat menerima palet buatan khusus yang kaya gizi dan nutrisi.

Jika Red Atebapo Cichlid menolak untuk mengonsumsi palet, maka Anda tak perlu khawatir, sebab udang hantu, udang air asin, maupun cacing tanah diperkaya vitamin yang nilai gizinya seimbang dan setara dengan makanan bervariasi.

Manfaat Memelihara Ikan Hias Red Atebapo Cichlid

Memelihara ikan hias memang tampak sepele. Namun, tahukah Anda bahwa kegiatan ini ternyata memberikan manfaat yang sangat luar biasa?

Lantas, apa saja manfaat memelihara Red Atebapo Cichlid ? Berikut uraiannya!

  • Membuat Anda Lebih Tenang

Memelihara ikan dapat membuat Anda lebih tenang. Ketika Anda tengah jenuh atau memiliki banyak pikiran, cobalah untuk menikmati suara aliran air. Lihatlah bagaimana Red Atebapo Cichlid meliuk dengan indahnya. Lambat laun, perasaan kacau Anda pun akan berubah menjadi ketenangan yang menyenangkan.

  • Menjernihkan Pikiran

Memelihara Red Atebapo Cichlid juga sangat bermanfaat untuk menetralkan pikiran Anda. Hal ini pun erat kaitannya dengan kesehatan. Dengan melihat gerakan alami Red Atebapo Cichlid selama sepuluh menit saja, Anda akan mendapatkan rasa tenang.

Saraf yang tegang akan kembali kendur. Tidak ada lagi tekanan atau beban, yang tersisa hanyalah rasa tenteram, hangat, dan nyaman.

  • Menginspirasi

Tak banyak yang menyadari bahwa hanya dengan melihat ikan hias berenang ke sana ke mari dapat memberikan inspirasi. Ketika Anda merasa suntuk atau tidak memiliki ide, jangan ragu untuk mendekati akuarium.

Nikmati setiap gerakan Red Atebapo Cichlid. Lambat laun, pikiran Anda yang semula buntu akan kembali segar. Di saat inilah, ide-ide yang baru akan bermunculan. 

  • Menambah Pendapatan

Memelihara Red Atebapo Cichlid juga bisa menambah pendapatan Anda. Bagaimana caranya? Anda bisa memulainya dengan merawat bayi Red Atebapo Cichlid hingga tumbuh dewasa dan dapat berkembang biak dengan baik.

Beri Red Atebapo Cichlid makanan yang bergizi sehingga pertumbuhannya sempurna. Ketika Red Atebapo Cichlid telah dewasa, Anda bisa menjualnya dengan harga tinggi.

Semakin banyak Red Atebapo Cichlid yang berhasil dikembangbiakkan, semakin banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

  • Meningkatkan Keindahan Ruangan

Memelihara Red Atebapo Cichlid di dalam akuarium ecara tidak langsung telah meningkatkan keindahan ruangan. Ruangan yang semula kosong menjadi lebih hidup dan hangat berkat keberadaan Red Atebapo Cichlid.

  • Menjaga Alam Tetap Lestari

Secara tidak langsung, memelihara Red Atebapo Cichlid dapat memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Hal ini juga menjaga Red Atebapo Cichlid dari kepunahan akibat eksplorasi besar-besaran.

Dengan memelihara ikan hias, Anda telah berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Red Atebapo Cichlid

Memelihara ikan memang tampak terdengar sangat sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya, merawat ikan, utamanya Red Atebapo Cichlid membutuhkan kesabaran yang tinggi. Mengingat Red Atebapo Cichlid   termasuk sulit dirawat.

Kendati demikian, merawat ikan hias akan memberikan Anda kehidupan yang lebih menyenangkan. Dibandingkan dengan hewan peliharaan lainnya, memelihara ikan dianggap lebih berguna dan menantang, terutama jika ikan yang Anda pilih merupakan tipe agresif.

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ikan hias Red Atebapo Cichlid di dalam akuarium, terdapat sejumlah hal penting yang wajib Anda perhatikan. Apa saja? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

  • Cari Informasi Mengenai Ikan Hias Pilihan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih ikan hias yang kuat. Salah satu pilihan terbaik adalah Red Atebapo Cichlid . Ikan ini cukup agresif, lincah, pandai berenang, memiliki kekuatan yang bagus, dan tampilan sangat menawan dengan warna merah yang berkilau.

Alih-alih membeli akuarium lebih dulu, Anda lebih baik menggali lebih dulu informasi mengenai Red Atebapo Cichlid. Dengan cara ini, Anda tidak akan salah dalam memilih ukuran akuarium, mengatur suhu, pH, dan memberinya makanan.

Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan mengenai Red Atebapo Cichlid, semakin baik karena akan memudahkan Anda dalam merawatnya.

  • Sediakan Tempat yang Pas

Setelah menentukan jenis ikan yang akan Anda pelihara dan menggali informasi lengkapnya, langkah selanjutnya adalah menyediakan wadah yang tepat. Sebagaimana Anda ketahui, Red Atebapo Cichlid sangat menyukai tempat yang luas.

Ukuran minimal akuarium Red Atebapo Cichlid terbaik adalah sekitar 180 galon. Dengan ukuran ini, Red Atebapo Cichlid akan hidup layak, nyaman, dan aman. Meskipun nantinya Anda akan menambahkan jenis ikan lainnya, Red Atebapo Cichlid akan tetap hidup damai.

  • Siapkan Peralatan dan Dekorasi

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan peralatan dan dekorasi. Akuarium yang telah disediakan haruslah disempurnakan dengan alat dan dekorasi memadai. Anda wajib memasang filter air, pengatur suhu, dan pencahayaan.

Selain kelengkapan tersebut, tambahkan dekorasi untuk mempercantik akuarium. Dekorasi yang sangat disukai Red Atebapo Cichlid adalah gua batu, tanaman hijau, dan kerikil halus. Agar Red Atebapo Cichlid lebih cepat beradaptasi, pastikan akuarium Anda menyerupai habitat aslinya.

Langkah-langkah Menyiapkan Akuarium Red Atebapo Cichlid 

Bagi Anda yang sudah terbiasa memelihara ikan hias, menyiapkan akuarium bukanlah perkara yang sulit. Lain halnya dengan para pemula. Meskipun hal ini tampak mudah, faktanya menyiapkan akuarium diperlukan ketelitian.

Agar Anda tidak salah langkah, pastikan untuk mengikuti sejumlah tips berikut ini.

  • Siapkan Akuarium

Pertama, siapkan akuarium, termasuk substrat dan dekorasi. Bersihkan akuarium, substrat, dan seluruh dekorasi menggunakan sabun pembersih yang aman. Bilas hingga bersih dan keringkan lebih dulu dengan bantuan cahaya matahari.

Selain prosesnya lebih cepat, pengeringan alami menggunakan bantuan matahari sangat efektif membunuh kuman penyakit yang mungkin saja menempel di akuarium atau dekorasi. Sembari menunggu kering, siapkan seluruh peralatan, mulai dari filter, lampu, selang air, hingga pengatur suhu air.

Hias akuarium yang telah kering dan pasang kelengkapan yang dibutuhkan. Setelah semuanya sesuai, tambahkan air hingga batas aman. Gunakan de-klorinator untuk menghilangkan klorin di di dalam air.

Setelah akuarium penuh, Anda bisa menyalakan filter air dan pengatur suhu. Diamkan akuarium selama tiga hingga enam minggu. Hindari menambahkan ikan ke dalam akuarium satu hari setelah persiapan, sebab akuarium membutuhkan waktu untuk menyelesaikan siklus nitrogen.

Artinya, kurun waktu tersebut, secara alami air yang telah ditambahkan de-klorinator akan membangun lapisan bakteri baik yang berguna untuk memecah senyawa berbahaya pemicu kematian ikan, seperti nitrit dan amonia.

  • Perkenalkan Ikan

Setelah mendiamkan air selama tiga hingga enam minggu, lakukan pengukuran kadar nitrit, nitrat, dan amonia mengguna alat khusus untuk mengetes air. Saat pengecekan, kadar amonia dan nitrit akan memuncak lalu turun drastis hingga menyentuh angka nol, sedangkan kadar nitrat akan mendekati angka nol.

Setelah proses di atas selesai, lanjutkan dengan mengapungkan kantong plastik berisi Red Atebapo Cichlid dalam akuarium selama tiga pulu menit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa air telah menghangat dengan pas sehingga Red Atebapo Cichlid mudah beradaptasi.

Tambahkan segelas air ke dalam plastik berisi Red Atebapo Cichlid setiap lima hingga sepuluh menit hingga air penuh. Setelahnya, gunakan jaring untuk mengeluarkan Red Atebapo Cichlid dari kantong ke dalam akuarium.

  • Jaga Kondisi Air

Hal penting dalam memelihara ikan adalah bagaimana cara Anda merawat air. Sebagaimana Anda ketahui, air adalah kebutuhan pokok semua jenis ikan. Tanpa air, ikan akan mati secara perlahan.

Lantaran Red Atebapo Cichlid terbiasa hidup di lingkungan dengan air yang bersih dan terjaga ketabilannya, maka Anda wajib menjaga kualitas air. Tidak hanya bersih, tetapi juga aman dari senyawa berbahaya yang dapat menyebabkan kematian ikan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan parameter air agar kadar amonia, nitrat, dan nitrit tetap dalam batas wajar. Pastikan pula untuk rutin mengganti air. Namun, hindari mengganti air secara keseluruhan karena dapat menghancurkan bakteri baik yang ada di dalam air.

Sebaiknya, ganti air sekitar dua puluh hingga lima puluh persen setiap satu minggu sekali atau ketika diperlukan. Misalnya, air keruh karena sisa makanan padahal baru dibersihkan kurang dari seminggu yang lalu, maka Anda wajib menggantinya segera. Tak perlu menunggu jadwal selanjutnya.

  • Perawatan Akuarium

Selain memastikan air dalam kondisi bersih, Anda pun wajib memastikan kenyamanan, keamanan, dan kesehatan ikan dengan rutin melakukan pengecekan filter air, saluran air, pengatur suhu air, dan pencahayaan akuarium.

Cek apakah semua alat tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak? Jika terjadi kerusakan, maka segera lakukan perbaikan atau ganti dengan yang baru.

Bagaimana Cara Memelihara Red Atebapo Cichlid?

Lantas, bagaimana cara memelihara Red Atebapo Cichlid?

  • Sesuaikan Akuarium

Sesuaikan ukuran akuarium dengan jenis ikan yang hendak dipelihara. Jika Anda memelihara Red Atebapo Cichlid, maka Anda membutuhkan akuarium minimal 180 galon.

  • Pisahkan Ikan

Kendati Red Atebapo Cichlid termasuk semi agresif dan dapat hidup berdampingan dengan ikan jenis lainnya dalam satu akuarium, Anda perlu memisahkannya dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika Red Atebapo Cichlid hendak memasuki masa pemijahan dan saat terserang penyakit.

Red Atebapo Cichlid yang akan memasuki masa pemijahan biasnaya lebih agresif dibandingkan hari biasa. Ketika Red Atebapo Cichlid tampak lesu, tidak lincah, dan sulit makan, segera pisahkan di wadah lain untuk menghindari penularan pada ikan lain.

  • Atur Arus Air

Red Atebapo Cichlid hanya dapat tinggal di tempat dengan arus air yang sesuai dengan habitat aslinya, yakni lembah sungai Amazon.

Penyesuaian arus air tidak hanya berguna untuk memudahkan Red Atebapo Cichlid berdaptasi dengan lingkungan baru, tetapi juga menjaga agar sistem pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem peredaran darah ikan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat bertahan hidup.

  • Lakukan Pembersihan Setiap Minggu

Sebagaimana Anda ketahui, air merupakan komponen utama bagi ikan. Tanpa keberadaan air, ikan tidak dapat bertahan hidup. Mengingat pentingnya air, Anda wajib menjaga kebersihannya. Ingat, semakin baik kualitas air, semakin panjang pula angka harapan hidup.

Belum lagi, Red Atebapo Cichlid terbiasa hidup di alam terbuka dengan air yang sangat bersih. Oleh karena itu, gantilah air setiap seminggu sekali.

  • Beri Makan Teratur

Layaknya manusia, ikan juga membutuhkan makanan untuk hidup. Anda tidak perlu memberi Red Atebapo Cichlid makanan dalam jumlah besar.

Sangat dianjurkan untuk memberi pakan Red Atebapo Cichlid dengan porsi kecil, tetapi teratur. Misalnya setiap tiga jam atau empat jam sekali. Selain berguna untuk menjaga kesehatan pencernaan ikan, cara ini efektif mencegah air kotor karena sisa makanan.

Makanan untuk Ikan Hias Tawar

Pada dasarnya, alam telah menyediakan pakan untuk Red Atebapo Cichlid. Namun, ketika Red Atebapo Cichlid dijadikan sebagai ikan hias, sudah kewajiban Anda untuk memberinya pakan. Tersedia dua jenis pakan untuk Red Atebapo Cichlid, yakni pakan alami dan pakan buatan.

  • Pakan alami adalah makanan untuk ikan yang berasal dari bahan alami tanpa tambahan ataupun pengolahan yang rumit. Nilai gizi dari makanan ini dua kali lipat lebih bagus daripada makanan ikan kemasan.
  • Pakan buatan adalah makanan ikan dibuat dari bahan baku alami yang diolah menggunakan mesin. Selain dibuat di pabrik besar, tersedia pakan buatan hasil olahan rumahan.

Jenis pakan alami untuk Red Atebapo Cichlid 

Adapun makanan alami yang dapat disantap oleh Red Atebapo Cichlid, di antaranya sebagai berikut.

  • Udang kecil – pakan alami ini sangat cocok dikonsumsi oleh bayi Red Atebapo Cichlid dan ikan hias lainnya.
  • Daphina – pakan alami ini cocok dikonsumsi oleh Red Atebapo Cichlid yang telah beranjak dewasa. Kandungan di dalamnya mampu mengeluarkan warna Red Atebapo Cichlid.
  • Cacing sutera – pakan alami ini sangat baik untuk ikan Red Atebapo Cichlid karena mengandung banyak organik yang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhannya.
  • Jentik nyamuk – Bisa dibilang makanan ini merupakan favorit banyak orang karena kandungan protein di dalamnya sangat tinggi. Kandungan protein dapat mempercepat sistem reproduksi menjadi lebih maksimal.
  • Phytoplankton –  organisme air berukuran kecil yang melayang mengikuti arus air ini merupakan makanan yang baik untuk Red Atebapo Cichlid . Tidak hanya menyehatkan, pakan alami ini juga dapat membantu mempercepat pertumbuhan ikan hias.
  • Zooplankton – organisme yang disebut juga dengan plankton hewani ini juga sangat baik untuk pertumbuhan Red Atebapo Cichlid.
  • Infusoria –  makanan alternatif berupa protozoa yang cocok untuk burayak. Biasanya makanan ini diberikan setelah cadagannya habis. Meskipun tergolong jarang, protozoa yang dapat ditemukan di sawah, kolam, rawa, dan perairan tawar ini dapat dijadikan pilihan untuk Red Atebapo Cichlid.
  • Rotifera – makanan berupa sekumpulan jasad renik ini termasuk ke dalam salah satu kelas udang renik dengan ukuran sekitar 50 sampai 300 mikron.  Jenis rotifera yang paling banyak ditemukan adalah Brachionus. Makanan ini sangat baik untuk pertumbuhan ikan hias tawar, termasuk Red Atebapo Cichlid.
  • Moina – merupakan salah satu jenis kutu air yang memiliki bentuk tubuh agak bulat, dengan warna kemerahan. Makanan ini sering dijadikan sebagai piliha alternatif yang baik untuk tumbuh kembang ikan hias.

Selain sejumlah pakan alami yang telah disebutkan di atas, hampir sebagian besar ikan hias juga dapat menyantap tumbuhan di sekitarnya. Namun, tentunya tidak semua tumbuhan, sebab hal ini mengikuti habitat asli ikan hias tersebut berasal.

Kendati demikian, sejumlah ikan hias tawar dapat mengonsumsi sayuran dan tumbuhan, seperti wortel. Wortel merupakan salah satu makanan favorit ikan louhan. Kandungan di dalam wortel efektif mempercepat proses pengeluaran warna dan pembentukan jidat atau nonong.

Selain wortel, timun juga dapat sering dijadikan sebagai makanan alternatif. Salah satu ikan hias yang sangat menyukai timun adalah catfish. Maklum saja, selain harganya murah dan mudah ditemukan, kandungan di dalam timun dapat meningkatkan nafsu makan ikan. Sangat cocok diberi untuk ikan yang tengah sakit atau dalam pemulihan. 

Jenis Pakan Buatan untuk Red Atebapo Cichlid 

Selain pakan alami, terdapat pakan buatan untuk ikan. Pakan ini lebih praktis karena dikems dengan baik. Nilai gizinya pun setara dengan makanan alami.

Kabar baiknya, Red Atebapo Cichlid juga dapat mengonsumsi makanan buatan, yakni pelet ikan yang dijual di pasaran. Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua Red Atebapo Cichlid bisa menerima pakan buatan.

Oleh karena itu, pastikan untuk memberinya pelet berkualitas yang dikhususkan untuk Red Atebapo Cichlid. Meskipun harganya relatif mahal, pelet ini dapat memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi Red Atebapo Cichlid .

Sangat dianjurkan untuk tetap memberi Ikan Red Atebapo Cichlid pakan alami untuk mencegah kebosanan. Pemberian pakan alami dan pakan buatan secara seimbang dapat mempercepat perkembangan Red Atebapo Cichlid.

Demikianlah informasi mengenai Ikan Red Atebapo Cichlid lengkap yang perlu untuk diketahui. Dengan informasi ini Anda akan lebih mudah memelihara Red Atebapo Cichlid. Jangan lupa sebarkan artikel ini, ya!

Recent search terms:

  • ikan chiclid warna merah (1)

Ikan Jendral Cichlid

Mengenal Ikan Jendral Cichlid Lebih Dekat

Ikan Jendral Cichlid atau yang dikenal dengan sebutan Dimidiochromis Compressiceps adalah ikan jenis cichlid yang menarik. Tubuhnya berukuran sangat besar, lincah, bergerak cepat, dan memiliki kilau metalik indah, perpaduan antara warna biru dan merah.

Dimidiochromis Compressiceps termasuk ikan cichlid predator yang tidak hanya tampak luar biasa, tetapi juga kuat. Dengan bentuk dan warnanya yang unik, ikan yang berasal dari Afrika ini sangat mengesankan. Dimidiochromis Compressiceps juga dinamis sehingga disebut sebagai cichlid paling rata di Danau Malawi.

Panjang Dimidiochromis Compressiceps mencapai 10 inci  sekitar 25 cm.  Ikan ini memiliki rahang bawah bergigi dan menonjol ke depan. Bentuk tubuh tipis Dimidiochromis Compressiceps memungkinkannya bergerak dengan kecepatan yang tinggi.

Dengan rahangnya yang kuat, menjadikan ikan yang juga dikenal dengan nama Malawi Eyebiter ini sebagai predator mematikan bagi ikan-ikan kecil di sekitarnya.

Kendati Ikan Jendral Cichlid merupakan predator yang cukup agresif, ikan ini dapat ditempatkan dalam satu tangki bersama dengan ikan lain. Asalkan, ukuran ikan dalam tangki sama besar dan tidak begitu agresif.

Hindari menempatkan Dimidiochromis Compressiceps dengan Mbuna atau ikan cichlid kecil lainnya. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh Mbunas yang berukuran lebih kecil darinya. Namun, ikan ini dapat  ditempatkan dalam satu tangki tanpa masalah dengan cichlids Peacock berukuran lebih besar.

Dimidiochromis Compressiceps sangat cocok dan menarik untuk dipelihara karena dapat menambah keragaman pada tangki di rumah Anda. Segala aspek fisik yang dimiliki Dimidiochromis Compressiceps membuat ikan ini begitu disukai. Bahkan, tak sedikit yang menjadikannya sebagai favorit.

Asal Usul Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps banyak ditemukan di wilayah sekitar Danau Rift di Afrika, hulu Sungai Shire Danau Malawi, Danau Malombe, dan Mozambik. Ikan ini juga banyak ditemukan di perairan dangkal di daerah terbuka, tepatnya di atas substrat berpasir dengan vegetasi alami atau yang memiliki bercak Vallisneria.

Kendati jarang, ikan ini juga dapat ditemukan di daerah berbatu. Termasuk, wilayah perairan yang tenang, nyaris tanpa ombak. Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa ikan kecil, utamanya spesies penyu, Mbuna dengan ukuran lebih kecil, dan Utaka berusia remaja.

Klasifikasi Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps tercatat dan terdaftar dalam Daftar Merah IUCN sebagai Lease Concern (LC). Ikan ini juga dikenal dengan nama lain, seperti Compressiceps, Haplochromis Compressiceps, dan Eyebiter.

  • Nama Ilmiah: Dimidiochromis Compressiceps
  • Pengelompokan Sosial: Soliter yang sebagian besar merupakan predator alami di alam.
  • Daftar Merah IUCN: LC – Least Concern
  • Kerajaan: Animalia
  • Divisi: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Order: Cichliformes
  • Keluarga: Cichlidae
  • Genus: Dimidiochromis
  • Jenis: D. Compressiceps
  • Nama binomial: Dimidiochromis Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908)
  • Nama lain: Paratilapia Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908), Cyrtocara Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908), dan Haplochromis Compressiceps (Boulenger, Tahun 1908)

Habitat Malawi Eyebiter

Ikan ini tinggal di perairan dangkal di daerah terbuka yang banyak tumbuh-tumbuhan. Kebanyakan Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa ikan remaja, seperti cichlid Utaka dan ikan sejenis lainnya.

Di alam bebas, Dimidiochromis Compressiceps tidak berada di tempat yang sama dengan Mbuna kecil. Pasalnya, Mbuna  kecil tercatat sebagai salah satu “makanan ringan” bagi Dimidiochromis Compressiceps.

Ikan jenis ini paling baik dipelihara oleh pemelihara ikan yang berpengalaman atau setidaknya yang pernah memelihara ikan cichlid menengah. Maklum saja, Dimidiochromis Compressiceps cukup sulit dirawat karena membutuhkan sistem cukup rumit dengan sistem air yang sangat bersih.

Tak hanya itu saja, Dimidiochromis Compressiceps juga membutuhkan banyak tempat persembunyian, seperti bebatuan atau tanaman alami. Tangki yang terlalu terang, tanpa tanaman dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps dan sakit.

Menggunakan tandan padat tanaman asli atau palsu di sejumlah area tangki dapat meminimalisasi tingkat stres Dimidiochromis Compressiceps. Ikan ini paling baik ditempatkan dengan satu jantan dan beberapa betina.

Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh jantan lain dari spesies yang sama, kecuali tangki yang ada memiliki ratusan galon. Dimidiochromis Compressiceps akan menjadi ancaman bagi ikan yang memiliki ukuran dan usia lebih kecil darinya.

Karakteristik Malawi Eyebiter

Dimidiochromis Compressiceps memiliki tubuh yang tipis. Ikan ini memiliki kecepatan sangat bagus dalam menangkap mangsanya. Dimidiochromis Compressiceps memiliki rahang bawah bergigi yang menonjol ke bagian depan.

Panjang Dimidiochromis Compressiceps bisa mencapai dua puluh lima centimeter. Meskipun jarang, Dimidiochromis Compressiceps dapat bertambah besar di tangki. Rata-rata Dimidiochromis Compressiceps hidup selama tujuh hingga sepuluh tahun.

Dimidiochromis Compressiceps jantan memiliki warna hampir biru metalik. Kadang-kadang warnanya hijau dengan sirip anal oranye berpola telur khas. Dimidiochromis Compressiceps betina memiliki warna dasar perak, sedangkan ikan remaja berwarna terang.

Semua Dimidiochromis Compressiceps memiliki garis horizontal gelap di bagian tengah yang memanjang dari belakang mata hingga pangkal sirip ekor. Ikan ini memiliki fitur umum yang juga dimiliki sejumlah ikan air asin, yakni kumpulan gigi faring yang letaknya berada di tenggorokan bersama dengan gigi biasa.

Dimidiochromis Compressiceps memiliki tekstur yang tampak berduri di bagian belakang sirip dubur, dada, punggung, dan sirip perut yang berfungsi untuk mencegah pemangsa. Bagian depan sirip Dimidiochromis Compressiceps sangat lunak sehingga memudahkannya bergerak bebas di dalam air dengan luwes dan cepat.

Berbeda dengan ikan lainnya yang memiliki dua set lubang hidung, Dimidiochromis Compressiceps memiliki satu lubang hidung di setiap sisi. Untuk merasakan aroma atau bau di dalam air, Dimidiochromis Compressiceps akan menyedot air dan mengeluarkannya setelah melakukan deteksi.

Cepat lambatnya deteksi, tergantung seberapa banyak Dimidiochromis Compressiceps perlu untuk menghirup air.

Hambatan Dalam Memelihara Dimidiochromis Compressiceps

Ikan Jendral Cichlid merupakan ikan hias yang sangat cantik dan unik. Namun, cukup sulit dipelihara di dalam tangki. Meskipun demikian, dengan pengaturan yang tepat dan pengalaman cukup dalam memelihara ikan, Dimidiochromis Compressiceps dapat tumbuh dan hidup baik layaknya berada di alam bebas.

Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan tangki berukuran besar dengan sistem air yang baik. Tanpa sirkulasi air yang baik, Dimidiochromis Compressiceps akan sulit bertahan hidup.

Kendati ikan iniini merupakan predator ganas yang akan memangsa ikan-ikan kecil, Dimidiochromis Compressiceps termasuk dalam salah satu jenis cichlid dapat hidup berdampingan dengan ikan berukuran sama atau yang lebih besar.

Dalam pengaturan air yang baik dan diet yang tepat, Dimidiochromis Compressiceps akan lebih mudah beradaptasi dan berkembang biak.

Pakan Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps merupakan makhluk omnivora atau piscivore yang sebagian besar makanannya berupa ikan bertulang kecil. Dimidiochromis Compressiceps akan memangsa, membunuh, dan memakan ikan dengan ukuran setengah dari badannya atau ikan kecil lainnya.

Dalam pemeliharaannya, Dimidiochromis Compressiceps tidak perlu diberi makan ikan feeder hidup karena dapat meningkatkan agresi. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps diberi makan ikan lancefish, ikan silversides, udang, kerang, dan sejumlah sayuran hijau.

Variasikan diet Dimidiochromis Compressiceps untuk mendapatkan warna yang indah. Umumnya, Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan sejumlah makanan nabati untuk membantu mencegah terjadinya kembung.

Bayi-bayi Dimidiochromis Compressiceps dapat diberi makan jentik nyamuk (cacing darah). Namun, mereka akan membutuhkan makanan lebih banyak ketika tumbuh. Bayi-bayi Dimidiochromis Compressiceps juga dapat diberi makanan berupa pelet beku yang mengandung protein tinggi.

Diet Dimidiochromis Compressiceps yang tepat, bersama dengan pemberian vitamin dapat menjaga ikan Anda dalam kondi stabil. Hal ini juga dapat mempercepat proses pertumbuhannya. Perlu Anda ingat bahwa Dimidiochromis Compressiceps tidak dapat mengonsumsi daging sapi.

Akan lebih baik untuk memberi Dimidiochromis Compressiceps makan dalam prosi kecil beberapa kali sehari daripada memberi satu kali makan porsi besar. Pemberian makan yang tepat dapat menjaga kualitas air lebih tetap bersih dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tak perlu khawatir karena semua ikan di dalam tangki tetap mendapat manfaat dari vitamin dan suplemen yang Anda beri. Untuk memaksimalkan pertumbuhan Dimidiochromis Compressiceps, terapkan diet sehat. Jika Anda masih ragu, maka tanyakan pada ahlinya, penjual ikan hias, atau orang yang lebih berpengalaman.

Perawatan Akuarium Dimidiochromis Compressiceps

Lantas, bagaimana cara merawat ikan Dimidiochromis Compressiceps? Mengingat merawat ikan Ikan Jendral Cichlid bukan hal yang mudah, pastikan untuk mengutamakan kebersihan habitatnya. 

Kondisi kesehatan Dimidiochromis Compressiceps akan memburuk jika air di dalam tangki tercemar atau kotor karena sisa makanan yang dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, lakukan penggantian air, sekitar 20 hingga 50% dalam seminggu atau sesuaikan  dengan bio load.

Dengan menjaga kebersihan air, Dimidiochromis Compressiceps akan terhindar dari penyakit. Selain kondisi air yang kotor, Dimidiochromis Compressiceps  juga rentan terkena penyakit jika kebutuhan makanannya tidak terpenuhi. Pastikan untuk memberi Dimidiochromis Compressiceps makanan berkualitas baik agar tumbuh kembangnya maksimal.

Pengaturan Akuarium Dimidiochromis Compressiceps

Tahukah Anda bahwa aliran air yang mengalir ke Danau Malawi memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi? Adanya proses penguapan alami di danau tersebut menghasilkan air alkali yang telah termineralisasi.

Danau Malawi dikenal dengan kejernihan air dan juga stabilitasnya. Air di danau ini memiliki pH dan kimia air yang seimbang dan selalu stabil sepanjang tahun. Bahkan, pergantian musim pun tak memengaruhinya.

Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan parameter tangki, terutama jika Anda memelihara ikan yang berasal daru Danau Malawi seperti Dimidiochromis Compressiceps.

Sementara cichlid yang berasal Danau Rift membutuhkan air alkali keras. Anda dapat memanfatkan garam sebagai zat penyangga. Fungsinya sendiri adalah untuk meningkatkan kekerasan karbonat air.

Cichlid Danau Rift memiliki toleransi yang baik terhadap garam. Ikan jenis ini dapat hidup dalam kondisi air yang agak payau. Namun, tidak cocok untuk jenis tangki air payau penuh. Bisa dibilang, batas toleransi salinitas ikan Cichlid Danau Rift sekitar 10% dari tangki air asin normal dengan gravitasi spesifik kurang dari 1.0002.

Untuk memelihara Dimidiochromis Compressiceps kecil diperlukan tangki sebanyak 125 galon. Dimidiochromis Compressiceps membutuhkan tangki yang besar untuk memaksimalkan kecepatanya.

Tangki yang lebih besar pun dapat Anda gunakan untuk merawat Dimidiochromis Compressiceps dengan cichlids lainnya. Dimidiochromis Compressiceps dapat bertahan hidup di dalam air tawar atau air tawar paya, tetapi dibutuhkan pergerakan air yang baik dan harus dulengkapi filtrasi yang kuat dan efisien.

Dimidiochromis Compressiceps memiliki toleransi pHapa pun di atas netral. Namun, level pH terbaik untuk Dimidiochromis Compressiceps adalah di kisaran pH 8. Dimidiochromis Compressiceps sangat menyukai substrat pasir atau kerikil halus.

Anda bisa menggunakan pasir untuk air tawar atau ikan air asin yang dapat dibeli di toko ikan hias. Dengan adanya pasir ini, pH air akan lebih terjaga dan tetap stabil. Selain pasir, karang yang sudah hancur atau pasir aragonit juga efektif menambah kekerasan karbonat air. Bahkan, cenderung lebih mudah larut daripada garam.

Menjaga pH tetap tinggi artinya kadar amonia lebih mematikan. Sangat penting untuk mengganti air secara berkala jika Anda ingin Dimidiochromis Compressiceps selalu dalam keadaan baik. Ingat, air dengan kadar amoonia tinggi dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps  keracunan dan mati mendadak.

Sediakan area kolam terbuka di bawah tangki dan di area tengah untuk meniru habitat alami Dimidiochromis Compressiceps. Tambahkan tandan tanaman hidup atau buatan untuk mengurangi risiko stress.

Tandan ini juga dapat berfungsi untuk menyembunyikan area bebatuan. Dimidiochromis Compressiceps akan menggunakan batu-batu yang ada di dalam tangki untuk bertelur.

Jika Anda ingin memiliki tangki yang menyerupai lingkungan asli Dimidiochromis Compressiceps, maka tambahkan Vallisneria. Selalu awasi level pH air karena tanaman yang membusuk dapat menurunkan tingkat PH.

Ukuran Tangki Minimum adalah 125 gal (473 L) dengan campuran pasir atau kerikil. Agar Dimidiochromis Compressiceps merasa nyaman, gunakan pencahayaan redup dan jaga suhu air tetap stabil, yakni kisaran 73 °F hingga 86 °Fatau sekitar 22,8 °C hingga 30 °C.

Sementara rentang pH untuk tangki Dimidiochromis Compressiceps berkisar antara 7.7 hingga 8.6 dengan pH 8 yang terbaik, sedangkan kisaran kekerasan sekitar 6 hingga 10 dGH dengan gerakan air sedang.

Perilaku Sosial Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps tidak tergolong dalam ikan komunitas. Dimidiochromis Compressiceps  memang predator, tetapi tidak begitu berbahaya, hanya cukup agresif. Selama tangki memiliki ukuran besar, tingkat keagresifan Dimidiochromis Compressiceps dapat ditekan semaksimal mungkin.

Kendati demikian, Dimidiochromis Compressiceps tidak akan pernah bisa bersahabat dengan Mbuna. Ketika Dimidiochromis Compressiceps ditempatkan dalam satu tangki dengan Mbuna, ikan ini akan langsung menyerang dan membunuhnya.

Singkatnya, Dimidiochromis Compressiceps adalah pemburu alami yang senang menyerang jenis ikan apa pun selama ikan tersebut memiliki tubuh kecil untuk dimakan.

Jika Anda ingin menyimpan Ikan Jendral Cichlid dalam satu kelompok, maka cara paling baik adalah dengan menempatkan hanya satu jantan Dimidiochromis Compressiceps dengan beberapa betina.

Ingat! Dimidiochromis Compressiceps akan menyerang dan membunuh jantan lain, meskipun itu berasal dari spesies yang sama. Namun, ada beberapa pengecualian jika Anda menggunakan tangki dengan ratusan galon.

Ikan Dimidiochromis Compressiceps jantan biasanya memiliki tubuh lebih menarik karena penuh warna dengan ukuran lebih besar. Semantara Dimidiochromis Compressiceps betina memiliki tubuh lebih kecil. Warnanya pun cantik, yakni perak.

Reproduksi Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps adalah salah satu jenis ikan yang membentuk keluarga matriarkal. Ikan ini telah lama dibiakkan di dalam penangkaran dengan satu kelompok jantan dengan beberapa betina. Hal ini dilakukan karena selama waktu pemijahan Dimidiochromis Compressiceps jantan akan sangat agresif terhadap betina.

Dimidiochromis Compressiceps sangat menyukai batu pipih atau batu tulis untuk dijadikan sebagai tempat bertelur. Pastikan bahwa tempat pengembangbiakan Dimidiochromis Compressiceps cukup jauh dari aliran air yang kuat, mengingat telur dibuahi secara eksternal.

Dimidiochromis Compressiceps betina akan mengambil dan menyimpan telurnya di dalam untuk diinkubasi. Selama proses ini berlangsung, Dimidiochromis Compressiceps  betina dapat membawa hingga dua ratus lima puluh telur selama 21 hingga 28 hari.

Jika Dimidiochromis Compressiceps berhenti makan dan memiliki mulut yang membesar, maka tandanya ikan tengah merenung. Untuk menjaga keamanan telur, pastikan Dimidiochromis Compressiceps betina terhindar dari stres. Ketika Dimidiochromis Compressiceps betina stres, ia akan lebih mudah meludahkan telurnya.

Sejumlah Dimidiochromis Compressiceps betina sangat menyukai batu pemijahan di dekat permukaan, tetapi sisanya menyukai tempat yang lebih tersembunyi. Jika Dimidiochromis Compressiceps tidak dapat melakukan pemijahan, maka lakukan relokasi batu datar.

Umumnya, beberapa orang lebih suka memisahkan betina selama kehamilannya. Namun, pemisahan yang terlalu lama dari tangki utama dapat memengaruhi status sosialnya dengan betina lain. Bahkan, tak jarang hal ini dapat memicu pertempuran.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melakukan pengujian atau tes kepribadian ikan Dimidiochromis Compressiceps milik Anda.

Untuk mencegah benih dimakan oleh Dimidiochromis Compressiceps  jantan, pastikan untuk memisahkan telur ikan yang telah dilepaskan ke tangki lainnya. Dimidiochromis Compressiceps remaja membutuhkan udang air asin dan larva nyamuk sebagai makanan utama. Kedua makanan ini sangat baik untuk pertumbuhannya.

Dimidiochromis Compressiceps  remaja juga membutuhkan spirulina untuk kebutuhan sayuran. Beri spirulina satu hingga dua kali setiap minggu. Dengan cara ini Dimidiochromis Compressiceps remaja bisa mendapatkan nutrisi sempurna sehingga perkembangannya pun terjaga.

Penyakit Ikan Dimidiochromis Compressiceps

Dimidiochromis Compressiceps sangat rentan terhadap penyakit yang kerap menyerang ikan, terutama jika kebersihan airnya tidak terjaga. Air berkualitas rendah dengan oksigenasi yang buruk sangat cepat menyebarkan penyakit pada ikan.

Kembung Malawi merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang Dimidiochromis Compressiceps. Penyakit ini lebih banyak menyerang ikan Dimidiochromis Compressiceps yang tidak banyak mengonsumsi atau mengalami gizi buruk.

Selain kembung Malawi, penyakit lain yang patut diwaspadai adalah Ich. Penyakit ini diobati dengan menempatkan tangki ikan pada suhu sekitar 86 °F atau 30 °C selama tiga hari. Jika cara ini tidak membuat kondisi Dimidiochromis Compressiceps lebih baik, maka ikan perlu dirawat dengan tembaga. Pastikan untk melepaskan semua air conditioner.

Jika penyakit Ich yang menyerang Ikan Jendral Cichlid tergolong ringan, Anda dapat memberinya obat khusus yang dijual di pasaran. Pilih obat ikan berbasis tembaga. Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang tepat.

Sebelum digunakan, Anda bisa melakukan tes tembaga untuk mendapatkan level yang tepat. Anda juga boleh menggabungkan pengobatan obat Ich dengan peningkatan suhu. Cara ini cukup efektif mempercepat proses penyembuhan Dimidiochromis Compressiceps.

Seperti kebanyakan ikan hias lainnya, Dimidiochromis Compressiceps juga rentan terhadap cacing kulit dan infestasi parasit lain, mulai dari protozoa, infeksi jamur, hingga infeksi bakteri.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membaca tentang penyakit yang kerap menyerang Dimidiochromis Compressiceps, baik di habitat hidup asli maupun tangki. Dengan mengetahui tanda-tanda penyakit, Anda akan lebih mudah melakukan pencegahan dan mengobati ikan yang terserang penyakit. 

Ketersediaan Dimidiochromis Compressiceps di Pasaran

Serupa dengan ikan hias lainnya, Ikan Jendral Cichlid dapat Anda temukan secara online dengan harga bersahabat. Tinggi rendahnya harga ikan Dimidiochromis Compressiceps  tergantung dari jenis kelamin, apakah betina atau jantan, dan umurnya, apakah ikan masih bayi, remaja, atau telah dewasa. perempuan, atau remaja. Dimidiochromis Compressiceps juga dapat dibeli langsung di toko ikan hias. Beberapa toko menerapkan sistem pemesanan khusus, preorder

Tips Memelihara Ikan di Tangki atau Akuarium

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ikan hias di dalam rumah, pastikan untuk menerapkan beberapa tips sederhana berikut ini.

  • Sesuaikan Ukuran Tangki

Memelihara ikan hias menggunakan tangki memang cukup merepotkan bagi pemula. Namun, sebenarnya hal ini tidak begitu sulit jika Anda sudah mengetahui tipsnya. Salah satunya adalah memilih ukuran tangki.

Jika Anda memelihara Dimidiochromis Compressiceps, maka pertimbangkan untuk menggunakan tangki ukuran besar. Tangki yang besar dapat membuat ikan lebih nyaman. Selain itu, Anda pun tak perlu repot mengganti ukuran tangki setiap kali Dimidiochromis Compressiceps mengalami perubahan ukuran tubuh.

  • Hindari Meletakkan Tangki Dekat Jendela

Hindari meletakkan tangki dekat jendela karena dapat membahayakan ikan. Meskipun Dimidiochromis Compressiceps termasuk predator, ikan ini akan kalah dengan hewan pemangsa lainnya.

Selain itu, tangki yang terkena cahaya matahari berlebihan dapat menyuburkan pertumbuhan ganggang hijau. Hal ini dapat membahayakan kesehatan ikan Dimidiochromis Compressiceps dan membuat tangki cepat kotor. Sinar matahari berlebih juga meningkatkan temperatur air sehingga membuat ikan cepat mati.

  • Isi Tangki dengan Air Bersih

Tangki harus dibersihkan secara teratur untuk menjaga kualitas air. Ingat, kualitas air yang buruk tidak hanya menyebabkan penyakit bagi Dimidiochromis Compressiceps, tetapi juga memicu kematian.

Selalu gunakan air bersih dengan pH yang tepat. Saat air tampak keruh, Anda wajib menggantinya dengan air bersih. Umumnya, penggantian air dilakukan seminggu sekali. Namun, ketika air terlalu kotor, Anda tak perlu menunggu untuk menggantinya dengan air bersih.

  • Berilah Pakan Secara Teratur

Beri ikan Dimidiochromis Compressiceps pakan berkualitas. Terutama jika Anda memutuskan memelihara ikan Dimidiochromis Compressiceps bayi atau remaja yang masih membutuhkan banyak nutrisi.

Kendati demikian, bukan berarti Anda memberi Dimidiochromis Compressiceps pakan secara terus-menerus, sebab terlalu banyak memberi pakan dapat menyebabkan ikan obesitas. Kualitas air pun menurun dan mudah kotor. 

Sangat dianjurkan untuk memberi pakan sedikit demi sedikit, tetapi teratur. Misalnya setiap tiga jam sekali.

  • Tambahkan Aksesori dalam Akuarium

Tangki merupakan rumah bagi Dimidiochromis Compressiceps. Sebelum memelihara Dimidiochromis Compressiceps, Anda wajib mempelajari habitat aslinya. Dengan begitu, Anda bisa menghias tangki sesuai dengan lingkungan aslinya.

Tambahkan pasir, tanaman, dan bebatuan agar Dimidiochromis Compressiceps tidak merasa asing. Tanaman air dapat berfungsi sebagai tempat berteduh ikan ketika tidur. Tanaman ini juga berfungsi sebagai filter air dan penghasil oksigen.

Ingat! Semakin mirip kondisi tangki dengan habitat asli, semakin mudah Dimidiochromis Compressiceps menyesuaikan diri.

  • Atur Arus Air dalam Akuarium

Tak dapat dimungkiri bahwa memelihara ikan Dimidiochromis Compressiceps  membutuhkan perhatian khusus, utamanya masalah air. Selain kualitas dan kadar pH yang harus dijaga, Anda pun wajib mengatur arus air.

Sebagaimana Anda ketahui, Dimidiochromis Compressiceps memerlukan arus air yang menyerupai habitat aslinya agar sistem pernafasan, sistem ekskresi, dan sistem peredaran darahnya berjalan dengan baik.

Anda dapat memanfaatkan filter air otomatis yang dapat menyemburkan atau mengalirkan air ke dalam tangki. Tambahkan sejumlah batu karang untuk menjaga semburan air yang terlalu deras.aliran air yang terlalu kencang dapat menyebabkan Dimidiochromis Compressiceps  stress.

Demikianlah informasi lengkap mengenai Ikan Jendral Cichlid yang perlu untuk Anda ketahui.  Apa pun ikan hias pilihan Anda, pastikan untuk menjaga kadar pH air, kebersihan tangki, dan memberinya pakan bergizi. Ayo, bagikan artikel ini!

Ikan Peacock Bass

Beberapa Jenis Ikan Peacock Bass yang Bagus untuk Dipelihara

Ada berbagai jenis ikan predator yang bagus untuk dijadikan ikan hias. Ikan peacock bass merupakan jenis ikan hias yang cukup populer di kalangan pencinta ikan hias. Ikan ini memiliki corak yang menarik dengan ukuran sedang. Ikan ini punya jenis yang beragam ada ikan peacock bass malaysia, ikan peacock bass intermedia, peacock bass azul, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa ulasan tentang jenis dari peacock bass.

  1. Jenis ikan peacock bass monoculus

Peacock bass monoculus jenis ini memiliki nama latin cichla monoculus. Peacock bass ini cukup terkenal di Indonesia. Harga ikan ini cukup murah sehingga banyak yang menggemari ikan jenis satu ini. Karakteristik fisik dari peacock bass monoculus adalah tonjolan yang terdapat di bagian dahi. Selain itu, pada bagian sirip atas dari ikan ini terdapat warna hitam yang merembet sampai ke bagian atas.

Ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket dengan tubuh manusia’. Julukan tersebut berasal dari bentolan yang terdapat di sekitar dahi kepala peacock bass monoculus. Tonjolan tersebut seakan mirip dengan wajah manusia. Kata ‘roket’ lebih ditujukan pada bentuk tubuh yang serupa dengan roket. Peacock bass monoculus ukurannya bisa mencapai 70 cm sedangkan beratnya bisa sampai 9 kg. Ikan ini banyak ditemukan di Brazil, Peru, dan Kolombia.

  1. Jenis ikan peacock bass blue azul

Peacock bass blue azul disebut juga dengan cichla piquiti. Tubuh ikan ini didominasi dengan warna biru. Warna biru dari ikan ini cukup unik. Warna tersebut bisa ditemukan pada bagian sirip atas serta pada bagian pinggir ekor.

Harga ikan ini cukup mahal. Ikan ini memiliki harga dalam batasan yang lebih mahal dibanding beberapa jenis ikan predator yang ada di pasar pada umumnya. Kepopuleran ikan ini bisa dibilang dapat menyaingi peacock bass monoculus. Karakteristik utama dari ikan ini adalah warna biru yang terdapat di sirip bagian atas serta di bagian ekor. Oleh karena itu, ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket bersirip biru’.

Tidak hanya keunikan warna dari ikan ini. Ikan satu ini juga tergolong cukup sulit didapat karena kebanyakan tersebar di Kolombia, Guianas, Venezuela, dan Brazil. Ukuran ikan ini bisa mencapai 43 cm.

  1. Jenis ikan peacock bass Orinoco

Ikan ini dikenal juga dengan nama latin cichla orinocensis. Ciri fisik utama dari ikan ini yaitu adanya tiga pola yang tersusun jelas dengan arah vertikal di bagian sisi tubuh dari ikan ini. Peacock bass ini disebut juga dengan ‘si roket warna hijau yang agresif’. Julukan tersebut berasal dari warna hijau yang berada di seluruh tubuh ikan ini. Selain warna hijau, ikan ini juga memiliki warna kuning atau warna keemasan pada bagian tubuh tertentu.

Ikan jenis ini ternyata dapat juga tumbuh dengan ukuran yang cukup besar. Ikan ini bisa tumbuh hingga ukuran 60 cm serta berat 6,22 kg. Ada juga yang bisa mencapai ukuran maksimal hingga 70 cm. Dalam menjaga wilayahnya, ikan ini tergolong ikan yang agresif. Pastikan untuk memperhatikan dengan baik pilihan jenis ikan yang akan digabungkan dalam satu wadah dengan ikan ini.

  1. Jenis ikan peacock bass kelberi

Peacock bass kelberi yang dikenal dengan nama latin cichla kelberi ini cukup populer daripada beberapa jenis peacock bass lainnya. Cara mengenali ikan ini cukuplah mudah. Ciri utama dari ikan ini adalah tubuh yang didominasi dengan warna kuning keemasan. Serta bintik di kedua sisi tubuh dan di bagian atas tubuhnya.

Julukan lain dari ikan ini adalah ‘si roket berlapis emas’. Ikan ini memiliki ciri warna kuning dan emas. Ikan ini mempunyai panjang tubuh hingga 39 cm serta berat tubuh mencapai 730 gram. Persebaran ikan ini tidak terlalu luas. Ikan ini banyak ditemukan di sekitar Brazil. Warna ikan ini terlihat mewah jika dipadukan dengan akuarium dengan hiasan.

  1. Jenis peacock bass temensis

Ikan ini bisa dikenali dari ciri fisiknya yang cukup unik. Ikan ini memiliki bintik mutiara yang menghias seluruh bagian tubuhnya. Warna tubuh ikan yang gelap membuat pola bintik mutiara pada tubuh ikan terlihat kontras.

Ikan dengan nama latin cichla temensis ini punya beberapa nama lain yang cukup unik. Ikan ini punya nama lain berupa speckled pavon, speckled peacock bass, painted pavon, dan juga three-barred peacock bass. Ukuran ikan ini termasuk cukup besar. Di Amerika Selatan, ikan ini dapat tumbuh hingga 1 m apabila berada di alam liar. Berat tubuh ikan ini bisa mencapai 13 kg.

Ikan ini punya kepopuleran yang setara dengan jenis ikan predator lainnya. Ikan ini memiliki harga yang sesuai dengan keunikan dari ikan ini. Ikan ini bisa ditemukan di Venezuela, Brazil, dan Guyana. Ikan jenis satu ini juga banyak ditemukan di Sungai Amazon.

Ikan ini punya julukan lain, ikan ini disebut juga dengan ‘si roket terbesar berbintik mutiara’. Julukan ikan ini tentu cocok dengan ciri fisik dari ikan ini. Jenis ikan ini termasuk ikan predator terbesar di Amerika Selatan.

  1. Peacock bass occelaris

Ikan jenis satu ini mempunyai ciri yang cukup unik. Ikan ini punya warna tubuh kuning dengan sedikit warna keemasan. Corak ikan satu ini hampir mirip dengan corak pada ikan Orinoco. Ciri fisik tersebut tentu saja menjadikan ikan satu ini sangat cocok untuk dipelihara.

  1. Peacock bass xingu

Ikan satu ini punya karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan peacock bass lainnya. Warna tubuh ikan satu ini didominasi dengan warna kuning emas yang cukup terang. Selain itu, ikan ini juga memiliki garis hitam pada bagian tubuhnya.

  1. Peacock bass tapajos

Ikan satu ini punya ciri yang berbeda dari ikan jenis lainnya. Ikan ini punya warna hijau kekuningan dengan tiga corak dengan yang berupa bulatan hitam. Ikan ini juga mempunyai warna mata merah yang berbeda dengan jenis ikan  peacock bass pada umumnya.

  1. Peacock bass nigromaculata

Ikan jenis satu ini punya warna tubuh yang sangat menarik. Ikan ini punya warna tubuh yang didominasi dengan warna hijau lumut. Selain itu, ikan tersebut memiliki warna mata merah dan tubuh dengan bercorak garis. Meski tampilannya tampak seram, ikan ini sangat menarik untuk dijadikan peliharaan.

  1. Peacock bass pinima

Ikan jenis ini punya warna tubuh yang berbeda karena corak tutul dengan warna mutiara. Ikan satu ini juga punya bentuk tubuh yang tidak terlalu teratur. Tidak hanya itu, ikan ini juga punya tiga garis hitam dengan corak yang berbentuk bulat dan berwarna hitam.

  1. Peacock bass pleizona

Ikan ini memiliki karakteristik fisik yang sangat unik. Sirip ikan satu ini didominasi dengan warna biru terang. Pada bagian bawah ikan satu ini terdapat sirip warna oranye dengan 4 corak garis. Ikan ini juga memiliki warna mata merah.

  1. Peacock bass trombetas

Ikan ini mempunyai ciri tubuh yang didominasi dengan warna cokelat. Selain itu, ikan ini juga punya dahi yang jenong. Di bagian kepala hingga tubuh ikan ini terdapat corak yang tampak seperti bercak.

  1. Peacock bass vazzoler’s

Karakteristik dari ikan jenis satu ini pada dasarnya mirip dengan jenis ikan peacock bass pada umumnya. Ikan jenis satu ini juga memiliki warna kuning yang khas. Selain itu, ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan peliharaan.

  1. Peacock bass jari

Ikan jenis ini punya warna tubuh dengan corak yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis peacock bass pada umumnya. Tidak hanya itu, ikan ini juga memiliki corak tubuh yang cukup unik dari jenis lainnya.

  1. Peacock bass royal

Ikan dengan jenis satu ini punya corak yang indah. Warna tubuh dari ikan satu ini didominasi dengan warna hijau kebiruan. Ikan ini juga memiliki warna oranye dan kuning di bawah area tubuhnya. Ikan ini punya corak yang indah daripada jenis ikan lainnya. Selain itu, jumlah garis serta corak pada tubuh ikan ini terlihat berbeda karena sirip biru di bagian atas tubuhnya. Ikan satu ini termasuk peacock bass dengan harga termahal.

Mengenal Beberapa Info Tentang Makanan Peacock Bass

Makanan menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan bagi ikan untuk tumbuh dengan baik. Makanan yang keliru bisa menghambat pertumbuhan ikan serta mengganggu kesehatannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan makanan peacock bass. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk disimak.

  1. Beberapa kebiasaan makan peacock bass di alam liar

Saat berada di alam liar ikan ini dapat bergerak dengan cepat ketika siang hari. Kecepatan ikan ini dalam menangkap mangsa sangat cepat terutama saat siang hari. Beberapa jenis ikan kecil sering kali menjadi mangsa ikan jenis ini.

  1. Pola makan peacock bass

Ikan jenis ini sangat sensitif dalam mencari mangsa. Saat usia ikan ini masih remaja ikan ini suka menunggu sampai diberi makanan. Peacock bass yang masih kecil biasanya suka makan krill kering, cacing darah, guppy, atau jenis ikan kecil lainnya.

Ikan peacock kecil biasanya cukup diberi makan beberapa kali dalam satu hari dengan porsi makan lebih sedikit. Seiring dengan usia yang bertambah, ikan ini bisa diberi makan satu atau dua kali untuk setiap harinya. Saat usia ikan sudah dewasa, ikan ini bisa diberi makan ikan kecil atau udang.

  1. Jenis makanan peacock bass

Peacock bass sangat suka dengan makanan yang masih hidup. Makanan tersebut bisa saja didapat dari lingkungan alami. Jenis makanan hidup tertentu yang tersisa dalam akuarium bisa saja menyebabkan penyakit pada ikan ini.

Jika pilihan makanan hidup dirasa kurang sesuai. Pilihan pakan komersial bisa jadi pilihan. Umumnya pilihan pakan ini akan sangat sesuai karena harganya yang biasanya lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Seputar Peacock Bass

Selain info tentang makanan. Ikan satu ini ternyata memiliki beberapa hal yang menarik. Ada beberapa fakta tentang ikan ini. Info tersebut berupa cukup bermacam-macam dan berguna untuk menambah pengetahuan sebelum memelihara ikan ini. Berikut ini merupakan beberapa info menarik tersebut.

  1. Jenis ikan ini termasuk dalam jenis ikan dengan ukuran yang besar. Ikan ini banyak ditemukan di Amerika Selatan. Ikan ini biasanya hidup berkelompok dengan jumlah yang cukup banyak.
  2. Ikan ini termasuk jenis ikan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ikan ini akan bersarang di dasaran yang lunak dan luas untuk menempatkan telur. Area yang berlumpur dan berpasir merupakan salah satu area yang banyak dijadikan sarang untuk telur. Ikan ini dapat melindungi dan merawat anakannya dengan baik. Setelah besar anaknya akan ditinggal untuk mencari makanannya sendiri.
  3. Cara membedakan peacock bass betina dengan jantan terletak pada tonjolan yang terdapat di dahi ikan ini. Dari segi corak, ikan pejantan maupun betina tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan memiliki nilai yang tinggi.
  4. Peacock bass yang berukuran kecil biasanya lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pemanas untuk memastikan suhu air tetap terjaga. Selain itu, gunakan garam air untuk menjaga kondisi air tetap sesuai untuk dijadikan tempat hidup.
  5. Ikan peacock yang agresif biasanya memiliki wajah yang terlihat garang. Meski demikian ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara. Selain karena karakternya ikan ini juga memiliki corak yang indah sehingga cocok dijadikan ikan hias.
  6. Peacock bass sepintas tampak menyeramkan karena bola matanya yang ukurannya cukup besar. Pupil ikan ini biasanya berwarna hitam serta lingkaran mata dengan warna kuning terang. Ikan ini memiliki ukuran mulut yang cukup besar. Pada bagian bawah wajahnya terlihat naik ke atas mirip dengan ikan arwana. Ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan hias.
  7. Ciri fisik lain yang menarik dari ikan ini adalah sirip lebar pada bagian atas dari tubuh ikan. Sirip tersebut terbentang sampai menyentuh bagian pangkal dari ekor ikan. Bagian bawah tubuh ikan ini terdapat dua sirip yang ukurannya sedang. Di bagian satu sirip yang dekat dengan perut bentuknya melebar. Hal tersebut membuat tubuh ikan terlihat pipih.
  8. Tanda fisik lainnya yang bisa diamati dari ikan ini adalah garis hitam yang tebal dengan bentuk vertikal pada bagian badannya. Tidak hanya itu, bagian pangkal ekor dari ikan ini ada bintik hitam yang ukurannya agak besar. Warna badan dari ikan ini cukup variatif bergantung dari jenisnya. Beberapa warna tersebut antara lain warna hitam, bintik putih, hitam, biru terang, dan kuning terang.
  9. Pada dasarnya ikan ini bergerak dengan lincah terutama saat mencari makan. Bagi yang ingin memelihara ikan ini dalam satu akuarium dengan ikan lainnya. Sebaiknya memilih ikan yang sejenis atau ikan jenis lain dengan ukuran yang kurang lebih sama.
  10. Ikan jenis ini memiliki harga yang cukup beragam. Ikan air tawar ini anakannya ada yang dijual dengan harga Rp 15.000. Sedangkan ikan dewasa dari jenis ini dihargai ratusan ribu rupiah. Jenis ikan peacock bass termahal tentu saja bergantung pada beberapa hal, bisa dari coraknya, kelangkaan ikan, serta biaya impor ikan tersebut.
  11. Ikan peacock bass termasuk jenis ikan karnivora. Oleh karena itu, ikan ini tidak bisa disatukan dengan jenis ikan tertentu dalam satu tempat. Ikan ini sebaiknya disatukan dengan jenis ikan seperti stingray, cichlid, catfish, dan arwana. Ikan yang berukuran lebih kecil biasanya hanya menjadi mangsa bagi peacock bass dewasa.
  12. Ikan jenis ini terkadang bisa saja terkena penyakit bintik putih. Untuk mengatasi hal tersebut air tempat ikan perlu diberi garam, methyl blue, atau daun ketapang. Selain itu, tempat ikan juga perlu dikuras sebanyak 25% untuk setiap harinya. Sebagai langkah pencegahan suhu air perlu dijaga agar berada dalam kisaran 30-32 derajat celcius.
  13. Saat musim penghujan tempat ikan mungkin sangat terpengaruh. Oleh karena itu, suhu perlu ditata dalam kisaran 28 derajat celcius. Apabila suhu air terlalu dingin, ikan kemungkinan akan mudah terkena penyakit.

Akuarium yang Sesuai untuk Tempat Memelihara Peacock Bass

Hal yang tidak kalah penting dalam memelihara ikan satu ini adalah akuarium. Ada banyak jenis akuarium yang bisa digunakan. Sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ini. Pastikan dahulu akuarium yang digunakan sudah tepat. Ulasan yang lebih lengkap tentang akuarium untuk peacock bass bisa disimak di penjelasan berikut ini.

  1. Ukuran akuarium yang direkomendasikan

Peacock bass pada umumnya memerlukan ruangan yang sedikit lebih luas. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan ikan untuk berperilaku agresif untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Ikan ini juga dapat tumbuh besar sehingga perlu ruang akuarium yang lebih luas agar bebas bergerak.

Peacock bass yang masih remaja sebaiknya dipelihara dalam ruangan. Akuarium bisa digunakan untuk memelihara ikan ini bisa dipilih yang berkapasitas paling tidak 70 galon air. Jumlah tersebut merupakan takaran air paling tepat untuk jenis ikan pada usia tersebut. Ikan yang masih kecil atau yang berusia remaja bisa ditempatkan dalam akuarium dengan volume 30 galon. Akuarium dengan ukuran yang sesuai bisa mencegah ikan mengalami stres.

Beberapa pencinta ikan jenis satu ini, ada yang memelihara dalam ukuran akuarium yang terbilang besar. Akuarium dengan ukuran mencapai 180 galon. Ukuran tersebut tentu saja sangat berguna untuk menampung lebih banyak peacock bass yang berukuran besar.

  1. Kondisi air

Ikan jenis ini pada dasarnya merupakan ikan yang membutuhkan suhu yang hangat. Tingkat keasaman dari ikan ini haruslah sesuai agar ikan tidak mengalami penyakit tertentu. Tingkat keasaman yang paling sesuai untuk ikan satu ini yakni pH 6,5 atau 7,5. Untuk ikan yang masih anakan diperlukan suhu yang jauh lebih hangat.

Filtrasi merupakan cara terbaik untuk membuat ikan menjadi lebih sehat. Ikan yang berada dalam kondisi air yang bagus bisa bertumbuh dengan lebih baik. Cara tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menghilangkan kotoran yang terdapat dalam akuarium. Akuarium tanpa filtrasi biasanya akan lebih mudah kotor terutama jika ikan yang dipelihara cukup banyak. Sistem filtrasi yang disarankan adalah filtrasi sump atau filtrasi eksternal.

Ikan jenis ini memerlukan lingkungan dengan kualitas tinggi. Selain itu, tingkat polutan yang rendah juga berpengaruh pada kondisi air. Tidak hanya itu, oksigen dalam air juga berpengaruh pada kualitas air. Oksigen dengan kadar tinggi merupakan kondisi air yang paling sesuai untuk ditinggali ikan jenis ini. Kadar oksigen yang terlalu rendah akan menghambat kehidupan dari spesies satu ini.

  1. Dekorasi akuarium

Ukuran akuarium merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Akuarium untuk ikan jenis ini sebaiknya diatur agar hiasannya sesuai dengan ukuran akuarium. Ikan satu ini memiliki kebiasaan untuk melompat. Oleh karena itu, diperlukan penutup di atas akuarium untuk mencegah ikan keluar dari akuarium.

Selain hiasan pada bagian dinding akuarium, tempat ikan juga perlu dilengkapi dengan kerikil atau pasir pada bagian dasar akuarium. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kondisi akuarium sama dengan habitat aslinya ketika mencari makan. Ikan ini biasanya senang untuk menyaring pasir agar bisa mendapatkan serangga, udang, atau mangsa kecil jenis lainnya. Selain itu, ikan ini juga sangat suka bersembunyi dalam batuan dengan struktur tertentu.

Selain hiasan pada dasar akuarium. Akuarium juga perlu dihiasi dengan tanaman sebagai tempat ikan untuk bersembunyi. Selain itu, tanaman juga sangat berguna untuk menyergap mangsa hidup yang dimasukkan dalam akuarium.

Tips Membuat Warna Peacock Bass Terlihat Lebih Indah

Ikan satu ini tidak kalah indah dengan ikan dari jenis lainnya. Salah satu keunggulan dari ikan satu ini adalah warnanya yang indah. Pada dasarnya ikan ini memiliki corak tubuh yang menarik. Meski demikian, tidak semua peacock bass punya corak yang cerah, terutama jika ikan tidak dipelihara dengan baik. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan supaya warna ikan tampak lebih indah.

  1. Beri pakan udang pada ikan

Hal utama yang bisa dilakukan untuk membuat warna peacock bass tetap indah adalah pemberian pakan yang tepat. Pakan berupa udang merupakan jenis pakan yang tepat untuk dijadikan makanan bagi peacock bass. Udang mempunyai kandungan karotenoid yang bisa membuat warna tubuh ikan terlihat lebih cerah.

Udang yang diperlukan untuk dijadikan pakan bagi ikan tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan. Ukuran udang harus sesuai dengan ukuran ikan yang dipelihara. Selain itu, pakan udang bisa saja dioleh menjadi pelet untuk pakan ikan.

  1. Memastikan kualitas air tetap terjaga

Tips lain yang bisa digunakan untuk membuat corak ikan terlihat lebih bagus adalah dengan memastikan air tetap berkualitas. Pastikan untuk mengukur air dalam takaran yang tepat. Selain itu, rajinlah untuk membersihkan serta menguras air agar kualitas air tetap terjaga. Pastikan juga air yang digunakan bersih dari kaporit. Penggantian air bisa dilakukan tiap 2 hari supaya kualitas air tetap bagus.

  1. Perhatikan jumlah ikan yang dipelihara

Jumlah ikan yang dipelihara tentu saja bergantung pada pemilik ikan. Jumlah ikan yang dipelihara idealnya 7-10 ekor. Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya akan mengganggu interaksi ikan dalam akuarium. Hal tersebut akan berdampak secara tidak langsung pada kenyamanan ikan.

Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya memicu stres pada ikan. Jumlah yang seimbang akan membuat ikan berinteraksi dengan baik. Ikan yang mengalami stres karena interaksi dengan ikan lain terganggu biasanya akan memiliki corak yang tidak terlalu bagus. Ikan yang bisa bergerak bebas dan dipelihara dengan baik bisa membuat corak ikan terlihat lebih terang.

Ada beragam jenis ikan yang menarik untuk dijadikan peliharaan. Ikan peacock bass merupakan salah satu jenis ikan yang banyak diminati. Ada berbagai jenis yang bisa dipilih. Selain jenis yang beragam, ikan satu ini juga memiliki berbagai fakta dan karakteristik yang unik. Dalam memelihara dan memperindah fisik ikan pastikan untuk memperhatikan akuarium yang digunakan serta beberapa kondisi lainnya.

Ikan Pacu Albino

Berkenalan dengan Ikan Pacu Albino yang Mirip Bawal dan Piranha

Ikan pacu albino adalah jenis ikan hias air tawar yang mudah ditemukan di Sungai Amazon, dan Sungai Oronoco. Ikan ini pun sempat tercatat pernah ditemukan di Papua dan Papua Nugini. Secara fisik, ikan ini tampak mirip bawal, dengan gigi mirip gigi manusia. Ikan ini juga masih satu keluarga dengan ikan piranha yang terkenal di Amazon. Ikan ini menjadi salah satu ikan hias yang paling dicari oleh kolektor ikan albino .

Berbeda dengan piranha, pacu adalah jenis ikan predator omnivora. Ikan ini cenderung vegetatif, menyukai tumbuhan dan buah-buahan. Itulah alasannya kenapa gigi ikan tersebut berbentuk seperti gigi manusia. Giginya yang besar digunakan untuk meremukan buah-buahan dan kacang-kacangan.

Tapi terkadang, pacu sering juga memangsa ikan-ikan lain dan hewan invertebrata. Tergantung dari kondisi lingkungan sekitar dan ketersediaan makanan.

Ada hal unik tentang ikan yang satu ini. Konon katanya, ikan pacu ini dilaporkan pernah menggigit testis pria yang sedang berenang di sungai. Katanya, mereka menganggap testis pria tersebut sebagai kacang-kacangan yang mengambang. Bahkan, kabarnya kasus ini pun sering terjadi di Papua Nugini.

Kebiasaannya di atas, membuat ikan ini dipanggil dengan julukan sebagai “Ball Cutter”. Julukan tersebut ia dapatkan dari para nelayan di Amerika yang suka berburu ikan.

Karakter dan Perilaku Pacu Albino

Pacu adalah jenis ikan yang bisa berukuran hingga mencapai 100 cm, dengan berat 40 kg. Namun, ukurannya tersebut tidak menutup kemungkinan akan lebih besar dari itu. Karakter fisiknya mirip seperti ikan piranha, namun pacu jauh lebih besar.

Pacu memiliki tubuh yang pipih, bermata besar, dan tinggi. Untuk warnanya, biasanya cukup bervariasi seperti abu-abu kehitam-hitaman, dan corak lainnya.

10% masa tubuh pacu adalah lemak. Gigi mereka memiliki bentuk layaknya gigi manusia, yaitu berbentuk persegi. Giginya tidak digunakan untuk merobek mangsa atau makanan. Mereka menggunakan giginya untuk menusukannya hingga ke tulang dan membelahnya. Itulah alasannya, kenapa mereka mampu memecahkan kacang dengan giginya.

Pakan Ikan Pacu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pacu adalah ikan atau hewan omnivora. Di alam liar, mereka suka memakan jagung, buah, dan tumbuhan. Selain itu, pacu juga senang memakan makanan hidup seperti keong, serangga, dan spesies lainnya. Terkadang, dalam kondisi tertentu mereka pun senang memakan bangkai.

Untuk Anda yang berencana memeliharanya, tambahkanlah unsur tanaman pada akuarium. Namun, perhatikanlah selalu agar mereka tidak memakan protein dalam jumlah banyak. Pasalnya, protein yang terlalu banyak akan menyebabkan Lipodystrophy, atau tidak berfungsinya lemak pada tubuh mereka.

Pemberian pakan pacu bisa dilakukan satu atau dua kali dalam sehari. Untuk jumlah pakan, sesuaikanlah dengan ukurannya. Jangan terlalu berlebihan agar kondisi air tidak mudah kotor. Untuk jenis pakan, Anda bisa memberi jenis pakan alternatif seperti pelet dan cacing beku.

Cara Merawat Pacu Albino di Akuarium

Untuk memeliharanya, pastikan Anda menyiapkan akuarium berukuran besar. Aturlah suhu antara 24 hingga 27 derajat celcius, dengan pH sekitar 6,0 hingga 8,0. Jika Anda merawatnya dengan baik, ikan ini mampu bertahan hingga usia 20 tahun. Sangat lama bukan?

Pacu adalah jenis ikan yang tahan dan tangguh terhadap serangan penyakit. Selain itu, ia bisa memakan makanan apa saja. Namun, mereka selalu butuh ruang yang luas serta aerasi dan penyaringan yang kuat.

Lakukan pembaharuan air secara rutin. Karena, pencemaran air pada akuarium tergolong cukup banyak. Pacu sendiri merupakan jenis ikan yang suka berkeliaran pada lapisan tengah akuarium Anda.

Desainlah akuarium Anda semenarik mungkin. Dekorasi terbaik untuk pacu adalah terdapat bebatuan besar. Atau, bisa juga memasang jenis ornamen keras lainnya. Akuarium tidak perlu didekorasi dengan taman. Karena, pacu adalah ikan yang akan merusak taman pada akuarium.

Karakter ikan pacu albino sendiri cukup pemalu. Mereka pun mudah panik jika ada gerakan mendadak, atau bahkan akan mencoba untuk menyerang balik. Namun, tidak sedikit juga mereka yang menabrak akuarium jika ada gangguan. Jadi, jangan buat gerakan mendadak pada ikan ini agar tidak berlarian dan membentur akuarium.

Ketika masih anak-anak, pacu cenderung agresif. Mereka suka memancing masalah dengan ikan lain. Namun, ketika sudah tumbuh dewasa, pacu akan lebih senang menyendiri dan tidak agresif lagi. Tapi terkadang mereka akan menjadi masalah besar untuk ikan lainnya.

Jika Anda ingin menempatkan pacu dengan ikan lain, sebaiknya pilih ikan berjenis:

  • Green terror
  • Managuense cichlid
  • Tiger Oscar
  • Dan ikan hias sejenis lainnya

Sementara ikan-ikan mungil biasanya akan menjadi santapan pacu. Jika Anda memiliki sejumlah ikan hias berukuran mungil, sebaiknya pisahkan. Atau, cara terbaiknya adalah dengan memelihara jenis pacu saja di akuarium Anda.

Ikan Pacu Albino

Dalam dunia hewan, albino adalah kelainan yang menjadikan hewan tampak cantik. Begitu juga dalam ikan pacu, jenis albino cukup banyak diminati karena keunikannya. Pacu albino berbeda dengan pacu pada umumnya. Perbedaannya terletak pada warnanya. Jika kebanyakan pacu berwarna abu-abu kehitam-hitaman, pacu albino cenderung berwarna putih, dan agak kuning di bagian kepala dan mulutnya.

Warna sisik pacu albino cenderung berwarna putih kekuningan. Warna sisiknya atau sekujur badannya pun putih agak kuning. Warna matanya cenderung merah. Pacu ini sangat cocok dijadikan sebagai ikan hias karena keindahannya. 

Di pasaran , jenis pacu albino ini mudah ditemukan. Di Indonesia, ikan ini sering menjadi ikan hias yang diperjualbelikan secara bebas. Harganya pun tergolong sangat murah sekali. Untuk ukuran 12 cm, biasanya ditawarkan hanya seharga Rp25.000 saja. Namun, ada juga yang menjualnya Rp100.000-Rp300.000-an, jika ukurannya mencapai 20 cm hingga 25 cm.

Di kita, pacu albino tidak sulit ditemukan. Ukurannya bahkan bisa mencapai 1,5 meter di dalam akuarium. Hanya saja belum banyak orang yang mengetahui bahwa ikan ini bisa tumbuh besar seukuran tersebut.

Ikan Hias Pacu di Indonesia

Ikan asli sungai Amazon ini mudah kita temui di pasaran. Sebagai jenis ikan hias, keberadaannya cukup mudah ditemukan. Namun, untuk beberapa daerah mungkin akan sedikit kesulitan mendapatkannya. Karena, pacu adalah jenis ikan yang penyebaran penjualannya tidak ke seluruh Indonesia. Berbeda dengan ikan cupang, lohan, dan sejenisnya, yang mudah ditemui.

Pacu dalam berbagai ukuran mudah kita temukan di pasaran. Harganya pun disesuaikan dengan jenis, umur, dan ukurannya. Harga yang ditawarkan untuk jenis ikan yang satu ini relatif murah. Bahkan, Anda bisa membelinya secara online.

Meski demikian, ada sebagian orang yang juga menemukannya di Papua. Ikan ini hidup bebas di alam liar, baik di danau maupun sungai-sungai.

Pacu yang paling populer di Indonesia adalah spesies genera Colossoma, atau yang dikenal dengan ikan bawal air tawar. Ikan ini pertama kali diintroduksi ke tanah air mulai dari tahun 1986. Hingga saat ini, produksi ikan tersebut berhasil menggairahkan produksi budidaya ikan tawar di tanah air.

Penyebaran Pacu di Dunia

Penyebaran pacu di luar Sungai Amazon cukup membuat heran beberapa kalangan. Misalnya seperti yang terjadi di New Jersey. Pemancing bernama Ron Rossi, menangkap seekor ikan besar aneh dan menakutkan di Danau Swedes, New Jersey. Ron mengira ikan yang ia dapatkan adalah piranha. Setelah ditelisik, ternyata ikan tersebut merupakan jenis pacu besar.

Menurut sebagian besar peneliti, meluasnya keberadaan pacu akan menjadi ancaman bagi pesaing spesies ikan asli. Mereka disinyalir akan menyebarkan penyakit, atau kadang-kadang menjadi pemangsa bagi ikan lain atau ikan asli.

Menurut klasifikasi ilmiah, pacu dan piranha sama-sama termasuk ke dalam ordo Characiformes. Atau, bisa dikatakan keduanya bersaudara. Meski demikian, pacu tidak berbahaya bagi manusia. Karena, pacu memiliki gigi yang berbeda dari piranha, dan tidak membahayakan. Meskipun ada kabar kalau ikan ini suka menggigit testis pria.

Ikan asli Sungai Amazon ini kini sudah bisa ditemukan di perairan umum di Amerika Serikat. Beberapa catatan tentang keberadaannya seperti:

  • Penemuan pacu spesimen 20 inci di bagian selatan Illinois (2013)
  • Penemuan pacu spesimen 17 inci di negara bagian Washington (2013)
  • Penemuan pacu spesimen 14 inci di Michigan Danau St Clair (2015)
  • Dan beberapa catatan lainnya

Di Amerika, ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Namun, untuk alasan tertentu pemiliknya biasanya membuangnya ke sungai atau ke danau. Pacu pun merupakan jenis ikan yang tidak akan bertahan dalam air yang dingin.

Sebagian masyarakat di Amerika, menyarankan orang yang memeliharanya tidak membuang atau melepasnya ke perairan liar. Mereka menyarankan untuk memusnahkan ikan ini. Penyebarannya bahkan kini sudah jauh hingga ke Skandinavia, Oseania, bahkan Papua New Guinea.

Mitos-Mitos Tentang Pacu

Selain diberitakan suka menggigit testis pria yang berenang di sungai, ternyata ikan ini memiliki cukup banyak mitos menarik. Salah satunya adalah mitos tentang pemakan daging manusia. Benarkah hal tersebut?

Karena giginya yang mirip dengan gigi manusia, banyak orang yang berspekulasi tentang ikan ini. Terlebih, di Papua ikan ini dikabarkan pernah menggigit testis seorang pria. Tapi, pada dasarnya ikan ini tidak seganas yang dibayangkan, atau yang diberitakan. Kasus pengigitan tersebut kabarnya terjadi karena pacu mengira testis tersebut sebagai kacang-kacangan yang biasa ia makan.

Namun, ilmuan Denmark menangkis berita tersebut. Para ilmuan menyatakan bahwa laporan tersebut terlalu dilebih-lebihkan. Kabarnya, laporan tersebut didasarkan pada sebuah lelucon, atau tidak serius.

Kendala Memelihara Ikan Hias Pacu

Pacu adalah jenis ikan yang mampu tumbuh hingga 1,5 meter. Cukup besar dan panjang untuk jenis ikan hias. Ukurannya inilah yang terkadang suka menjadi kendala. Untuk memeliharanya, Anda harus memiliki akuarium dengan ukuran yang besar. Terutama jika ingin melihat mereka tumbuh besar.

Di Amerika, ketidakmampuan menangani pacu yang tumbuh besar, menjadi alasan melepas dan membuangnya ke perairan liar. Hal tersebut pun dilakukan oleh beberapa orang di negara-negara lain yang memeliharanya.

Baik di akuarium, maupun di alam liar, pacu menjadi pesaing spesies asli. Mereka akan saling berebut makanan. Bahkan, bisa saja pacu menjadi predator untuk ikan lainnya.

Namun, selebihnya pacu adalah jenis ikan yang mudah dirawat di akuarium. Ikan ini tidak terlalu banyak menuntut soal makanan, maupun parameter air.

Manfaat Memelihara Ikan Hias Pacu

Adapun manfaat memelihara pacu, di antaranya seperti:

  • Sebagai ikan hias
  • Untuk olahraga memancing
  • Sebagai bahan pangan
  • Sebagai “vegetarian piranha”

Bagi mereka yang sudah memiliki akuarium, dan peralatan yang tepat, pacu adalah jenis ikan yang responsif.

Ikan ini bisa memakan berbagai macam jenis pakan berbeda. Itulah salah satu kelebihan lain dari pacu. Anda bsia memberinya pakan alami, atau pakan pelet yang bisa dibeli di toko ikan hias. Jadi, soal makan ikan ini tidak ribet dan mudah dipelihara.

Pembudidayaan Ikan Hias Pacu di Indonesia

Meski mudah didapat di pasaran, pacu sendiri bukanlah ikan hias yang dijagokan dalam pembudidayaan. Pembudidayaan ikan hias pacu di Indonesia tergolong minim. Itulah yang menyebabkannya kalah saing dengan ikan hias pada umumnya.

Adapun pembudidayaan bagi pacu sendiri, harus dilakukan di kolam yang luas. Pasalnya, ikan ini memiliki ukuran yang relatif lebih besar dari ikan hias pada umumnya. Berbeda dari beberapa jenis ikan hias lain yang bisa dibudidayakan hanya melalui akuarium.

Peternak ikan berjenis pacu di Indonesia tergolong sulit, atau masih jarang. Cara pembudidayaannya pun masih tergolong sulit untuk didapatkan informasinya.

Cara Merawat Pacu di Akuarium Kecil

Tidak semua orang memiliki akuarium berukuran besar. Mungkin, sebagian besar masyarakat kita hanya memiliki jenis akuarium kecil. Namun tidak usah khawatir, pacu bisa Anda pelihara di jenis akuarium kecil. Namun, perhatikan ukuran yang akan dipelihara. Pacu albino bisa menjadi pilihan yang tepat karena ukurannya yang relatif kecil.

Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Sesuaikan Akuarium dengan Habitat Ikan

Pacu adalah jenis ikan yang berasal dari Sungai Amazon. Maka, gunakanlah filter dengan daya sembur yang mengalir layaknya di sungai. Penyesuaian ini dilakukan agar mereka nyaman layaknya di habitat asli.

  1. Perhatikan Makanan

Di alam bebas, pacu sering memakan tumbuhan dan kacang-kacangan yang mengambang. Jika sulit, Anda bisa memilih pakan alternatif seperti pelet atau cacing kering. Anda juga bisa memberi mereka sayuran sesekali. Karena, pada dasarnya mereka adalah jenis hewan omnivora.

Pemberian pakan pun harus Anda sesuaikan. Jangan terlalu berlebihan memberi mereka pakan. Tujuannya agar air tetap bersih dan jernih.

  1. Perawatan Akuarium

Lakukan perawatan akuarium secara rutin. Akuarium kecil harus sering diganti airnya secara berkala. Lakukan penggantian minimal sebanyak satu kali dalam seminggu. Sebelum Anda menambahkan air baru, sisakanlah air di dalam akuarium sebanyak 25%.

Jika hendak mengganti air menggunakan PDAM, endapkanlah terlebih dahulu. Lama pengendapan air dilakukan selama 12 jam. Tujuannya agar kadar kaporit pada air tersebut hilang.

Jangan lupa juga membersihkan kapas filter pada akuarium. Setelah air baru sudah Anda isikan, tambahkan sedikit garam, atau sekitar 0,1% dari total air. Tujuannya agar terhindar dari wabah penyakit dan jamur pada ikan.

Pastikan juga Anda atur suhu air. Pacu adalah jenis ikan yang tidak suka air dingin. Anda bisa mengatur suhu akuarium antara 27 hingga 28 derajat celcius saja. Sementara tingkat keasaman yang baik adalah 7 hingga 8 pH.

Perbedaan Ikan Bawal dan Pacu

Di negara seperti Brasil, Amerika, dan negara lainnya, pacu sering disamakan dengan ikan piranha. Namun, karena yang paling populer di negara kita adalah bawal, banyak masyarakat yang sering tertukar antara pacu dan bawal.

Persamaan keduanya terletak pada bentuk dan warnanya. Selintas, masyarakat tidak akan ada yang mengira kalau pacu dan bawal itu berbeda. Adapun perbedaannya bisa kita lihat sebagai berikut:

  1. Perbedaan dari Segi Makanan

Pacu adalah ikan omnivora yang pada dasarnya suka dengan tumbuhan, atau kacang-kacangan. Meskipun terkadang mereka suka memakan mahluk hidup, tapi pada dasarnya mereka adalah ikan yang vegetatif.

Sedangkan bawal adalah jenis ikan karnivora, atau pemakan daging sama seperti piranha. Namun, bawal tidak seganas piranha. Bawal juga biasa hidup bergerombol dalam jumlah kecil. Makanannya adalah udang, katak, siput, dan ikan-ikan kecil.

  1. Perbedaan dari Warna

Pacu adalah jenis ikan berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan ikan pacu hitam. Pada bagian dagu atau bawah bibir, biasanya berwarna agak kuning. Sementara pada bagian sirip dan perut, ada sedikit saja warna merah.

Sedangkan bawal, memiliki warna yang hampir sama, yaitu hitam, atau abu-abu kehitam-hitaman. Letak perbedaan warnanya ada pada bagian perutnya. Perut bawal umumnya berwarna merah darah.

  1. Perbedaan Pada Gigi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gigi pacu sangat unik. Bahkan, bisa dibilang yang paling unik di antara ikan lainnya. Bentuknya menyerupai gigi manusia, atau persegi. Bentuknya disesuaikan dengan fungsinya untuk menghancurkan kacang-kacangan, atau makanan yang mereka konsumsi.

Sementara bawal, memiliki gigi yang tajam seperti piranha. Karena, ikan ini merupakan tipe carnivora, atau ikan pemakan daging. Jika sulit membedakan pacu dan bawal, Anda bisa melihatnya dari gigi mereka. Karena, gigi mereka sangat kentara sekali perbedaannya.

  1. Pembudidayaan

Pacu adalah jenis ikan yang masih jarang dibudidayakan. Berbeda dengan jenis ikan bawal yang mudah sekali ditemukan tempat pembudidayaannya. Pasalnya, bawal adalah jenis ikan yang biasa dikonsumsi. Jadi, bawal lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan pacu.

  1. Perbedaan dari Bentuknya

Pacu adalah jenis ikan yang mampu tumbuh hingga 1 meter lebih. Beratnya bisa mencapai 40 kg, atau bahkan lebih. Ikan ini bisa bertumbuh besar jika dirawat dengan baik. Di alam liar pun, banyak yang menemukannya dalam ukuran besar.

Sedangkan bawal, ukurannya tidak akan melebihi ukuran pacu. Bahkan, ukurannya tidak jauh berbeda dengan ikan piranha.

Selain perbedaan, kedua ikan ini memiliki sejumlah persamaan yang mencolok. Beberapa persamaannya seperti:

  • Memiliki bentuk yang pipih
  • Warna tubuhnya didominasi oleh hitam
  • Merupakan jenis ikan yang berasal dari Sungai Amazon
  • Sama-sama dari genus Colossoma

Harga Ikan Pacu dan Cara Mendapatkannya

Pacu di pasaran ditawarkan dengan harga yang cukup beragam. Harga yang ditawarkan tergantung dari jenis, ukuran, dan beberapa faktor lainnya. Adapun harga yang ditawarkannya adalah sebagai berikut:

  • Pacu albino ukuran 15 cm : IDR 60.000-an
  • Black Pacu dewasa : IDR 100.000 hingga IDR 150.000-an
  • Pacu albino ukuran dewasa : IDR 125.000-an
  • Pacu albino ukuran jumbo 30 cm : IDR 300.000 hingga IDR 400.000-an
  • Pacu albino ukuran jumbo 40 cm : IDR 450.000 hingga IDR 500.000-an

Pacu adalah jenis ikan yang sulit didapatkan di beberapa toko ikan hias. Namun, ikan ini bisa didapatkan di toko-toko ikan hias yang ada di kota-kota besar, atau kota-kota terdekat. Namun, tidak usah khawatir, kini ikan ini bisa dipesan juga secara online. Karena, banyak toko online maupun marketplace yang menawarkannya.

Namun, jika Anda memilih membelinya secara online, pastikanlah Anda memilih online store yang tepat. Pasalnya, pengirimannya harus dilakukan secara hati-hati. Terutama jika Anda membelinya dari luar kota. Pengemasan harus dilakukan secara rapi dan bagus. Pastikan penjual menjamin keamanan ikan sampai ke tujuan.

Cara Budidaya Ikan Pacu

Bagi yang berminat membudidayakannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Mempersiapkan Kolam

Pastikan tempat pembudidayaan dilakukan di kolam. Keringkanlah kolam terlebih dahulu. Tujuan mengeringkan kolam yaitu untuk:

  • Membersihkan kolam dari jenis ikan lain yang berpotensi menjadi kompetitor makanan pacu.
  • Mengurangi senyawa yang berbahaya, seperti asam sulfide, dan senyawa lainnya.
  • Bertujuan agar kolam terjadi pertukaran udara, atau aerasi.
  1. Pemilihan dan Penebaran Benih

Benih akan menentukan kualitas panen ikan Anda. Pilihlah benih pacu yang bagus. Ciri yang bagus adalah yang sehat, aktif bergerak, dan tidak cacat. Pilih juga ukuran yang seragam dari keturunan jenis unggul.

Selanjutnya, penebaran benih sebelumnya harus diadaptasikan terlebih dengan kolam. Tujuannya agar benih tidak stres pada saat pemindahan ke kolam yang lebih besar. Cara mengadaptasikannya adalah dengan memasukkan benih ke dalam kolam dalam keadaan dibungkus plastik. Selanjutnya, biarkan plastik mengembun.

Jika sudah mengembun, suhu pada plastik biasanya sudah sama dengan suhu yang ada pada kolam. Kemudian, benih bisa langsung dilepas ke dalam kolam secara perlahan-lahan.

  1. Pemberian Pakan

Pembesaran ikan juga dapat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas pakan yang dipilih. Maka dari itu, pastikanlah Anda memberi mereka pakan terbaik. Dengan begitu, ikan akan mudah tumbuh dan berkembang secara pesat. Kualitas pakan harus mengandung gizi yang seimbang. Di antaranya seperti karbohidrat, mineral, vitamin, protein, dan lemak.

Pacu adalah ikan omnivora, jadi pemberian pakannya pun tidak akan sesulit yang Anda bayangkan. Anda juga bisa memberi mereka dedaunan, atau pakan alternatif seperti pelet. Sesuaikanlah pemberian ukuran pakan. Ukuran yang bagus adalah 3% hingga 5 % dari berat badan mereka.

  1. Memanen Ikan

Setelah semua proses dilalui, tibalah pada proses yang dinantikan, yaitu panen ikan. Proses panen bisa dilakukan setelah ikan berusia 4 hingga 6 bulan setelah benih ditebar. Pacu yang diperoleh pada masa tersebut biasanya memiliki bobot kurang lebih 500 gram per ekornya.

Di Brazil, tempat asalnya, pacu adalah ikan yang suka memijah pada awal selama musim hujan. Proses ini biasanya terjadi pada bulan Juni dan Juli. Namun, di Indonesia Anda bisa menyesuaikan bulannya. Karena, musim hujan di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga April.

Sebelum proses pemijahan, biasanya induk yang telah matang akan mencari tempat yang cocok untuk proses pemijahan.

Pacu adalah jenis ikan yang masih satu keluarga dengan bawal dan piranha. Meskipun pacu omnivora, pada dasarnya pembudidayaannya tidak jauh berbeda.

Kesimpulan

Pacu adalah jenis ikan hias unik yang masih jarang dipelihara di negara kita. Ikan ini masih satu keluarga dengan piranha dan bawal. Di negara kita, pacu sering tertukar dengan bawal karena bentuknya yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan pada bagian tubuh tertentu.

Meski pernah dianggap sebagai ikan berbahaya, namun faktanya pacu cocok dijadikan sebagai ikan hias. Namun sayangnya, untuk memelihara pacu dewasa diperlukan akuarium yang berukuran besar.

Demikian ulasan seputar ikan pacu. Dari pemaparan di atas, kini Anda dapat mengenal jenis, bentuk, dan perilakunya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang berniat menjadikannya sebagai ikan hias peliharaan di rumah.

Recent search terms:

  • karakter ikan pacu albino (1)