Ikan Peacock Bass

Beberapa Jenis Ikan Peacock Bass yang Bagus untuk Dipelihara

Ada berbagai jenis ikan predator yang bagus untuk dijadikan ikan hias. Ikan peacock bass merupakan jenis ikan hias yang cukup populer di kalangan pencinta ikan hias. Ikan ini memiliki corak yang menarik dengan ukuran sedang. Ikan ini punya jenis yang beragam ada ikan peacock bass malaysia, ikan peacock bass intermedia, peacock bass azul, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa ulasan tentang jenis dari peacock bass.

  1. Jenis ikan peacock bass monoculus

Peacock bass monoculus jenis ini memiliki nama latin cichla monoculus. Peacock bass ini cukup terkenal di Indonesia. Harga ikan ini cukup murah sehingga banyak yang menggemari ikan jenis satu ini. Karakteristik fisik dari peacock bass monoculus adalah tonjolan yang terdapat di bagian dahi. Selain itu, pada bagian sirip atas dari ikan ini terdapat warna hitam yang merembet sampai ke bagian atas.

Ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket dengan tubuh manusia’. Julukan tersebut berasal dari bentolan yang terdapat di sekitar dahi kepala peacock bass monoculus. Tonjolan tersebut seakan mirip dengan wajah manusia. Kata ‘roket’ lebih ditujukan pada bentuk tubuh yang serupa dengan roket. Peacock bass monoculus ukurannya bisa mencapai 70 cm sedangkan beratnya bisa sampai 9 kg. Ikan ini banyak ditemukan di Brazil, Peru, dan Kolombia.

  1. Jenis ikan peacock bass blue azul

Peacock bass blue azul disebut juga dengan cichla piquiti. Tubuh ikan ini didominasi dengan warna biru. Warna biru dari ikan ini cukup unik. Warna tersebut bisa ditemukan pada bagian sirip atas serta pada bagian pinggir ekor.

Harga ikan ini cukup mahal. Ikan ini memiliki harga dalam batasan yang lebih mahal dibanding beberapa jenis ikan predator yang ada di pasar pada umumnya. Kepopuleran ikan ini bisa dibilang dapat menyaingi peacock bass monoculus. Karakteristik utama dari ikan ini adalah warna biru yang terdapat di sirip bagian atas serta di bagian ekor. Oleh karena itu, ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket bersirip biru’.

Tidak hanya keunikan warna dari ikan ini. Ikan satu ini juga tergolong cukup sulit didapat karena kebanyakan tersebar di Kolombia, Guianas, Venezuela, dan Brazil. Ukuran ikan ini bisa mencapai 43 cm.

  1. Jenis ikan peacock bass Orinoco

Ikan ini dikenal juga dengan nama latin cichla orinocensis. Ciri fisik utama dari ikan ini yaitu adanya tiga pola yang tersusun jelas dengan arah vertikal di bagian sisi tubuh dari ikan ini. Peacock bass ini disebut juga dengan ‘si roket warna hijau yang agresif’. Julukan tersebut berasal dari warna hijau yang berada di seluruh tubuh ikan ini. Selain warna hijau, ikan ini juga memiliki warna kuning atau warna keemasan pada bagian tubuh tertentu.

Ikan jenis ini ternyata dapat juga tumbuh dengan ukuran yang cukup besar. Ikan ini bisa tumbuh hingga ukuran 60 cm serta berat 6,22 kg. Ada juga yang bisa mencapai ukuran maksimal hingga 70 cm. Dalam menjaga wilayahnya, ikan ini tergolong ikan yang agresif. Pastikan untuk memperhatikan dengan baik pilihan jenis ikan yang akan digabungkan dalam satu wadah dengan ikan ini.

  1. Jenis ikan peacock bass kelberi

Peacock bass kelberi yang dikenal dengan nama latin cichla kelberi ini cukup populer daripada beberapa jenis peacock bass lainnya. Cara mengenali ikan ini cukuplah mudah. Ciri utama dari ikan ini adalah tubuh yang didominasi dengan warna kuning keemasan. Serta bintik di kedua sisi tubuh dan di bagian atas tubuhnya.

Julukan lain dari ikan ini adalah ‘si roket berlapis emas’. Ikan ini memiliki ciri warna kuning dan emas. Ikan ini mempunyai panjang tubuh hingga 39 cm serta berat tubuh mencapai 730 gram. Persebaran ikan ini tidak terlalu luas. Ikan ini banyak ditemukan di sekitar Brazil. Warna ikan ini terlihat mewah jika dipadukan dengan akuarium dengan hiasan.

  1. Jenis peacock bass temensis

Ikan ini bisa dikenali dari ciri fisiknya yang cukup unik. Ikan ini memiliki bintik mutiara yang menghias seluruh bagian tubuhnya. Warna tubuh ikan yang gelap membuat pola bintik mutiara pada tubuh ikan terlihat kontras.

Ikan dengan nama latin cichla temensis ini punya beberapa nama lain yang cukup unik. Ikan ini punya nama lain berupa speckled pavon, speckled peacock bass, painted pavon, dan juga three-barred peacock bass. Ukuran ikan ini termasuk cukup besar. Di Amerika Selatan, ikan ini dapat tumbuh hingga 1 m apabila berada di alam liar. Berat tubuh ikan ini bisa mencapai 13 kg.

Ikan ini punya kepopuleran yang setara dengan jenis ikan predator lainnya. Ikan ini memiliki harga yang sesuai dengan keunikan dari ikan ini. Ikan ini bisa ditemukan di Venezuela, Brazil, dan Guyana. Ikan jenis satu ini juga banyak ditemukan di Sungai Amazon.

Ikan ini punya julukan lain, ikan ini disebut juga dengan ‘si roket terbesar berbintik mutiara’. Julukan ikan ini tentu cocok dengan ciri fisik dari ikan ini. Jenis ikan ini termasuk ikan predator terbesar di Amerika Selatan.

  1. Peacock bass occelaris

Ikan jenis satu ini mempunyai ciri yang cukup unik. Ikan ini punya warna tubuh kuning dengan sedikit warna keemasan. Corak ikan satu ini hampir mirip dengan corak pada ikan Orinoco. Ciri fisik tersebut tentu saja menjadikan ikan satu ini sangat cocok untuk dipelihara.

  1. Peacock bass xingu

Ikan satu ini punya karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan peacock bass lainnya. Warna tubuh ikan satu ini didominasi dengan warna kuning emas yang cukup terang. Selain itu, ikan ini juga memiliki garis hitam pada bagian tubuhnya.

  1. Peacock bass tapajos

Ikan satu ini punya ciri yang berbeda dari ikan jenis lainnya. Ikan ini punya warna hijau kekuningan dengan tiga corak dengan yang berupa bulatan hitam. Ikan ini juga mempunyai warna mata merah yang berbeda dengan jenis ikan  peacock bass pada umumnya.

  1. Peacock bass nigromaculata

Ikan jenis satu ini punya warna tubuh yang sangat menarik. Ikan ini punya warna tubuh yang didominasi dengan warna hijau lumut. Selain itu, ikan tersebut memiliki warna mata merah dan tubuh dengan bercorak garis. Meski tampilannya tampak seram, ikan ini sangat menarik untuk dijadikan peliharaan.

  1. Peacock bass pinima

Ikan jenis ini punya warna tubuh yang berbeda karena corak tutul dengan warna mutiara. Ikan satu ini juga punya bentuk tubuh yang tidak terlalu teratur. Tidak hanya itu, ikan ini juga punya tiga garis hitam dengan corak yang berbentuk bulat dan berwarna hitam.

  1. Peacock bass pleizona

Ikan ini memiliki karakteristik fisik yang sangat unik. Sirip ikan satu ini didominasi dengan warna biru terang. Pada bagian bawah ikan satu ini terdapat sirip warna oranye dengan 4 corak garis. Ikan ini juga memiliki warna mata merah.

  1. Peacock bass trombetas

Ikan ini mempunyai ciri tubuh yang didominasi dengan warna cokelat. Selain itu, ikan ini juga punya dahi yang jenong. Di bagian kepala hingga tubuh ikan ini terdapat corak yang tampak seperti bercak.

  1. Peacock bass vazzoler’s

Karakteristik dari ikan jenis satu ini pada dasarnya mirip dengan jenis ikan peacock bass pada umumnya. Ikan jenis satu ini juga memiliki warna kuning yang khas. Selain itu, ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan peliharaan.

  1. Peacock bass jari

Ikan jenis ini punya warna tubuh dengan corak yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis peacock bass pada umumnya. Tidak hanya itu, ikan ini juga memiliki corak tubuh yang cukup unik dari jenis lainnya.

  1. Peacock bass royal

Ikan dengan jenis satu ini punya corak yang indah. Warna tubuh dari ikan satu ini didominasi dengan warna hijau kebiruan. Ikan ini juga memiliki warna oranye dan kuning di bawah area tubuhnya. Ikan ini punya corak yang indah daripada jenis ikan lainnya. Selain itu, jumlah garis serta corak pada tubuh ikan ini terlihat berbeda karena sirip biru di bagian atas tubuhnya. Ikan satu ini termasuk peacock bass dengan harga termahal.

Mengenal Beberapa Info Tentang Makanan Peacock Bass

Makanan menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan bagi ikan untuk tumbuh dengan baik. Makanan yang keliru bisa menghambat pertumbuhan ikan serta mengganggu kesehatannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan makanan peacock bass. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk disimak.

  1. Beberapa kebiasaan makan peacock bass di alam liar

Saat berada di alam liar ikan ini dapat bergerak dengan cepat ketika siang hari. Kecepatan ikan ini dalam menangkap mangsa sangat cepat terutama saat siang hari. Beberapa jenis ikan kecil sering kali menjadi mangsa ikan jenis ini.

  1. Pola makan peacock bass

Ikan jenis ini sangat sensitif dalam mencari mangsa. Saat usia ikan ini masih remaja ikan ini suka menunggu sampai diberi makanan. Peacock bass yang masih kecil biasanya suka makan krill kering, cacing darah, guppy, atau jenis ikan kecil lainnya.

Ikan peacock kecil biasanya cukup diberi makan beberapa kali dalam satu hari dengan porsi makan lebih sedikit. Seiring dengan usia yang bertambah, ikan ini bisa diberi makan satu atau dua kali untuk setiap harinya. Saat usia ikan sudah dewasa, ikan ini bisa diberi makan ikan kecil atau udang.

  1. Jenis makanan peacock bass

Peacock bass sangat suka dengan makanan yang masih hidup. Makanan tersebut bisa saja didapat dari lingkungan alami. Jenis makanan hidup tertentu yang tersisa dalam akuarium bisa saja menyebabkan penyakit pada ikan ini.

Jika pilihan makanan hidup dirasa kurang sesuai. Pilihan pakan komersial bisa jadi pilihan. Umumnya pilihan pakan ini akan sangat sesuai karena harganya yang biasanya lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Seputar Peacock Bass

Selain info tentang makanan. Ikan satu ini ternyata memiliki beberapa hal yang menarik. Ada beberapa fakta tentang ikan ini. Info tersebut berupa cukup bermacam-macam dan berguna untuk menambah pengetahuan sebelum memelihara ikan ini. Berikut ini merupakan beberapa info menarik tersebut.

  1. Jenis ikan ini termasuk dalam jenis ikan dengan ukuran yang besar. Ikan ini banyak ditemukan di Amerika Selatan. Ikan ini biasanya hidup berkelompok dengan jumlah yang cukup banyak.
  2. Ikan ini termasuk jenis ikan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ikan ini akan bersarang di dasaran yang lunak dan luas untuk menempatkan telur. Area yang berlumpur dan berpasir merupakan salah satu area yang banyak dijadikan sarang untuk telur. Ikan ini dapat melindungi dan merawat anakannya dengan baik. Setelah besar anaknya akan ditinggal untuk mencari makanannya sendiri.
  3. Cara membedakan peacock bass betina dengan jantan terletak pada tonjolan yang terdapat di dahi ikan ini. Dari segi corak, ikan pejantan maupun betina tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan memiliki nilai yang tinggi.
  4. Peacock bass yang berukuran kecil biasanya lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pemanas untuk memastikan suhu air tetap terjaga. Selain itu, gunakan garam air untuk menjaga kondisi air tetap sesuai untuk dijadikan tempat hidup.
  5. Ikan peacock yang agresif biasanya memiliki wajah yang terlihat garang. Meski demikian ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara. Selain karena karakternya ikan ini juga memiliki corak yang indah sehingga cocok dijadikan ikan hias.
  6. Peacock bass sepintas tampak menyeramkan karena bola matanya yang ukurannya cukup besar. Pupil ikan ini biasanya berwarna hitam serta lingkaran mata dengan warna kuning terang. Ikan ini memiliki ukuran mulut yang cukup besar. Pada bagian bawah wajahnya terlihat naik ke atas mirip dengan ikan arwana. Ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan hias.
  7. Ciri fisik lain yang menarik dari ikan ini adalah sirip lebar pada bagian atas dari tubuh ikan. Sirip tersebut terbentang sampai menyentuh bagian pangkal dari ekor ikan. Bagian bawah tubuh ikan ini terdapat dua sirip yang ukurannya sedang. Di bagian satu sirip yang dekat dengan perut bentuknya melebar. Hal tersebut membuat tubuh ikan terlihat pipih.
  8. Tanda fisik lainnya yang bisa diamati dari ikan ini adalah garis hitam yang tebal dengan bentuk vertikal pada bagian badannya. Tidak hanya itu, bagian pangkal ekor dari ikan ini ada bintik hitam yang ukurannya agak besar. Warna badan dari ikan ini cukup variatif bergantung dari jenisnya. Beberapa warna tersebut antara lain warna hitam, bintik putih, hitam, biru terang, dan kuning terang.
  9. Pada dasarnya ikan ini bergerak dengan lincah terutama saat mencari makan. Bagi yang ingin memelihara ikan ini dalam satu akuarium dengan ikan lainnya. Sebaiknya memilih ikan yang sejenis atau ikan jenis lain dengan ukuran yang kurang lebih sama.
  10. Ikan jenis ini memiliki harga yang cukup beragam. Ikan air tawar ini anakannya ada yang dijual dengan harga Rp 15.000. Sedangkan ikan dewasa dari jenis ini dihargai ratusan ribu rupiah. Jenis ikan peacock bass termahal tentu saja bergantung pada beberapa hal, bisa dari coraknya, kelangkaan ikan, serta biaya impor ikan tersebut.
  11. Ikan peacock bass termasuk jenis ikan karnivora. Oleh karena itu, ikan ini tidak bisa disatukan dengan jenis ikan tertentu dalam satu tempat. Ikan ini sebaiknya disatukan dengan jenis ikan seperti stingray, cichlid, catfish, dan arwana. Ikan yang berukuran lebih kecil biasanya hanya menjadi mangsa bagi peacock bass dewasa.
  12. Ikan jenis ini terkadang bisa saja terkena penyakit bintik putih. Untuk mengatasi hal tersebut air tempat ikan perlu diberi garam, methyl blue, atau daun ketapang. Selain itu, tempat ikan juga perlu dikuras sebanyak 25% untuk setiap harinya. Sebagai langkah pencegahan suhu air perlu dijaga agar berada dalam kisaran 30-32 derajat celcius.
  13. Saat musim penghujan tempat ikan mungkin sangat terpengaruh. Oleh karena itu, suhu perlu ditata dalam kisaran 28 derajat celcius. Apabila suhu air terlalu dingin, ikan kemungkinan akan mudah terkena penyakit.

Akuarium yang Sesuai untuk Tempat Memelihara Peacock Bass

Hal yang tidak kalah penting dalam memelihara ikan satu ini adalah akuarium. Ada banyak jenis akuarium yang bisa digunakan. Sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ini. Pastikan dahulu akuarium yang digunakan sudah tepat. Ulasan yang lebih lengkap tentang akuarium untuk peacock bass bisa disimak di penjelasan berikut ini.

  1. Ukuran akuarium yang direkomendasikan

Peacock bass pada umumnya memerlukan ruangan yang sedikit lebih luas. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan ikan untuk berperilaku agresif untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Ikan ini juga dapat tumbuh besar sehingga perlu ruang akuarium yang lebih luas agar bebas bergerak.

Peacock bass yang masih remaja sebaiknya dipelihara dalam ruangan. Akuarium bisa digunakan untuk memelihara ikan ini bisa dipilih yang berkapasitas paling tidak 70 galon air. Jumlah tersebut merupakan takaran air paling tepat untuk jenis ikan pada usia tersebut. Ikan yang masih kecil atau yang berusia remaja bisa ditempatkan dalam akuarium dengan volume 30 galon. Akuarium dengan ukuran yang sesuai bisa mencegah ikan mengalami stres.

Beberapa pencinta ikan jenis satu ini, ada yang memelihara dalam ukuran akuarium yang terbilang besar. Akuarium dengan ukuran mencapai 180 galon. Ukuran tersebut tentu saja sangat berguna untuk menampung lebih banyak peacock bass yang berukuran besar.

  1. Kondisi air

Ikan jenis ini pada dasarnya merupakan ikan yang membutuhkan suhu yang hangat. Tingkat keasaman dari ikan ini haruslah sesuai agar ikan tidak mengalami penyakit tertentu. Tingkat keasaman yang paling sesuai untuk ikan satu ini yakni pH 6,5 atau 7,5. Untuk ikan yang masih anakan diperlukan suhu yang jauh lebih hangat.

Filtrasi merupakan cara terbaik untuk membuat ikan menjadi lebih sehat. Ikan yang berada dalam kondisi air yang bagus bisa bertumbuh dengan lebih baik. Cara tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menghilangkan kotoran yang terdapat dalam akuarium. Akuarium tanpa filtrasi biasanya akan lebih mudah kotor terutama jika ikan yang dipelihara cukup banyak. Sistem filtrasi yang disarankan adalah filtrasi sump atau filtrasi eksternal.

Ikan jenis ini memerlukan lingkungan dengan kualitas tinggi. Selain itu, tingkat polutan yang rendah juga berpengaruh pada kondisi air. Tidak hanya itu, oksigen dalam air juga berpengaruh pada kualitas air. Oksigen dengan kadar tinggi merupakan kondisi air yang paling sesuai untuk ditinggali ikan jenis ini. Kadar oksigen yang terlalu rendah akan menghambat kehidupan dari spesies satu ini.

  1. Dekorasi akuarium

Ukuran akuarium merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Akuarium untuk ikan jenis ini sebaiknya diatur agar hiasannya sesuai dengan ukuran akuarium. Ikan satu ini memiliki kebiasaan untuk melompat. Oleh karena itu, diperlukan penutup di atas akuarium untuk mencegah ikan keluar dari akuarium.

Selain hiasan pada bagian dinding akuarium, tempat ikan juga perlu dilengkapi dengan kerikil atau pasir pada bagian dasar akuarium. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kondisi akuarium sama dengan habitat aslinya ketika mencari makan. Ikan ini biasanya senang untuk menyaring pasir agar bisa mendapatkan serangga, udang, atau mangsa kecil jenis lainnya. Selain itu, ikan ini juga sangat suka bersembunyi dalam batuan dengan struktur tertentu.

Selain hiasan pada dasar akuarium. Akuarium juga perlu dihiasi dengan tanaman sebagai tempat ikan untuk bersembunyi. Selain itu, tanaman juga sangat berguna untuk menyergap mangsa hidup yang dimasukkan dalam akuarium.

Tips Membuat Warna Peacock Bass Terlihat Lebih Indah

Ikan satu ini tidak kalah indah dengan ikan dari jenis lainnya. Salah satu keunggulan dari ikan satu ini adalah warnanya yang indah. Pada dasarnya ikan ini memiliki corak tubuh yang menarik. Meski demikian, tidak semua peacock bass punya corak yang cerah, terutama jika ikan tidak dipelihara dengan baik. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan supaya warna ikan tampak lebih indah.

  1. Beri pakan udang pada ikan

Hal utama yang bisa dilakukan untuk membuat warna peacock bass tetap indah adalah pemberian pakan yang tepat. Pakan berupa udang merupakan jenis pakan yang tepat untuk dijadikan makanan bagi peacock bass. Udang mempunyai kandungan karotenoid yang bisa membuat warna tubuh ikan terlihat lebih cerah.

Udang yang diperlukan untuk dijadikan pakan bagi ikan tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan. Ukuran udang harus sesuai dengan ukuran ikan yang dipelihara. Selain itu, pakan udang bisa saja dioleh menjadi pelet untuk pakan ikan.

  1. Memastikan kualitas air tetap terjaga

Tips lain yang bisa digunakan untuk membuat corak ikan terlihat lebih bagus adalah dengan memastikan air tetap berkualitas. Pastikan untuk mengukur air dalam takaran yang tepat. Selain itu, rajinlah untuk membersihkan serta menguras air agar kualitas air tetap terjaga. Pastikan juga air yang digunakan bersih dari kaporit. Penggantian air bisa dilakukan tiap 2 hari supaya kualitas air tetap bagus.

  1. Perhatikan jumlah ikan yang dipelihara

Jumlah ikan yang dipelihara tentu saja bergantung pada pemilik ikan. Jumlah ikan yang dipelihara idealnya 7-10 ekor. Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya akan mengganggu interaksi ikan dalam akuarium. Hal tersebut akan berdampak secara tidak langsung pada kenyamanan ikan.

Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya memicu stres pada ikan. Jumlah yang seimbang akan membuat ikan berinteraksi dengan baik. Ikan yang mengalami stres karena interaksi dengan ikan lain terganggu biasanya akan memiliki corak yang tidak terlalu bagus. Ikan yang bisa bergerak bebas dan dipelihara dengan baik bisa membuat corak ikan terlihat lebih terang.

Ada beragam jenis ikan yang menarik untuk dijadikan peliharaan. Ikan peacock bass merupakan salah satu jenis ikan yang banyak diminati. Ada berbagai jenis yang bisa dipilih. Selain jenis yang beragam, ikan satu ini juga memiliki berbagai fakta dan karakteristik yang unik. Dalam memelihara dan memperindah fisik ikan pastikan untuk memperhatikan akuarium yang digunakan serta beberapa kondisi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *