aquarium palembang

Ikan Discus


Jual Ikan Discus Palembang

Jual ikan discus red melon , pigeon , leopard , red marlboro , blue diamond , leopard snake skin dan albino di Palembang.

RAJA AQUATIC PALEMBANG

JL. Kenten Sako

WA :  082122288233

aquarium palembang


Jual Ikan Discus :


Jual Ikan Discus Red Melon

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Pigeon

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Leopard

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Leopard Snake Skin

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Red Marlboro

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Blue Diamond

ikan discus palembang

Jual Ikan Discus Albino

ikan discus palembang


Cara Memelihara dan Merawat Ikan Discus Agar Tetap Sehat

Cara Merawat Ikan Discus

Ikan discus adalah jenis ikan hias yang cantik dan berwarna-warni yang sangat cocok untuk aquascape Palembang .Ikan ini pun sangat menarik perhatian para koletor ikan di tanah air.Discus adalah jenis ikan yang memerlukan perawatan tinggi.Jika Anda tertarik untuk memeliharanya, pastikan Anda membaca artikel ini sampai selesai, ya.

Ikan discus umumnya terdiri dari berbagai jenis. Karena pada dasarnya, ikan discus memiliki beberapa jenis yang berbeda. Adapun yang populer di daerah Palembang, dan beberapa daerah lainnya adalah :

  • Ikan discus pigeon
  • Ikan discus red ribbon
  • Ikan discus gold yellow
  • Ikan discus red melon
  • Ikan discus blue diamond
  • Ikandiscus turquoise
  • Dan lain-lain

Klasifikasidan Ciri-Ciri Ikan Discus yang Bagus

Discus adalah ikan yang diberi gelar ratunya ikan aquarium Palembang . Gelar tersebut tidak begitu saja diberikan kepada ikan cantik ini.Hal tersebut karena ikan discus memiliki keunikan tersendiri, terutama pada warnanya.Di pasaran, ikan discus sudah mudah sekali kita temukan.Namun, untuk mendapatkan yang terbaik Anda harus mengetahui ciri-cirinya.

Adapun ciri-ciri ikan discus yang bagus adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kulit cerah, tidak mengeluarkan lendir yang berlebihan, dan tidak mengeluarkan selaput.
  2. Sisik ikan discus harus bersih atau tidak terkelupas, tidak berbintik putih.
  3. Memiliki sirip yang lengkap, bersih, dan seimbang.
  4. Bentuk tubuhnya harus ideal, tidak terlalu kurus/tipis dan menampakkan ketebalan pada bagian dahi ikan.
  5. Gaya berenangnya tenang.
  6. Insang bagian kiri dan kanan membuka dan menutup secara teratur dan bersamaan.
  7. Pilihlah jenis ikan yang memiliki ukuran 2 inci.
  8. Pattern pada bagian sirip atau badan biasanya akan timbul secara bertahap mulai dari ukuran ikan sebesar 2 inci. Namun hati-hatilah jika ada ikan discus yang sudah jelas pattern-nya sebelum berukuran 2 inci. Karena, bisa jadi ikan diberi pakan yang memiliki kandungan hormon tertentu.

Menurut sistematika, ikan cantik berwarna-warni ini digolongkan sebagai berikut:

  1. Nama lokal: discus
  2. Genus:Symphyosodon
  3. Familiy: Cichiliade
  4. Ordo:Percomorphodei
  5. Subordo:Percoidea
  6. Species:Symphyosodon

Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan corak dan warnanya, ikan discus digolongkan menjadi:

  1. Wild form
  2. Solid red
  3. Solid blue
  4. Solid yellow
  5. Unclassified/hybrid
  6. Stripped form
  7. Spotted form

Cara Memelihara Ikan Discus untuk Pemula

Anda pemula dalam memelihara ikan discus ? Tidak usah khawatir, berikut akan kami paparkan cara memeliharanya:

  1. Suhu Akuarium

Pastikan Anda menggunakan suhu akuarium yang pas untuk discus. Suhu yang cocok untuk ikan hias ini yaitu tidak terlalu tinggi. Pasalnya, suhu air yang tinggi akanmenurunkan kadar oksigen di dalam akuarium.

  1. pH yang Ideal

Ukuran pH yang ideal untuk ikan discus yaitu 6,5. Jika pH air lebih dari 7, atau di bawah 6, maka akan menyebabkan stres pada discus. Discus juga bisa berkembang di pH tinggi, sekitar 7,8, asalkan ada sedikit saja perubahan.

  1. Kesadahan Air

Discus adalah ikan hias dari Sungai Amazon.Jadi, pastikan kesadahannya sesuai, yaitu 1dH – 8dH.Ukuran kesadahan tersebut dianggap paling mirip dengan Sungai Amazon tempat mereka tinggal.

Untuk menahan dH lebih tinggi, Anda akan memerlukan beberapa tank. Namun, kesadahan air juga dapat melunak dengan penambahan kayu apung pada akuarium.

4. Bersihkan Akuarium dari Amonia

Amonia adalah zat yang tidak baik untuk ikan hias seperti discus. Amonia biasanya timbul akibat pakan yang tidak termakan.Kadar ammonia yang tinggi dapat menyebabkan penurunan warna pada ikan discus.Selain itu, ammonia juga dapat membuat discus bernapas berat.

Pastikan akuarium Anda terbebas dari ammonia.Pastikan Anda membersihkan akuarium secara rutin, atau sesuai kondisinya.

5. Penggantian Air

Air akuarium di mana discus hidup harus Anda ganti  satu minggu sekali. Minimum air yang diganti yaitu sebanyak 50% saja.Tujuannya yaitu untuk mengisi mineral dan mengurangi nitrat.Perlu Anda ketahui, discus adalah ikankontributor besar nitrat di dalam akuarium.Jadi, penggantian air wajib dilakukan secara berkala.

6. Gunakan Kayu Apung di Akuarium

Kayu apung pada akuarium akan berfungsi agar discus nyaman layaknya di rumah. Kayu akan menambah keindahan dan melembutkan air. Selain itu, kayu apung juga dapat menurunkan kadar pH untuk lingkungan yang sesuai bagi mereka.

7. Kombinasikan Akuarium dengan Tangki

Akuarium ikan discus biasanya dikombinasikan dengan tangki dengan injeksi CO2. Biasanya kombinasi tersebut akan menunjukan kadar pH rendah sekitar 6,8. Kadar tersebut diyakini merupakan pH yang cocok untuk discus tinggal.

Anda pun bisa mengombinasikan akuarium dengan tanaman batang.Fungsinya agar discus nyaman serasa di Sungai Amazon.

8. Letak Akuarium

Biasanya, kita akan meletakkan akuarium sesuai dengan keinginan kita. Akuarium umumnya diletakkan di tempat yang akan meningkatkan nilai estetika pada ruangan. Tapi, khusus untuk akuarium discus Anda tidak boleh sembarangan menempatkannya.

Tempat yang cocok untuk meletakkan akuarium yang berisi ikan discus adalah di tempat yang langsung terpapar sinar matahari.Tujuannya untuk memicu tumbuhnya lumut.Tapi, jangan diletakkan di tempat yang sepi atau jarang dilewati.Karena, keindahan ikan discus jadi tidak bisa kita nikmati.

9. Densitas

Densitas ikan discus juga penting untuk diperhatikan.Memeliharanya dengan densitas besar pada akuarium kecil tidak baik untuk pertumbuhan mereka.Memeliharanya dengan densitas kecil pada akuarium juga akan menyebabkan stres. Jadi, pastikan banyak ikan discus sesuai dengan besar akuarium yang digunakan.

aquarium ikan discus

Kebanyakan pecinta ikan discus, yakin cara di atas merupakan cara pemeliharaan yang tepat bagi mereka. Meskipun nantinya akuarium tidak estetis, namun baik untuk menjaga kualitas air yang cocok untuk ditempati.

Sistem Filtrasi Air yang Cocok untuk Ikan Disgus

Sistem filtrasi air adalah metode yang harus diperhatikan dalam pemeliharaannya. Filtrasi berfungsi untuk menjaga agar kualitas air pada akuarium tetap jernih dan aman bagi ikan. Sistem filtrasi untuk jenis ikan discus Palembang berbeda-beda, tergantung tujuan pemeliharaannya. Namun, pada dasarnya ada 3 jenis filtrasi yang biasanya digunakan sebagai berikut:

  1. Sistem Filter Kimiawi

Filter kimiawi ini berfungsi untuk menjaga atau mengubah kualitas kimiawi air sesuai standar yang Anda inginkan. Sistem ini dibuat melalui serangkaian reaksi kimiawi. Misalnya seperti filter resin ataupun filter karbonat yang memiliki fungsi untuk menyerap beberapa unsur kimia.

Sistem ini biasanya digunakan pada awal pengolahan air sebelum digunakan. Sistem ini pun bisa menghilangkan unsur kimia seperti ferum, magnesium, kalsium, dan kor. Pasalnya, unsur-unsur tersebut tidak diharapkan pada akuarium ikan discus.

  1. Sistem Filter Biologis

Filter biologis adalah sistem filtrasi menggunakan media mikroba seperti bakteri. Nantinya, bakteri tersebut akan mengubah atau menguarai senyawa-senyawa yang berbahaya. Senyawa tersebut nantinya akan diubah ke dalam bentuk lain yang aman bagi ikan discus.

  1. Sistem Filter Mekanis

Sistem filter ini bekerja secara mekanis. Fungsinya untuk menangkap dan menyaring kotoran yang mengalir. Pada dasarnya, semua filter pun menggunakan kompenen mekanis seperti ini. Namun, sistem ini adalah sistem yang paling banyak digunakan.

Cara Memelihara Kondisi Air untuk Ikan Discus

Tahapan ini untuk Anda yang sudah bukan lagi pemula dalam memelihara ikan discus. Tahapan ini memerlukan perhatian ekstra. Adapun cara pemeliharaannya adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga Temperatur Air

Ikan discus adalah jenis ikan yang hidup di daerah tropis. Kondisi temperatur suhu air di habitatnya yaitu 27 hingga 32 derajat celcius. Agar sesuai dengan habitatnya, Anda harus menyesuaikan suhu tersebut. Pastikan Anda memiliki alat pengatur dan pengukur suhu air.

Sebenarnya, terkait temperatur ini Anda tidak perlu khawatir. Karena, Indonesia sendiri merupakan negara beriklim tropis. Air di negara kita rata-rata memiliki ukuran yang sama dengan habitatnya di Amazon.

Namun, jika Anda tinggal di daerah berdataran tinggi, maka diperlukan heater untuk menjaga temperatur air. Untuk menggunakannya, Anda bisa membeli heater di toko ikan hias terdekat.

  1. Kandungan Oksigen Terlarut dalam Air

Meski hidup di dalam air, faktanya ikan tetap membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidup mereka. Ikan discus adalah jenis ikan hias yang tidak boleh kekurangan oksigen. Jika sampai kekurangan, maka akan menyebabkan terbakarnya filamen-filamen insang. Jika hal tersebut terus berlangsung, maka akan mengakibatkan kondisi fatal bagi discus.

Kekurangan oksigen terlarut dalam air juga dapat menyebabkan tubuh discus menjadi kaku. Aktivitas motoriknya pun akan turut berkurang.

  1. Kondisi pH dan dH Air yang Cocok

pH merupakan derajat keasamaan, sedangkan dH merupakan derajat kekerasan air. Keduanya menjadi indikator air pada akuarium yang berperan penting dalam keseluruhan proses budidaya serta pemeliharaan discus.

Di habitat aslinya, ikan discus bertahan hidup pada lingkungan dengan kadar pH yang rendah, yaitu 4,0 hingga 7,0. Sementara acuan nilai pH optimal untuk ikan ini adalah 6 hingga 7.

Sementara untuk derajat kekerasan air yang lunak, ikan ini hidup di kisaran 2 dH hingga 4 dH. Kondisi air ini dirasa sangat optimal untuk pemeliharaan dan budidaya ikan tersebut. Kedua indikator ini pun dapat menjadi hal yang mendukung keberhasilan pemeliharaan dan pembudidayaannya.

Cara Merawat Ikan Discus Tanpa Heater

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, heater pada akuarium discus bisa digunakan pada kondisi tertentu. Heater bisa berperan penting jika suhu air tidak sesuai. Temperatur yang tidak sesuai, dapat menyebabkan penyakit dan perubahan perilaku pada discus. Jadi, jika Anda memutuskan untuk tidak memakai heater, pastikan Anda mengetahui trik berikut ini:

  1. Ketahui Suhu Air

Pastikan Anda mengetahui suhu air yang akan digunakan. Untuk temperatur, sudah dijelaskan di atas, ya. Karena, meski tanpa heater, Anda harus tetap memastikan temperaturnya sesuai.

  1. Gunakan Pencahayaan

Pencahayaan yang sesuai dengan kondisi akuarium dapat membantu kondisi air. Sesuaikanlah pencahayaan sesuai waktu. Jika siang, gantilah dengan lampu yang sedikit redup. Sedangkan untuk malam hari, gunakanlah jenis lampu yang terang sesuai kondisi ruangan. Pencahayaan pada akuarium juga salah satu solusi untuk menghangatkan temperatur air.

Jika temperatur air sesuai kebutuhan, maka tidak sulit untuk merawat ikan discus Palembang tanpa menggunakan heater. Namun, jika temparaturnya tidak sesuai, pencahayaan yang tepat bisa menjadi solusi. Temperatur yang tidak cocok akan membuat discus cepat mati. Jadi, perhitungkanlah jika Anda ingin memeliharanya tanpa heater.

Cara Merawat Ikan Discus yang Terkena Penyakit

Ada cukup banyak jenis penyakit yang mengancam ikan discus. Berikut akan kami jelaskan apa saja penyakit ikan discus dan cara menanganinya:

  1. Cloudy Eye

Cloudy eye atau mata berkabut adalah penyakit yang ditandai dengan adanya bintik putih pada mata. Bintik tersebut seakan menutup selaput mata ikan discus. Jika penyakit ini dibiarkan berlama-lama, maka akan menutupi seluruh permukaan mata ikan, dan mengakibatkan kebutaan.

Untuk mengatasinya, larutkanlah chlorampenicot sebanyak 1,5 gr/100 liter air, dengan acriflavine sebanyak 0,3 gr/100 liter air. Lakukan pengobatan ini selama 5 hingga 7 hari.

  1. Penyakit Insang Pada Ikan Discus

Penyakit insang sering menjadi penyebab kegagalan peternak ikan discus. Penyakit ini tergolong jenis penyakit yang mudah menyerang mereka. Sayangnya, penyakit ini tidak terlihat pada tingkah laku discus. Jadi, cukup sulit dilihat gejalanya. Namun, jika kita lihat secara seksama, ikan yang terkena penyakit ini bisa kita lihat dari pernafasannya.

Ikan yang sehat bisanya akan membuka mulutnya secara teratur. Ikan akan nampak enjoy pada aktivitas ini. Namun, jika sudah terkena penyakit insang, ikan akan terlihat seperti terengah-engah.

Untuk menanganinya, gunakanlah larutan formalin sebanyak 4 ml/100 liter. Biarkan larutan tersebut selama 24 jam sebelum ikan dimasukkan ke dalam akuarium.

Setiap hari, air harus diganti dengan yang baru. Lalu, larutkan kembali formalin selama 3 hari. Selain itu, larutkan juga garam dapur dengan dosis 500 gram saja untuk setiap liternya. Pastikan juga air diberi aerasi agar zat cepat larut.

Jika penyakit insang tidak kunjung hilang, gunakanlah larutan pk. Pemberian dosis pk sebaiknya hanya 1 gram per 175 liter. Tambahkan juga aerasi yang kuat selama 2 jam. Jangan terlalu banyak menggunakan pk, karena dapat menyebabkan kematian pada ikan. Jadi, pastikan dosisnya tepat, ya.

  1. White Spot

White spot adalah jenis penyakit yang hampir menyerang semua jenis ikan hias. Penyakit ini timbul karena kualitas air yang tidak bagus. White spot terjadi akibat parasit dan bakteri akibat buruknya kualitas air akibat kotoran ikan.

Ikan discus yang terkena white spot akan terlihat berbintik putih pada bagian tubuhnya. Biasanya, white spot ini muncul pada bagian ekor maupun sirip.

Untuk menyembuhkannya, gunakanlah acriflavine  sebanyak 0,3 gram/100 liter. Larutkanlah ke dalam air akuarium yang baru diganti. Selain itu, gantilah air secara rutin agar white spot tidak bertambah.

Pada dasarnya, white spot adalah penyakit yang bisa dicegah. Pencegahannya adalah dengan cara menjaga kebersihan akuarium secara teratur.

  1. Penyakit Berak Putih

Penyakit berak putih disebabkan oleh sebuah bakteri bernama flagelata spironucleus. Bakteri ini menyerang pada bagian pencernaan ikan. Ciri-ciri ikan discus yang terkena penyakit ini adalah menurunnya nafsu makan. Sedangkan efek yang lebih parahnya lagi, dapat mengganggu pencernaan sehingga membuat discus menjadi kurus.

Gejala lain yang bisa kita lihat adalah pada kotorannya. Kotoran discus akan berubah menjadi berwarna putih. Selain itu, kotoran pun akan memanjang seperti pita, dan putus-putus.

Sebagian orang berpendapat, jika discus terkena penyakit ini, maka tidak dapat lagi memiliki keturunan.

Untuk mengobatinya, Anda bisa menggunakan larutan metronidazole sebanyak 2 gram/100 liter. Pastikan juga suhu airnya stabil pada temperatur 32 celcius.

  1. New Discus Desease (NDD)

Penyakit new discus desease (NDD) adalah salah satu penyakit discus yang paling ditakuti peternak. Karena, NDD dapat menular kepada ikan lainnya di dalam akuarium. Bahkan, satu tempat bisa terjangkit penyakit ini.

Agar tidak terkontaminasi, akuarium harusnya memiliki peralatan khusus. Misalnya seperti alat untuk mengetahui kadar pH dan suhu air. Penyakit ini bisa timbul akibat kualitas pH pada air yang terlalu tinggi dan banyak mengandung logam berat. Selain itu, jika suhu air di bawah 28 derajat celcius, akan menyebabkan discus mengalami penurunan daya tahan tubuh secara signifikan.

NDD juga bisa disebabkan akibat pemberian pakan alami yang bisa membawa berbagai microorganisme yang menyebabkan penyakit.

Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit NDD akan tampak terus bergerak seperti sedang stres. Ikan pun akan sulit diam, dan warnanya semakin menggelap. Bagian siripnya akan tampak menguncup.

Untuk mengatasinya, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • Larutkan chlorampenicol (antibiotik) sebanya 2 gram dengan acriflavine (antiprotozoa) sebanyak 0,3 gram.
  • Campurkan garam dapur sebanyak 5 sendok makan.
  • Larutkan semua zat secara bersamaan dengan aerasi yang kuat pada suhu 32 derajat celcius.
  • Jika penyakit sudah kronis, kuraslah air pada akuarium setiap 3 hari sekali. Kemudian, berikan lagi gabungan obat di atas.

Tips Memberi dan Memilih Pakan untuk Ikan Discus

Makanan adalah faktor penting dalam pemeliharaan ikan discus. Agar discus tetap sehat dan tumbuh dengan baik, pastikan Anda memberi pakan yang cocok. Pakan untuk discus alangkah baiknya mengunakan jenis pakan alami. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Kutu air
  • Cacing tubifex (cacing sutera)
  • Blood worm (cacing darah)
  • Jentik nyamuk
  • Artemia
  • Telur udang

Cara pemberian pakan bisa Anda sesuakan dengan banyaknya ikan pada akuarium. Namun, pastikan pakan yang diberikan tidak berlebihan. Karena, dapat berdampak buruk terhadap kualitas air pada akuarium.

Cara Mengetahui Ciri-Ciri Ikan Discus yang Sakit

Untuk menjaga kesehatan ikan discus, pastikan Anda mengetahui ciri-ciri discus yang sedang sakit. Ciri-ciri ikan discus Palembang yang sedang sakit adalah sebagai berikut:

  • Terdapat bintik putih (white spot) akibat kualitas air yang buruk atau tersenggol akar akuarium.
  • Warna discus menjadi  kurang cerah dan agak hitam. Terdapat semacam garis vertikal pada tubuhnya.
  • Badan ikan discus tampak lebih kurus jika terkena suatu penyakit tertentu.
  • Mata ikan discus buram dan sedikit menonjol keluar. Hal ini disebabkan oleh buruknya kualitas air pada akuarium.
  • Ikan discus akan menggesek-gesekkan badannya ke benda lain yang berada di sekelilingnya. Hal tersebut karena merasa gatal akibat jamur, bakteri, kutu air, dan sejenisnya.

Jika ikan discus memiliki perilaku yang aneh, atau terdapat ciri-ciri di atas, segera obati. Namun, pastikan penyakitnya terlebih dahulu, agar obat yang diberikan tepat.

5 Cara Mudah Budidaya Ikan Discus di Akuarium

Tertarik untuk membudidayakan ikan discus Palembang? Tidak sulit, kok. Berikut kami paparkan cara-cara pembudidayaannya melalui 5 langkah mudah:

  1. Persiapan Tempat

Untuk tempat pembudidayaan, Anda bisa menggunakan akuarium. Pastikanlah air yang digunakan sehat, memiliki pH sesuai, dan suhu yang pas sesuai habitat aslinya. Untuk akuarium, sebaiknya gunakan yang berukuran 30 x 50 x 100 cm. Atau, ukuran bisa disesuaikan dengan keinginan dan banyaknya ikan.

Isilah akuarium dengan air sebanyak 25 cm. Kemudian, larutkan 1 sendok garam dan masukkan 1 lembar ketapang. Terakhir, pasang filter air kemudiam diamkan selama 3 hari.

  1. Penebaran Indukan

Pilihlah indukan ikan discus terbaik. Setelah kolam didiamkan 3 hari, masukkan indukan ke dalam akuarium. Proses penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Untuk proses penebaran, siapkan baskom kemudian masukkan discus ke dalamnya.

Kemudian, masukkan baskom yang berisi ikan discus ke dalam akuarium dengan cara digoyang-goyang secara perlahan. Proses ini dikenal dengan istilah aklimatisasi. Lakukan proses ini sekitar kurang lebih 10 menit saja.

Untuk penebaran indukan, pastikan discus jantan dan betina memiliki jumlah yang sama banyaknya. Untuk ukurannya sendiri yaitu 10 cm hingga 12 cm.

  1. Pemeliharaan dan Pemberian Makanan

Discus yang sudah dibudidayakan bisa Anda beri pakan 2 kali sehari. Waktu yang paling cocok untuk memberinya makan adalah pagi dan sore hari. Atau, sekitar pada pukul 8 pagi dan pukul 3 sore.

Jenis pakan yang bisa diberikan adalah jentik nyamuk atau cacing sutera. Usahakan untuk tidak berlebihan memberi pakan. Tujuannya agar kualitas air terhindar dari berbagai serangan hama dan penyakit.

  1. Proses Pemijahan

Proses pemijihan ikan discus memerlukan ketelitian dan kesabaran. Dengan begitu, proses pemijahan akan berjalan dengan baik dan maksimal. Karena, sifat telur discus menempel. Jadi, untuk tempat telur gunakanlah pecahan genteng, peralon, atau pot berdiameter 4 inci. Pasanglah tegak di tengah akuarium setinggi air.

Permukaan tempat menempelnya telur harus licin, atau tidak memiliki pori-pori. Sebelum tempat menempel telur ditempatkan, pastikan Anda membersihkannya terlebih dahulu. Sikatlah dengan air bersih agar telur yang nantinya menempel sehat dan aman dari kotoran dan bakteri.

Telur yang normal akan menetas selama 60 jam. Larva tersebut nantinya akan dibersihkan oleh si induk. Kemudian, kurang lebih selama 3 – 4 hari, burayak sudah bisa berenang.

  1. Proses Pembesaran

Proses pembesaran ikan discus perlu diperhatikan secara seksama. Karena, ikan indukan discus suatu waktu bisa saja memangsa anaknya sendiri. Hal tersebut terjadi karena faktor kondisi air yang tidak cocok. Atau, bisa juga induknya betina semua.

Untuk pencegahan, Anda harus memuaskan sang induk. Caranya adalah dengan menyuntikkan bioratin. Tujuannya agar indukan berhenti makan.

Setelah anak discus berumur satu minggu, Anda sudah bisa memberinya makan. Pakan yang cocok untuk mereka adalah kutu air yang lembut. Agar mendapatkan kutu air yang benar-benar lembut, Anda bisa menyaringnya terlebih dahulu.

Harga Ikan Discus 2019

Tertarik untuk memelihara ikan discus dan ingin membelinya? Simak berikut harga ikan discus Palembang di tahun 2019:

  • Gold Yellow dewasa : Rp285.000 per ekor
  • Angle blue diamond dewasa : Rp250.000 per ekor
  • Red ribbon dewasa : Rp220.000 per ekor
  • Pearl pigeon dewasa : Rp300.000 per ekor
  • Marlboro red dewasa : Rp280.000 per ekor
  • Checker board pigeon dewasa :Rp250.000 per ekor

Dari daftar di atas, ikan discus paling mahal dipegang oleh pearl pigeon. Semakin mahal ikan discus, tentu akan semakin indah warna dan bentuknya.

Demikian ulasan seputar cara pemeliharaan dan perawatan ikan discus Palembang. Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda yang berencana memeliharanya, agar tetap sehat dan terawat. Semoga bermanfaat.