Tag Archives: ikan buas

Ikan Peacock Bass

Beberapa Jenis Ikan Peacock Bass yang Bagus untuk Dipelihara

Ada berbagai jenis ikan predator yang bagus untuk dijadikan ikan hias. Ikan peacock bass merupakan jenis ikan hias yang cukup populer di kalangan pencinta ikan hias. Ikan ini memiliki corak yang menarik dengan ukuran sedang. Ikan ini punya jenis yang beragam ada ikan peacock bass malaysia, ikan peacock bass intermedia, peacock bass azul, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa ulasan tentang jenis dari peacock bass.

  1. Jenis ikan peacock bass monoculus

Peacock bass monoculus jenis ini memiliki nama latin cichla monoculus. Peacock bass ini cukup terkenal di Indonesia. Harga ikan ini cukup murah sehingga banyak yang menggemari ikan jenis satu ini. Karakteristik fisik dari peacock bass monoculus adalah tonjolan yang terdapat di bagian dahi. Selain itu, pada bagian sirip atas dari ikan ini terdapat warna hitam yang merembet sampai ke bagian atas.

Ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket dengan tubuh manusia’. Julukan tersebut berasal dari bentolan yang terdapat di sekitar dahi kepala peacock bass monoculus. Tonjolan tersebut seakan mirip dengan wajah manusia. Kata ‘roket’ lebih ditujukan pada bentuk tubuh yang serupa dengan roket. Peacock bass monoculus ukurannya bisa mencapai 70 cm sedangkan beratnya bisa sampai 9 kg. Ikan ini banyak ditemukan di Brazil, Peru, dan Kolombia.

  1. Jenis ikan peacock bass blue azul

Peacock bass blue azul disebut juga dengan cichla piquiti. Tubuh ikan ini didominasi dengan warna biru. Warna biru dari ikan ini cukup unik. Warna tersebut bisa ditemukan pada bagian sirip atas serta pada bagian pinggir ekor.

Harga ikan ini cukup mahal. Ikan ini memiliki harga dalam batasan yang lebih mahal dibanding beberapa jenis ikan predator yang ada di pasar pada umumnya. Kepopuleran ikan ini bisa dibilang dapat menyaingi peacock bass monoculus. Karakteristik utama dari ikan ini adalah warna biru yang terdapat di sirip bagian atas serta di bagian ekor. Oleh karena itu, ikan satu ini disebut juga dengan ‘si roket bersirip biru’.

Tidak hanya keunikan warna dari ikan ini. Ikan satu ini juga tergolong cukup sulit didapat karena kebanyakan tersebar di Kolombia, Guianas, Venezuela, dan Brazil. Ukuran ikan ini bisa mencapai 43 cm.

  1. Jenis ikan peacock bass Orinoco

Ikan ini dikenal juga dengan nama latin cichla orinocensis. Ciri fisik utama dari ikan ini yaitu adanya tiga pola yang tersusun jelas dengan arah vertikal di bagian sisi tubuh dari ikan ini. Peacock bass ini disebut juga dengan ‘si roket warna hijau yang agresif’. Julukan tersebut berasal dari warna hijau yang berada di seluruh tubuh ikan ini. Selain warna hijau, ikan ini juga memiliki warna kuning atau warna keemasan pada bagian tubuh tertentu.

Ikan jenis ini ternyata dapat juga tumbuh dengan ukuran yang cukup besar. Ikan ini bisa tumbuh hingga ukuran 60 cm serta berat 6,22 kg. Ada juga yang bisa mencapai ukuran maksimal hingga 70 cm. Dalam menjaga wilayahnya, ikan ini tergolong ikan yang agresif. Pastikan untuk memperhatikan dengan baik pilihan jenis ikan yang akan digabungkan dalam satu wadah dengan ikan ini.

  1. Jenis ikan peacock bass kelberi

Peacock bass kelberi yang dikenal dengan nama latin cichla kelberi ini cukup populer daripada beberapa jenis peacock bass lainnya. Cara mengenali ikan ini cukuplah mudah. Ciri utama dari ikan ini adalah tubuh yang didominasi dengan warna kuning keemasan. Serta bintik di kedua sisi tubuh dan di bagian atas tubuhnya.

Julukan lain dari ikan ini adalah ‘si roket berlapis emas’. Ikan ini memiliki ciri warna kuning dan emas. Ikan ini mempunyai panjang tubuh hingga 39 cm serta berat tubuh mencapai 730 gram. Persebaran ikan ini tidak terlalu luas. Ikan ini banyak ditemukan di sekitar Brazil. Warna ikan ini terlihat mewah jika dipadukan dengan akuarium dengan hiasan.

  1. Jenis peacock bass temensis

Ikan ini bisa dikenali dari ciri fisiknya yang cukup unik. Ikan ini memiliki bintik mutiara yang menghias seluruh bagian tubuhnya. Warna tubuh ikan yang gelap membuat pola bintik mutiara pada tubuh ikan terlihat kontras.

Ikan dengan nama latin cichla temensis ini punya beberapa nama lain yang cukup unik. Ikan ini punya nama lain berupa speckled pavon, speckled peacock bass, painted pavon, dan juga three-barred peacock bass. Ukuran ikan ini termasuk cukup besar. Di Amerika Selatan, ikan ini dapat tumbuh hingga 1 m apabila berada di alam liar. Berat tubuh ikan ini bisa mencapai 13 kg.

Ikan ini punya kepopuleran yang setara dengan jenis ikan predator lainnya. Ikan ini memiliki harga yang sesuai dengan keunikan dari ikan ini. Ikan ini bisa ditemukan di Venezuela, Brazil, dan Guyana. Ikan jenis satu ini juga banyak ditemukan di Sungai Amazon.

Ikan ini punya julukan lain, ikan ini disebut juga dengan ‘si roket terbesar berbintik mutiara’. Julukan ikan ini tentu cocok dengan ciri fisik dari ikan ini. Jenis ikan ini termasuk ikan predator terbesar di Amerika Selatan.

  1. Peacock bass occelaris

Ikan jenis satu ini mempunyai ciri yang cukup unik. Ikan ini punya warna tubuh kuning dengan sedikit warna keemasan. Corak ikan satu ini hampir mirip dengan corak pada ikan Orinoco. Ciri fisik tersebut tentu saja menjadikan ikan satu ini sangat cocok untuk dipelihara.

  1. Peacock bass xingu

Ikan satu ini punya karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan peacock bass lainnya. Warna tubuh ikan satu ini didominasi dengan warna kuning emas yang cukup terang. Selain itu, ikan ini juga memiliki garis hitam pada bagian tubuhnya.

  1. Peacock bass tapajos

Ikan satu ini punya ciri yang berbeda dari ikan jenis lainnya. Ikan ini punya warna hijau kekuningan dengan tiga corak dengan yang berupa bulatan hitam. Ikan ini juga mempunyai warna mata merah yang berbeda dengan jenis ikan  peacock bass pada umumnya.

  1. Peacock bass nigromaculata

Ikan jenis satu ini punya warna tubuh yang sangat menarik. Ikan ini punya warna tubuh yang didominasi dengan warna hijau lumut. Selain itu, ikan tersebut memiliki warna mata merah dan tubuh dengan bercorak garis. Meski tampilannya tampak seram, ikan ini sangat menarik untuk dijadikan peliharaan.

  1. Peacock bass pinima

Ikan jenis ini punya warna tubuh yang berbeda karena corak tutul dengan warna mutiara. Ikan satu ini juga punya bentuk tubuh yang tidak terlalu teratur. Tidak hanya itu, ikan ini juga punya tiga garis hitam dengan corak yang berbentuk bulat dan berwarna hitam.

  1. Peacock bass pleizona

Ikan ini memiliki karakteristik fisik yang sangat unik. Sirip ikan satu ini didominasi dengan warna biru terang. Pada bagian bawah ikan satu ini terdapat sirip warna oranye dengan 4 corak garis. Ikan ini juga memiliki warna mata merah.

  1. Peacock bass trombetas

Ikan ini mempunyai ciri tubuh yang didominasi dengan warna cokelat. Selain itu, ikan ini juga punya dahi yang jenong. Di bagian kepala hingga tubuh ikan ini terdapat corak yang tampak seperti bercak.

  1. Peacock bass vazzoler’s

Karakteristik dari ikan jenis satu ini pada dasarnya mirip dengan jenis ikan peacock bass pada umumnya. Ikan jenis satu ini juga memiliki warna kuning yang khas. Selain itu, ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan peliharaan.

  1. Peacock bass jari

Ikan jenis ini punya warna tubuh dengan corak yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis peacock bass pada umumnya. Tidak hanya itu, ikan ini juga memiliki corak tubuh yang cukup unik dari jenis lainnya.

  1. Peacock bass royal

Ikan dengan jenis satu ini punya corak yang indah. Warna tubuh dari ikan satu ini didominasi dengan warna hijau kebiruan. Ikan ini juga memiliki warna oranye dan kuning di bawah area tubuhnya. Ikan ini punya corak yang indah daripada jenis ikan lainnya. Selain itu, jumlah garis serta corak pada tubuh ikan ini terlihat berbeda karena sirip biru di bagian atas tubuhnya. Ikan satu ini termasuk peacock bass dengan harga termahal.

Mengenal Beberapa Info Tentang Makanan Peacock Bass

Makanan menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan bagi ikan untuk tumbuh dengan baik. Makanan yang keliru bisa menghambat pertumbuhan ikan serta mengganggu kesehatannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan makanan peacock bass. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk disimak.

  1. Beberapa kebiasaan makan peacock bass di alam liar

Saat berada di alam liar ikan ini dapat bergerak dengan cepat ketika siang hari. Kecepatan ikan ini dalam menangkap mangsa sangat cepat terutama saat siang hari. Beberapa jenis ikan kecil sering kali menjadi mangsa ikan jenis ini.

  1. Pola makan peacock bass

Ikan jenis ini sangat sensitif dalam mencari mangsa. Saat usia ikan ini masih remaja ikan ini suka menunggu sampai diberi makanan. Peacock bass yang masih kecil biasanya suka makan krill kering, cacing darah, guppy, atau jenis ikan kecil lainnya.

Ikan peacock kecil biasanya cukup diberi makan beberapa kali dalam satu hari dengan porsi makan lebih sedikit. Seiring dengan usia yang bertambah, ikan ini bisa diberi makan satu atau dua kali untuk setiap harinya. Saat usia ikan sudah dewasa, ikan ini bisa diberi makan ikan kecil atau udang.

  1. Jenis makanan peacock bass

Peacock bass sangat suka dengan makanan yang masih hidup. Makanan tersebut bisa saja didapat dari lingkungan alami. Jenis makanan hidup tertentu yang tersisa dalam akuarium bisa saja menyebabkan penyakit pada ikan ini.

Jika pilihan makanan hidup dirasa kurang sesuai. Pilihan pakan komersial bisa jadi pilihan. Umumnya pilihan pakan ini akan sangat sesuai karena harganya yang biasanya lebih murah dan mudah didapatkan di pasaran.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Seputar Peacock Bass

Selain info tentang makanan. Ikan satu ini ternyata memiliki beberapa hal yang menarik. Ada beberapa fakta tentang ikan ini. Info tersebut berupa cukup bermacam-macam dan berguna untuk menambah pengetahuan sebelum memelihara ikan ini. Berikut ini merupakan beberapa info menarik tersebut.

  1. Jenis ikan ini termasuk dalam jenis ikan dengan ukuran yang besar. Ikan ini banyak ditemukan di Amerika Selatan. Ikan ini biasanya hidup berkelompok dengan jumlah yang cukup banyak.
  2. Ikan ini termasuk jenis ikan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ikan ini akan bersarang di dasaran yang lunak dan luas untuk menempatkan telur. Area yang berlumpur dan berpasir merupakan salah satu area yang banyak dijadikan sarang untuk telur. Ikan ini dapat melindungi dan merawat anakannya dengan baik. Setelah besar anaknya akan ditinggal untuk mencari makanannya sendiri.
  3. Cara membedakan peacock bass betina dengan jantan terletak pada tonjolan yang terdapat di dahi ikan ini. Dari segi corak, ikan pejantan maupun betina tidak memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah untuk dibudidayakan dan memiliki nilai yang tinggi.
  4. Peacock bass yang berukuran kecil biasanya lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pemanas untuk memastikan suhu air tetap terjaga. Selain itu, gunakan garam air untuk menjaga kondisi air tetap sesuai untuk dijadikan tempat hidup.
  5. Ikan peacock yang agresif biasanya memiliki wajah yang terlihat garang. Meski demikian ikan ini termasuk jenis ikan yang mudah dipelihara. Selain karena karakternya ikan ini juga memiliki corak yang indah sehingga cocok dijadikan ikan hias.
  6. Peacock bass sepintas tampak menyeramkan karena bola matanya yang ukurannya cukup besar. Pupil ikan ini biasanya berwarna hitam serta lingkaran mata dengan warna kuning terang. Ikan ini memiliki ukuran mulut yang cukup besar. Pada bagian bawah wajahnya terlihat naik ke atas mirip dengan ikan arwana. Ukuran ikan ini juga cukup besar untuk dijadikan ikan hias.
  7. Ciri fisik lain yang menarik dari ikan ini adalah sirip lebar pada bagian atas dari tubuh ikan. Sirip tersebut terbentang sampai menyentuh bagian pangkal dari ekor ikan. Bagian bawah tubuh ikan ini terdapat dua sirip yang ukurannya sedang. Di bagian satu sirip yang dekat dengan perut bentuknya melebar. Hal tersebut membuat tubuh ikan terlihat pipih.
  8. Tanda fisik lainnya yang bisa diamati dari ikan ini adalah garis hitam yang tebal dengan bentuk vertikal pada bagian badannya. Tidak hanya itu, bagian pangkal ekor dari ikan ini ada bintik hitam yang ukurannya agak besar. Warna badan dari ikan ini cukup variatif bergantung dari jenisnya. Beberapa warna tersebut antara lain warna hitam, bintik putih, hitam, biru terang, dan kuning terang.
  9. Pada dasarnya ikan ini bergerak dengan lincah terutama saat mencari makan. Bagi yang ingin memelihara ikan ini dalam satu akuarium dengan ikan lainnya. Sebaiknya memilih ikan yang sejenis atau ikan jenis lain dengan ukuran yang kurang lebih sama.
  10. Ikan jenis ini memiliki harga yang cukup beragam. Ikan air tawar ini anakannya ada yang dijual dengan harga Rp 15.000. Sedangkan ikan dewasa dari jenis ini dihargai ratusan ribu rupiah. Jenis ikan peacock bass termahal tentu saja bergantung pada beberapa hal, bisa dari coraknya, kelangkaan ikan, serta biaya impor ikan tersebut.
  11. Ikan peacock bass termasuk jenis ikan karnivora. Oleh karena itu, ikan ini tidak bisa disatukan dengan jenis ikan tertentu dalam satu tempat. Ikan ini sebaiknya disatukan dengan jenis ikan seperti stingray, cichlid, catfish, dan arwana. Ikan yang berukuran lebih kecil biasanya hanya menjadi mangsa bagi peacock bass dewasa.
  12. Ikan jenis ini terkadang bisa saja terkena penyakit bintik putih. Untuk mengatasi hal tersebut air tempat ikan perlu diberi garam, methyl blue, atau daun ketapang. Selain itu, tempat ikan juga perlu dikuras sebanyak 25% untuk setiap harinya. Sebagai langkah pencegahan suhu air perlu dijaga agar berada dalam kisaran 30-32 derajat celcius.
  13. Saat musim penghujan tempat ikan mungkin sangat terpengaruh. Oleh karena itu, suhu perlu ditata dalam kisaran 28 derajat celcius. Apabila suhu air terlalu dingin, ikan kemungkinan akan mudah terkena penyakit.

Akuarium yang Sesuai untuk Tempat Memelihara Peacock Bass

Hal yang tidak kalah penting dalam memelihara ikan satu ini adalah akuarium. Ada banyak jenis akuarium yang bisa digunakan. Sebelum memutuskan untuk memelihara ikan ini. Pastikan dahulu akuarium yang digunakan sudah tepat. Ulasan yang lebih lengkap tentang akuarium untuk peacock bass bisa disimak di penjelasan berikut ini.

  1. Ukuran akuarium yang direkomendasikan

Peacock bass pada umumnya memerlukan ruangan yang sedikit lebih luas. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan ikan untuk berperilaku agresif untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Ikan ini juga dapat tumbuh besar sehingga perlu ruang akuarium yang lebih luas agar bebas bergerak.

Peacock bass yang masih remaja sebaiknya dipelihara dalam ruangan. Akuarium bisa digunakan untuk memelihara ikan ini bisa dipilih yang berkapasitas paling tidak 70 galon air. Jumlah tersebut merupakan takaran air paling tepat untuk jenis ikan pada usia tersebut. Ikan yang masih kecil atau yang berusia remaja bisa ditempatkan dalam akuarium dengan volume 30 galon. Akuarium dengan ukuran yang sesuai bisa mencegah ikan mengalami stres.

Beberapa pencinta ikan jenis satu ini, ada yang memelihara dalam ukuran akuarium yang terbilang besar. Akuarium dengan ukuran mencapai 180 galon. Ukuran tersebut tentu saja sangat berguna untuk menampung lebih banyak peacock bass yang berukuran besar.

  1. Kondisi air

Ikan jenis ini pada dasarnya merupakan ikan yang membutuhkan suhu yang hangat. Tingkat keasaman dari ikan ini haruslah sesuai agar ikan tidak mengalami penyakit tertentu. Tingkat keasaman yang paling sesuai untuk ikan satu ini yakni pH 6,5 atau 7,5. Untuk ikan yang masih anakan diperlukan suhu yang jauh lebih hangat.

Filtrasi merupakan cara terbaik untuk membuat ikan menjadi lebih sehat. Ikan yang berada dalam kondisi air yang bagus bisa bertumbuh dengan lebih baik. Cara tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menghilangkan kotoran yang terdapat dalam akuarium. Akuarium tanpa filtrasi biasanya akan lebih mudah kotor terutama jika ikan yang dipelihara cukup banyak. Sistem filtrasi yang disarankan adalah filtrasi sump atau filtrasi eksternal.

Ikan jenis ini memerlukan lingkungan dengan kualitas tinggi. Selain itu, tingkat polutan yang rendah juga berpengaruh pada kondisi air. Tidak hanya itu, oksigen dalam air juga berpengaruh pada kualitas air. Oksigen dengan kadar tinggi merupakan kondisi air yang paling sesuai untuk ditinggali ikan jenis ini. Kadar oksigen yang terlalu rendah akan menghambat kehidupan dari spesies satu ini.

  1. Dekorasi akuarium

Ukuran akuarium merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Akuarium untuk ikan jenis ini sebaiknya diatur agar hiasannya sesuai dengan ukuran akuarium. Ikan satu ini memiliki kebiasaan untuk melompat. Oleh karena itu, diperlukan penutup di atas akuarium untuk mencegah ikan keluar dari akuarium.

Selain hiasan pada bagian dinding akuarium, tempat ikan juga perlu dilengkapi dengan kerikil atau pasir pada bagian dasar akuarium. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kondisi akuarium sama dengan habitat aslinya ketika mencari makan. Ikan ini biasanya senang untuk menyaring pasir agar bisa mendapatkan serangga, udang, atau mangsa kecil jenis lainnya. Selain itu, ikan ini juga sangat suka bersembunyi dalam batuan dengan struktur tertentu.

Selain hiasan pada dasar akuarium. Akuarium juga perlu dihiasi dengan tanaman sebagai tempat ikan untuk bersembunyi. Selain itu, tanaman juga sangat berguna untuk menyergap mangsa hidup yang dimasukkan dalam akuarium.

Tips Membuat Warna Peacock Bass Terlihat Lebih Indah

Ikan satu ini tidak kalah indah dengan ikan dari jenis lainnya. Salah satu keunggulan dari ikan satu ini adalah warnanya yang indah. Pada dasarnya ikan ini memiliki corak tubuh yang menarik. Meski demikian, tidak semua peacock bass punya corak yang cerah, terutama jika ikan tidak dipelihara dengan baik. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan supaya warna ikan tampak lebih indah.

  1. Beri pakan udang pada ikan

Hal utama yang bisa dilakukan untuk membuat warna peacock bass tetap indah adalah pemberian pakan yang tepat. Pakan berupa udang merupakan jenis pakan yang tepat untuk dijadikan makanan bagi peacock bass. Udang mempunyai kandungan karotenoid yang bisa membuat warna tubuh ikan terlihat lebih cerah.

Udang yang diperlukan untuk dijadikan pakan bagi ikan tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan. Ukuran udang harus sesuai dengan ukuran ikan yang dipelihara. Selain itu, pakan udang bisa saja dioleh menjadi pelet untuk pakan ikan.

  1. Memastikan kualitas air tetap terjaga

Tips lain yang bisa digunakan untuk membuat corak ikan terlihat lebih bagus adalah dengan memastikan air tetap berkualitas. Pastikan untuk mengukur air dalam takaran yang tepat. Selain itu, rajinlah untuk membersihkan serta menguras air agar kualitas air tetap terjaga. Pastikan juga air yang digunakan bersih dari kaporit. Penggantian air bisa dilakukan tiap 2 hari supaya kualitas air tetap bagus.

  1. Perhatikan jumlah ikan yang dipelihara

Jumlah ikan yang dipelihara tentu saja bergantung pada pemilik ikan. Jumlah ikan yang dipelihara idealnya 7-10 ekor. Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya akan mengganggu interaksi ikan dalam akuarium. Hal tersebut akan berdampak secara tidak langsung pada kenyamanan ikan.

Jumlah ikan yang terlalu banyak biasanya memicu stres pada ikan. Jumlah yang seimbang akan membuat ikan berinteraksi dengan baik. Ikan yang mengalami stres karena interaksi dengan ikan lain terganggu biasanya akan memiliki corak yang tidak terlalu bagus. Ikan yang bisa bergerak bebas dan dipelihara dengan baik bisa membuat corak ikan terlihat lebih terang.

Ada beragam jenis ikan yang menarik untuk dijadikan peliharaan. Ikan peacock bass merupakan salah satu jenis ikan yang banyak diminati. Ada berbagai jenis yang bisa dipilih. Selain jenis yang beragam, ikan satu ini juga memiliki berbagai fakta dan karakteristik yang unik. Dalam memelihara dan memperindah fisik ikan pastikan untuk memperhatikan akuarium yang digunakan serta beberapa kondisi lainnya.

Ikan Pacu Albino

Berkenalan dengan Ikan Pacu Albino yang Mirip Bawal dan Piranha

Ikan pacu albino adalah jenis ikan hias air tawar yang mudah ditemukan di Sungai Amazon, dan Sungai Oronoco. Ikan ini pun sempat tercatat pernah ditemukan di Papua dan Papua Nugini. Secara fisik, ikan ini tampak mirip bawal, dengan gigi mirip gigi manusia. Ikan ini juga masih satu keluarga dengan ikan piranha yang terkenal di Amazon. Ikan ini menjadi salah satu ikan hias yang paling dicari oleh kolektor ikan albino .

Berbeda dengan piranha, pacu adalah jenis ikan predator omnivora. Ikan ini cenderung vegetatif, menyukai tumbuhan dan buah-buahan. Itulah alasannya kenapa gigi ikan tersebut berbentuk seperti gigi manusia. Giginya yang besar digunakan untuk meremukan buah-buahan dan kacang-kacangan.

Tapi terkadang, pacu sering juga memangsa ikan-ikan lain dan hewan invertebrata. Tergantung dari kondisi lingkungan sekitar dan ketersediaan makanan.

Ada hal unik tentang ikan yang satu ini. Konon katanya, ikan pacu ini dilaporkan pernah menggigit testis pria yang sedang berenang di sungai. Katanya, mereka menganggap testis pria tersebut sebagai kacang-kacangan yang mengambang. Bahkan, kabarnya kasus ini pun sering terjadi di Papua Nugini.

Kebiasaannya di atas, membuat ikan ini dipanggil dengan julukan sebagai “Ball Cutter”. Julukan tersebut ia dapatkan dari para nelayan di Amerika yang suka berburu ikan.

Karakter dan Perilaku Pacu Albino

Pacu adalah jenis ikan yang bisa berukuran hingga mencapai 100 cm, dengan berat 40 kg. Namun, ukurannya tersebut tidak menutup kemungkinan akan lebih besar dari itu. Karakter fisiknya mirip seperti ikan piranha, namun pacu jauh lebih besar.

Pacu memiliki tubuh yang pipih, bermata besar, dan tinggi. Untuk warnanya, biasanya cukup bervariasi seperti abu-abu kehitam-hitaman, dan corak lainnya.

10% masa tubuh pacu adalah lemak. Gigi mereka memiliki bentuk layaknya gigi manusia, yaitu berbentuk persegi. Giginya tidak digunakan untuk merobek mangsa atau makanan. Mereka menggunakan giginya untuk menusukannya hingga ke tulang dan membelahnya. Itulah alasannya, kenapa mereka mampu memecahkan kacang dengan giginya.

Pakan Ikan Pacu

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pacu adalah ikan atau hewan omnivora. Di alam liar, mereka suka memakan jagung, buah, dan tumbuhan. Selain itu, pacu juga senang memakan makanan hidup seperti keong, serangga, dan spesies lainnya. Terkadang, dalam kondisi tertentu mereka pun senang memakan bangkai.

Untuk Anda yang berencana memeliharanya, tambahkanlah unsur tanaman pada akuarium. Namun, perhatikanlah selalu agar mereka tidak memakan protein dalam jumlah banyak. Pasalnya, protein yang terlalu banyak akan menyebabkan Lipodystrophy, atau tidak berfungsinya lemak pada tubuh mereka.

Pemberian pakan pacu bisa dilakukan satu atau dua kali dalam sehari. Untuk jumlah pakan, sesuaikanlah dengan ukurannya. Jangan terlalu berlebihan agar kondisi air tidak mudah kotor. Untuk jenis pakan, Anda bisa memberi jenis pakan alternatif seperti pelet dan cacing beku.

Cara Merawat Pacu Albino di Akuarium

Untuk memeliharanya, pastikan Anda menyiapkan akuarium berukuran besar. Aturlah suhu antara 24 hingga 27 derajat celcius, dengan pH sekitar 6,0 hingga 8,0. Jika Anda merawatnya dengan baik, ikan ini mampu bertahan hingga usia 20 tahun. Sangat lama bukan?

Pacu adalah jenis ikan yang tahan dan tangguh terhadap serangan penyakit. Selain itu, ia bisa memakan makanan apa saja. Namun, mereka selalu butuh ruang yang luas serta aerasi dan penyaringan yang kuat.

Lakukan pembaharuan air secara rutin. Karena, pencemaran air pada akuarium tergolong cukup banyak. Pacu sendiri merupakan jenis ikan yang suka berkeliaran pada lapisan tengah akuarium Anda.

Desainlah akuarium Anda semenarik mungkin. Dekorasi terbaik untuk pacu adalah terdapat bebatuan besar. Atau, bisa juga memasang jenis ornamen keras lainnya. Akuarium tidak perlu didekorasi dengan taman. Karena, pacu adalah ikan yang akan merusak taman pada akuarium.

Karakter ikan pacu albino sendiri cukup pemalu. Mereka pun mudah panik jika ada gerakan mendadak, atau bahkan akan mencoba untuk menyerang balik. Namun, tidak sedikit juga mereka yang menabrak akuarium jika ada gangguan. Jadi, jangan buat gerakan mendadak pada ikan ini agar tidak berlarian dan membentur akuarium.

Ketika masih anak-anak, pacu cenderung agresif. Mereka suka memancing masalah dengan ikan lain. Namun, ketika sudah tumbuh dewasa, pacu akan lebih senang menyendiri dan tidak agresif lagi. Tapi terkadang mereka akan menjadi masalah besar untuk ikan lainnya.

Jika Anda ingin menempatkan pacu dengan ikan lain, sebaiknya pilih ikan berjenis:

  • Green terror
  • Managuense cichlid
  • Tiger Oscar
  • Dan ikan hias sejenis lainnya

Sementara ikan-ikan mungil biasanya akan menjadi santapan pacu. Jika Anda memiliki sejumlah ikan hias berukuran mungil, sebaiknya pisahkan. Atau, cara terbaiknya adalah dengan memelihara jenis pacu saja di akuarium Anda.

Ikan Pacu Albino

Dalam dunia hewan, albino adalah kelainan yang menjadikan hewan tampak cantik. Begitu juga dalam ikan pacu, jenis albino cukup banyak diminati karena keunikannya. Pacu albino berbeda dengan pacu pada umumnya. Perbedaannya terletak pada warnanya. Jika kebanyakan pacu berwarna abu-abu kehitam-hitaman, pacu albino cenderung berwarna putih, dan agak kuning di bagian kepala dan mulutnya.

Warna sisik pacu albino cenderung berwarna putih kekuningan. Warna sisiknya atau sekujur badannya pun putih agak kuning. Warna matanya cenderung merah. Pacu ini sangat cocok dijadikan sebagai ikan hias karena keindahannya. 

Di pasaran , jenis pacu albino ini mudah ditemukan. Di Indonesia, ikan ini sering menjadi ikan hias yang diperjualbelikan secara bebas. Harganya pun tergolong sangat murah sekali. Untuk ukuran 12 cm, biasanya ditawarkan hanya seharga Rp25.000 saja. Namun, ada juga yang menjualnya Rp100.000-Rp300.000-an, jika ukurannya mencapai 20 cm hingga 25 cm.

Di kita, pacu albino tidak sulit ditemukan. Ukurannya bahkan bisa mencapai 1,5 meter di dalam akuarium. Hanya saja belum banyak orang yang mengetahui bahwa ikan ini bisa tumbuh besar seukuran tersebut.

Ikan Hias Pacu di Indonesia

Ikan asli sungai Amazon ini mudah kita temui di pasaran. Sebagai jenis ikan hias, keberadaannya cukup mudah ditemukan. Namun, untuk beberapa daerah mungkin akan sedikit kesulitan mendapatkannya. Karena, pacu adalah jenis ikan yang penyebaran penjualannya tidak ke seluruh Indonesia. Berbeda dengan ikan cupang, lohan, dan sejenisnya, yang mudah ditemui.

Pacu dalam berbagai ukuran mudah kita temukan di pasaran. Harganya pun disesuaikan dengan jenis, umur, dan ukurannya. Harga yang ditawarkan untuk jenis ikan yang satu ini relatif murah. Bahkan, Anda bisa membelinya secara online.

Meski demikian, ada sebagian orang yang juga menemukannya di Papua. Ikan ini hidup bebas di alam liar, baik di danau maupun sungai-sungai.

Pacu yang paling populer di Indonesia adalah spesies genera Colossoma, atau yang dikenal dengan ikan bawal air tawar. Ikan ini pertama kali diintroduksi ke tanah air mulai dari tahun 1986. Hingga saat ini, produksi ikan tersebut berhasil menggairahkan produksi budidaya ikan tawar di tanah air.

Penyebaran Pacu di Dunia

Penyebaran pacu di luar Sungai Amazon cukup membuat heran beberapa kalangan. Misalnya seperti yang terjadi di New Jersey. Pemancing bernama Ron Rossi, menangkap seekor ikan besar aneh dan menakutkan di Danau Swedes, New Jersey. Ron mengira ikan yang ia dapatkan adalah piranha. Setelah ditelisik, ternyata ikan tersebut merupakan jenis pacu besar.

Menurut sebagian besar peneliti, meluasnya keberadaan pacu akan menjadi ancaman bagi pesaing spesies ikan asli. Mereka disinyalir akan menyebarkan penyakit, atau kadang-kadang menjadi pemangsa bagi ikan lain atau ikan asli.

Menurut klasifikasi ilmiah, pacu dan piranha sama-sama termasuk ke dalam ordo Characiformes. Atau, bisa dikatakan keduanya bersaudara. Meski demikian, pacu tidak berbahaya bagi manusia. Karena, pacu memiliki gigi yang berbeda dari piranha, dan tidak membahayakan. Meskipun ada kabar kalau ikan ini suka menggigit testis pria.

Ikan asli Sungai Amazon ini kini sudah bisa ditemukan di perairan umum di Amerika Serikat. Beberapa catatan tentang keberadaannya seperti:

  • Penemuan pacu spesimen 20 inci di bagian selatan Illinois (2013)
  • Penemuan pacu spesimen 17 inci di negara bagian Washington (2013)
  • Penemuan pacu spesimen 14 inci di Michigan Danau St Clair (2015)
  • Dan beberapa catatan lainnya

Di Amerika, ikan ini sering dijadikan sebagai ikan hias. Namun, untuk alasan tertentu pemiliknya biasanya membuangnya ke sungai atau ke danau. Pacu pun merupakan jenis ikan yang tidak akan bertahan dalam air yang dingin.

Sebagian masyarakat di Amerika, menyarankan orang yang memeliharanya tidak membuang atau melepasnya ke perairan liar. Mereka menyarankan untuk memusnahkan ikan ini. Penyebarannya bahkan kini sudah jauh hingga ke Skandinavia, Oseania, bahkan Papua New Guinea.

Mitos-Mitos Tentang Pacu

Selain diberitakan suka menggigit testis pria yang berenang di sungai, ternyata ikan ini memiliki cukup banyak mitos menarik. Salah satunya adalah mitos tentang pemakan daging manusia. Benarkah hal tersebut?

Karena giginya yang mirip dengan gigi manusia, banyak orang yang berspekulasi tentang ikan ini. Terlebih, di Papua ikan ini dikabarkan pernah menggigit testis seorang pria. Tapi, pada dasarnya ikan ini tidak seganas yang dibayangkan, atau yang diberitakan. Kasus pengigitan tersebut kabarnya terjadi karena pacu mengira testis tersebut sebagai kacang-kacangan yang biasa ia makan.

Namun, ilmuan Denmark menangkis berita tersebut. Para ilmuan menyatakan bahwa laporan tersebut terlalu dilebih-lebihkan. Kabarnya, laporan tersebut didasarkan pada sebuah lelucon, atau tidak serius.

Kendala Memelihara Ikan Hias Pacu

Pacu adalah jenis ikan yang mampu tumbuh hingga 1,5 meter. Cukup besar dan panjang untuk jenis ikan hias. Ukurannya inilah yang terkadang suka menjadi kendala. Untuk memeliharanya, Anda harus memiliki akuarium dengan ukuran yang besar. Terutama jika ingin melihat mereka tumbuh besar.

Di Amerika, ketidakmampuan menangani pacu yang tumbuh besar, menjadi alasan melepas dan membuangnya ke perairan liar. Hal tersebut pun dilakukan oleh beberapa orang di negara-negara lain yang memeliharanya.

Baik di akuarium, maupun di alam liar, pacu menjadi pesaing spesies asli. Mereka akan saling berebut makanan. Bahkan, bisa saja pacu menjadi predator untuk ikan lainnya.

Namun, selebihnya pacu adalah jenis ikan yang mudah dirawat di akuarium. Ikan ini tidak terlalu banyak menuntut soal makanan, maupun parameter air.

Manfaat Memelihara Ikan Hias Pacu

Adapun manfaat memelihara pacu, di antaranya seperti:

  • Sebagai ikan hias
  • Untuk olahraga memancing
  • Sebagai bahan pangan
  • Sebagai “vegetarian piranha”

Bagi mereka yang sudah memiliki akuarium, dan peralatan yang tepat, pacu adalah jenis ikan yang responsif.

Ikan ini bisa memakan berbagai macam jenis pakan berbeda. Itulah salah satu kelebihan lain dari pacu. Anda bsia memberinya pakan alami, atau pakan pelet yang bisa dibeli di toko ikan hias. Jadi, soal makan ikan ini tidak ribet dan mudah dipelihara.

Pembudidayaan Ikan Hias Pacu di Indonesia

Meski mudah didapat di pasaran, pacu sendiri bukanlah ikan hias yang dijagokan dalam pembudidayaan. Pembudidayaan ikan hias pacu di Indonesia tergolong minim. Itulah yang menyebabkannya kalah saing dengan ikan hias pada umumnya.

Adapun pembudidayaan bagi pacu sendiri, harus dilakukan di kolam yang luas. Pasalnya, ikan ini memiliki ukuran yang relatif lebih besar dari ikan hias pada umumnya. Berbeda dari beberapa jenis ikan hias lain yang bisa dibudidayakan hanya melalui akuarium.

Peternak ikan berjenis pacu di Indonesia tergolong sulit, atau masih jarang. Cara pembudidayaannya pun masih tergolong sulit untuk didapatkan informasinya.

Cara Merawat Pacu di Akuarium Kecil

Tidak semua orang memiliki akuarium berukuran besar. Mungkin, sebagian besar masyarakat kita hanya memiliki jenis akuarium kecil. Namun tidak usah khawatir, pacu bisa Anda pelihara di jenis akuarium kecil. Namun, perhatikan ukuran yang akan dipelihara. Pacu albino bisa menjadi pilihan yang tepat karena ukurannya yang relatif kecil.

Selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Sesuaikan Akuarium dengan Habitat Ikan

Pacu adalah jenis ikan yang berasal dari Sungai Amazon. Maka, gunakanlah filter dengan daya sembur yang mengalir layaknya di sungai. Penyesuaian ini dilakukan agar mereka nyaman layaknya di habitat asli.

  1. Perhatikan Makanan

Di alam bebas, pacu sering memakan tumbuhan dan kacang-kacangan yang mengambang. Jika sulit, Anda bisa memilih pakan alternatif seperti pelet atau cacing kering. Anda juga bisa memberi mereka sayuran sesekali. Karena, pada dasarnya mereka adalah jenis hewan omnivora.

Pemberian pakan pun harus Anda sesuaikan. Jangan terlalu berlebihan memberi mereka pakan. Tujuannya agar air tetap bersih dan jernih.

  1. Perawatan Akuarium

Lakukan perawatan akuarium secara rutin. Akuarium kecil harus sering diganti airnya secara berkala. Lakukan penggantian minimal sebanyak satu kali dalam seminggu. Sebelum Anda menambahkan air baru, sisakanlah air di dalam akuarium sebanyak 25%.

Jika hendak mengganti air menggunakan PDAM, endapkanlah terlebih dahulu. Lama pengendapan air dilakukan selama 12 jam. Tujuannya agar kadar kaporit pada air tersebut hilang.

Jangan lupa juga membersihkan kapas filter pada akuarium. Setelah air baru sudah Anda isikan, tambahkan sedikit garam, atau sekitar 0,1% dari total air. Tujuannya agar terhindar dari wabah penyakit dan jamur pada ikan.

Pastikan juga Anda atur suhu air. Pacu adalah jenis ikan yang tidak suka air dingin. Anda bisa mengatur suhu akuarium antara 27 hingga 28 derajat celcius saja. Sementara tingkat keasaman yang baik adalah 7 hingga 8 pH.

Perbedaan Ikan Bawal dan Pacu

Di negara seperti Brasil, Amerika, dan negara lainnya, pacu sering disamakan dengan ikan piranha. Namun, karena yang paling populer di negara kita adalah bawal, banyak masyarakat yang sering tertukar antara pacu dan bawal.

Persamaan keduanya terletak pada bentuk dan warnanya. Selintas, masyarakat tidak akan ada yang mengira kalau pacu dan bawal itu berbeda. Adapun perbedaannya bisa kita lihat sebagai berikut:

  1. Perbedaan dari Segi Makanan

Pacu adalah ikan omnivora yang pada dasarnya suka dengan tumbuhan, atau kacang-kacangan. Meskipun terkadang mereka suka memakan mahluk hidup, tapi pada dasarnya mereka adalah ikan yang vegetatif.

Sedangkan bawal adalah jenis ikan karnivora, atau pemakan daging sama seperti piranha. Namun, bawal tidak seganas piranha. Bawal juga biasa hidup bergerombol dalam jumlah kecil. Makanannya adalah udang, katak, siput, dan ikan-ikan kecil.

  1. Perbedaan dari Warna

Pacu adalah jenis ikan berwarna abu-abu kehitam-hitaman dan ikan pacu hitam. Pada bagian dagu atau bawah bibir, biasanya berwarna agak kuning. Sementara pada bagian sirip dan perut, ada sedikit saja warna merah.

Sedangkan bawal, memiliki warna yang hampir sama, yaitu hitam, atau abu-abu kehitam-hitaman. Letak perbedaan warnanya ada pada bagian perutnya. Perut bawal umumnya berwarna merah darah.

  1. Perbedaan Pada Gigi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gigi pacu sangat unik. Bahkan, bisa dibilang yang paling unik di antara ikan lainnya. Bentuknya menyerupai gigi manusia, atau persegi. Bentuknya disesuaikan dengan fungsinya untuk menghancurkan kacang-kacangan, atau makanan yang mereka konsumsi.

Sementara bawal, memiliki gigi yang tajam seperti piranha. Karena, ikan ini merupakan tipe carnivora, atau ikan pemakan daging. Jika sulit membedakan pacu dan bawal, Anda bisa melihatnya dari gigi mereka. Karena, gigi mereka sangat kentara sekali perbedaannya.

  1. Pembudidayaan

Pacu adalah jenis ikan yang masih jarang dibudidayakan. Berbeda dengan jenis ikan bawal yang mudah sekali ditemukan tempat pembudidayaannya. Pasalnya, bawal adalah jenis ikan yang biasa dikonsumsi. Jadi, bawal lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan pacu.

  1. Perbedaan dari Bentuknya

Pacu adalah jenis ikan yang mampu tumbuh hingga 1 meter lebih. Beratnya bisa mencapai 40 kg, atau bahkan lebih. Ikan ini bisa bertumbuh besar jika dirawat dengan baik. Di alam liar pun, banyak yang menemukannya dalam ukuran besar.

Sedangkan bawal, ukurannya tidak akan melebihi ukuran pacu. Bahkan, ukurannya tidak jauh berbeda dengan ikan piranha.

Selain perbedaan, kedua ikan ini memiliki sejumlah persamaan yang mencolok. Beberapa persamaannya seperti:

  • Memiliki bentuk yang pipih
  • Warna tubuhnya didominasi oleh hitam
  • Merupakan jenis ikan yang berasal dari Sungai Amazon
  • Sama-sama dari genus Colossoma

Harga Ikan Pacu dan Cara Mendapatkannya

Pacu di pasaran ditawarkan dengan harga yang cukup beragam. Harga yang ditawarkan tergantung dari jenis, ukuran, dan beberapa faktor lainnya. Adapun harga yang ditawarkannya adalah sebagai berikut:

  • Pacu albino ukuran 15 cm : IDR 60.000-an
  • Black Pacu dewasa : IDR 100.000 hingga IDR 150.000-an
  • Pacu albino ukuran dewasa : IDR 125.000-an
  • Pacu albino ukuran jumbo 30 cm : IDR 300.000 hingga IDR 400.000-an
  • Pacu albino ukuran jumbo 40 cm : IDR 450.000 hingga IDR 500.000-an

Pacu adalah jenis ikan yang sulit didapatkan di beberapa toko ikan hias. Namun, ikan ini bisa didapatkan di toko-toko ikan hias yang ada di kota-kota besar, atau kota-kota terdekat. Namun, tidak usah khawatir, kini ikan ini bisa dipesan juga secara online. Karena, banyak toko online maupun marketplace yang menawarkannya.

Namun, jika Anda memilih membelinya secara online, pastikanlah Anda memilih online store yang tepat. Pasalnya, pengirimannya harus dilakukan secara hati-hati. Terutama jika Anda membelinya dari luar kota. Pengemasan harus dilakukan secara rapi dan bagus. Pastikan penjual menjamin keamanan ikan sampai ke tujuan.

Cara Budidaya Ikan Pacu

Bagi yang berminat membudidayakannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Mempersiapkan Kolam

Pastikan tempat pembudidayaan dilakukan di kolam. Keringkanlah kolam terlebih dahulu. Tujuan mengeringkan kolam yaitu untuk:

  • Membersihkan kolam dari jenis ikan lain yang berpotensi menjadi kompetitor makanan pacu.
  • Mengurangi senyawa yang berbahaya, seperti asam sulfide, dan senyawa lainnya.
  • Bertujuan agar kolam terjadi pertukaran udara, atau aerasi.
  1. Pemilihan dan Penebaran Benih

Benih akan menentukan kualitas panen ikan Anda. Pilihlah benih pacu yang bagus. Ciri yang bagus adalah yang sehat, aktif bergerak, dan tidak cacat. Pilih juga ukuran yang seragam dari keturunan jenis unggul.

Selanjutnya, penebaran benih sebelumnya harus diadaptasikan terlebih dengan kolam. Tujuannya agar benih tidak stres pada saat pemindahan ke kolam yang lebih besar. Cara mengadaptasikannya adalah dengan memasukkan benih ke dalam kolam dalam keadaan dibungkus plastik. Selanjutnya, biarkan plastik mengembun.

Jika sudah mengembun, suhu pada plastik biasanya sudah sama dengan suhu yang ada pada kolam. Kemudian, benih bisa langsung dilepas ke dalam kolam secara perlahan-lahan.

  1. Pemberian Pakan

Pembesaran ikan juga dapat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas pakan yang dipilih. Maka dari itu, pastikanlah Anda memberi mereka pakan terbaik. Dengan begitu, ikan akan mudah tumbuh dan berkembang secara pesat. Kualitas pakan harus mengandung gizi yang seimbang. Di antaranya seperti karbohidrat, mineral, vitamin, protein, dan lemak.

Pacu adalah ikan omnivora, jadi pemberian pakannya pun tidak akan sesulit yang Anda bayangkan. Anda juga bisa memberi mereka dedaunan, atau pakan alternatif seperti pelet. Sesuaikanlah pemberian ukuran pakan. Ukuran yang bagus adalah 3% hingga 5 % dari berat badan mereka.

  1. Memanen Ikan

Setelah semua proses dilalui, tibalah pada proses yang dinantikan, yaitu panen ikan. Proses panen bisa dilakukan setelah ikan berusia 4 hingga 6 bulan setelah benih ditebar. Pacu yang diperoleh pada masa tersebut biasanya memiliki bobot kurang lebih 500 gram per ekornya.

Di Brazil, tempat asalnya, pacu adalah ikan yang suka memijah pada awal selama musim hujan. Proses ini biasanya terjadi pada bulan Juni dan Juli. Namun, di Indonesia Anda bisa menyesuaikan bulannya. Karena, musim hujan di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga April.

Sebelum proses pemijahan, biasanya induk yang telah matang akan mencari tempat yang cocok untuk proses pemijahan.

Pacu adalah jenis ikan yang masih satu keluarga dengan bawal dan piranha. Meskipun pacu omnivora, pada dasarnya pembudidayaannya tidak jauh berbeda.

Kesimpulan

Pacu adalah jenis ikan hias unik yang masih jarang dipelihara di negara kita. Ikan ini masih satu keluarga dengan piranha dan bawal. Di negara kita, pacu sering tertukar dengan bawal karena bentuknya yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan pada bagian tubuh tertentu.

Meski pernah dianggap sebagai ikan berbahaya, namun faktanya pacu cocok dijadikan sebagai ikan hias. Namun sayangnya, untuk memelihara pacu dewasa diperlukan akuarium yang berukuran besar.

Demikian ulasan seputar ikan pacu. Dari pemaparan di atas, kini Anda dapat mengenal jenis, bentuk, dan perilakunya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang berniat menjadikannya sebagai ikan hias peliharaan di rumah.